FusilatNews- Carlos Filipe Ximenes Belo Seorang uskup di Timor Leste peraih Nobel Perdamaian, dituding melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah anak laki-laki Majalah mingguan Belanda De Groene Amsterdammer menerbitkan laporan investigasi yang mengungkap dugaan pelecehan seksual Belo terhadap beberapa anak laki-laki di kediamannya di Dili dan tempat-tempat lain pada periode 1980-an dan 1990-an. Liputan investigasi itu dimulai pada 2002.
Seperti dilansir tempo.co Majalah tersebut mengutip beberapa korban laki-laki yang mengatakan bahwa pastor yang kini berusia 74 tahun itu, memberi anak-anak lelaki itu uang setelah melecehkan mereka. “Kami takut membicarakannya. Kami takut menyampaikan informasi itu,” kata seorang korban kepada majalah tersebut
Berdasarkan investigasi De Groene, jumlah korban diduga lebih banyak lagi. De Groene berbicara dengan 20 orang yang mengetahui kasus ini seperti pejabat tinggi, pejabat pemerintah, politisi, pekerja LSM, orang-orang dari gereja dan profesional.
Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan Uskum Belo pertama kali diselidiki oleh Vatikan pada 2019, di tengah tuduhan bahwa dia telah memperkosa anak-anak dan membayar tutup mulut mereka.
“Mengingat tuduhan yang diterimanya (Uskup Belo), (Vatikan) memberlakukan pembatasan disipliner tertentu padanya pada September 2020,” kata Bruni, dikutip dari Kantor berita AFP.
Uskup Carlos Filipe Ximenes Belo bukan hanya pemimpin kuat gereja Katolik Roma Timor Leste, tetapi juga pemuka agama yang pernah menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 1996, Ia pahlawan nasional dan mercusuar harapan bagi rakyatnya. Pada 1996, Belo menerima Hadiah Nobel Perdamaian, bersama dengan aktivis dan diplomat José Ramos-Horta, presiden Timor Leste saat ini.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News


























