FusilatNews- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa kecewa dengan hasil proyek jalan perbatasan Kebumen-Banjarnegara. Sebab, proyek jalan tidak dikerjakan secara maksimal dan rawan rusak yang menurutnya menghawatirkan. Kekecewaan ganjar tersebut mendapat respon dari Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam. Ia menilai sebagai kelas pemimpin biasa dan di luar harapan publik yang dapat dan mampu memberikan jalan keluar sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai Gubernur.
“Saya kira Ganjar harus sadar, ia sudah dua periode kok memimpin Jateng, kok urusannya masih proyek jelek,” ujar Saiful dikutip RMOL.ID, Senin (21/11).
Akademisi Universitas Sahid Jakarta itu menilai, sikap Ganjar tersebut seperti menunjukkan bahwa Ganjar tidak mempercayai bawahan inspektorat atau lembaga lain yang memang bertugas mengawasi proyek tersebut.
“Dengan masih memperlihatkan adanya masalah proyek jelek, maka sama halnya membuka aib sendiri, kemana aja Ganjar selama ini?” ungkap Saiful.
Lebih lanjut Anam mengatakan untuk melakukan pengecekan tersebut bukan lah tugas utama seorang Gubernur, karena bisa dilakukan oleh yang lain yang memang menjadi tanggung jawabnya.
“Dengan semakin memperlihatkan demikian, maka kelas Ganjar oleh publik masih dinilai kelas pemimpin biasa, di luar harapan publik yang dapat dan mampu memberikan jalan keluar sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai Gubernur,” pungkas Saiful.
Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunggah video di media sosialnya saat dirinya melakukan sidak proyek pembangunan jalan perbatasan Kebumen-Banjarnegara. Dia mendapati pekerjaan jalan yang menurutnya mengecewakan. Sidak tersebut dilakukan di Desa Karanggayam, Ruas Jalan Lokidang, perbatasan Kebumen-Banjarnegara pada 14 November 2022 lalu.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News


























