• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PENGGUGATAN KAUM TANI

fusilat by fusilat
March 29, 2024
in Feature, Komunitas
0
SIAPA TAKUT JADI PETANI ?
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA –  PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT

Di banyak negara, termasuk di Tanah Merdeka ini, kaum tani seringkali terpinggirkan atau bahkan kerap termarginalkan dari keramaian pentas pembangunan. Hak kaum tani untuk dapat hidup sejahtera, seperti yang kalah pamor dengan 9 Naga yang ditengarai menguasai jalan dan perkembangan perekonomian negara dan bangsa.

Akibatnya, wajar jika kaum tani di negeri ini, lebih layak dikatakan sebagai korban pembangunan ketimbang disebut selaku penikmat pembangunan. Membengkaknya jumlah petani gurem dalam 10 tahun terakhir (2013-2023) seperti dilaporkan hasil Sensus Pertanian 2023, mengindikasikan jumlah anak bangsa yang layak divonis selaku korban pembangunan menjadi semakin bertambah.

Kenaikan jumlah rumah tangga petani gurem sebesar 2,64 juta rumah tangga ini, jelas menunjukkan keberadaan mereka semakin terpojok. Semakin menyempitnya lahan pertanian yang dikuasainya, menunjukkan alih fungsi lahan yang semakin membabi-buta, membuat kaum tani tidak mampu lagi menjaga dan mempertahankan lahan garapannya. Lalu, terjadilan proses guremisasi petani.

Petani gurem umumnya akan dimaknai dengan kepemilikan lahan garapan yang sempit, rata-rata 0,25 hektar. Kehidupan mereka cukup memprihatinkan. Mereka hidup hanya sekedar menyambung nyawa dari hari ke harinya. Lebih sedih lagi, mereka hidup sangat bergantung kepada aneka macam bantuan, bukan karena keiletan dan kemandiriannya. Tanpa bantuan, praktis tidak ada kehidupan.

Salah satu tugas penting yang diemban Pemerintah adalah mensejahterakan kehidupan kaum tani. Negara semestinya hadir di tengah kesulitan hidup mereka. Paling tidak, ada dua masalah klasik yang selama ini rutin harus dihadapi para petani. Pertama, ketika musim panen tiba, petani dihadapkan pada harga gabah anjlok dan kedua, saat musim tanam tiba, petani mengeluh kelangkaan pupuk bersubsidi.

Tidak lama lagi, panen raya musim tanam Oktober-Maret 2024, yang mundur masa tanamnya satu hingga dua bulan, dalam bulan April-Mei 2024, bakal berlangsung. Bagi petani sendiri, panen raya merupakan saat yang ditunggu-tunggu. Sebab, pada momen panen raya inilah nasib dan kehidupan petani padi akan ditentukan. Panen raya menjadi salah satu penentu kualitas hidup petani akan lebih baik, jalan ditempat atau lebih buruk lagi.

Banyaknya kaum tani yang berharap pada tibanya panen raya, tentu sudah sama-sama kita pahami. Jangankan petani, Pemerintah pun optimis, pada waktu panen raya, harga beras akan menurun menuju harga yang wajar. Petani selalu optimis, bila Pemerintah benar-benar berpihak kepada petani, mestinya Pemerintah akan mendampingi dan mengawal jalannya panen raya di berbagai daerah.

Harapan petani kepada Pemerintah, memang tidak macam-macam. Petani berharap agar pada saat panen raya tiba, harga jual gabah di tingkat petani tidak anjlok. Ini perlu dicamkan. Mengapa ? Sebab, sudah menjadi nasalah klasik, setiap musim panen datang, harga gabah selalu anjlok, dan Pemerintah sendiri terlihat seperti yang tak berdaya menghadapinya.

Catatan kritisnya, mengapa Pemerintah seperti yang kesulitan untuk menjaga harga gabah agar berada pada angka wajar ? Dengan segudang kekuasaan dan kewenangan yang digenggamya, Pemerintah sepatutnya mampu menerbitkan regulasi yang mampu mengendalikan harga gabah dan beras, supaya memuaskan semua pihak, baik petani, pedagang dan masyarakat luas.

Tugas dan tanggungjawab mengendalikan harga gabah, memang ada di Pemerintah. Dalam hal penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah dan Beras atau pun Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras, Badan Pangan Nasional memiliki peran cukup penting. Bapanas inilah yang dituntut untuk selalu mencermati pergerakan harga gabah dan beras di lapangan.

Badan Pangan Nasional sebagaimana diamanatkan Peraturan Presiden 66/2021, memiliki tugas dan fungsi menetapkan HPP dan HET. Peran ini tentu sangat penting, karena berdasar hitung-hitungan Bapanas inilah berapa sebaiknya HPP dan HET ditetapkan. Termasuk, apakah saat ini Peraturan Badan Pangan Nasional No.6/2023 tentang HPP Gabah dan Beras masih tepat diberlakukan ?

HPP Gabah yang dipatok pada angka Rp.5000,- per kg, sepertinya, perlu dihitung ulang. Terlebih dengan adanya suara petani yang merasa senang jika harga gabah diatas angka Ro.7000,- per kg. Untuk itu, agar menghadapi panen raya, para petani masih tetap riang gembira, maka HPP Gabah sebaiknya dinaikan dari Rp.5000,- per kg menjadi sekitar Rp.6500,- hingga Rp.7000,- per kg.

Dengan HPP Gabah sebesar itu, sindrom harga gabah disaat panen raya selalu anjlok pun, tidak akan merugikan para petani. Kalau harga gabah jatuh, maka Pemerintah berkewajiban untuk memberi harga gabah petani diatas angka HPP. Pertanyaannya sekarang apakah Pemerintah memiliki niat untuk menyenangkan para petani dengan harga sebagaimana disuarakan para petani ?

Mestinya, jika Pemerintah berkehendak untuk menurunkan harga beras yang kini melesat cukup tinggi, maka seiring dengan itu, Pemerintah juga berkewajiban untuk menjaga harga gabah agar tetap menguntungkan petani secara wajar. Tinggal sekarang, sampai sejauh mana Badan Pangan Nasional, mampu menerbitkan regulasi yang mendukung ke arah pencapaian maksud diatas.

Bapanas sebagai perumus kebijakan dan Perum Bulog sebagai operatornya di lapangan, dengan pengelola yang ada sekarang, tentu memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai untuk mewujudkannya. Dengan kata lain, dapat disampaikan “penggugatan petani” terhadap harga gabah tidak melorot saat panen raya berlangsung, bukan lagi sebuah wacana, tapi menjadi sebuah fakta kehidupan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DPR Sahkan UU Daerah Khusus Jakarta, PKS Menolak

Next Post

Anak Pengungsi Somalia Membawa Pulang 2 Piala di Kegiatan Lomba Ramadan Ceria Rudenim Makassar

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Anak Pengungsi Somalia Membawa Pulang 2 Piala di Kegiatan Lomba Ramadan Ceria Rudenim Makassar

Anak Pengungsi Somalia Membawa Pulang 2 Piala di Kegiatan Lomba Ramadan Ceria Rudenim Makassar

Jepang: 2 Meninggal Kosumsi Makanan Suplemen Kobayashi Pharma

Jepang: 2 Meninggal Kosumsi Makanan Suplemen Kobayashi Pharma

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist