Usai pandemic covid-19, beberapa Mall yang sempat saya kunjungi, antara lain beberpa Mall di Kota Depok, Bekasi dan Jakarta, bahkan sampai saat ini masih terdampak sepi pengunjung. Pun di Jakarta, dua hari yang lalu, disalah satu Mall Di daerah Kuningan, juga masih dinilai sebagai sepi pengunjug, demikian akunya Pak Satpam yang setiap tamu pengunjung, ia mengucapakan selamat datang di Gate utama.
Berbeda dengan Mall-mall yang saya kunjungi pula di daerah elit Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia, sehari sebelum puasa . Justru Mall-mall ternama kelas Dunia, cukup ramai pengunjung. Bahkan, pedagang kaki lima, marak dimana-mana di sepanjang jalan.
Lebih dari itu, para pengamen pun, datang dari banyak Negara, seperti Brazil dengan mendemo-kan kelihaian mengolah Bola, dari Maroko dengan putar tali di topi. Penyanyi Jalanan pun, kadang dating dari Indonesia.
Lalu bagaimana dampak Ekonomi yang melambat dan tingkat pajak yang tinggi di tanah air, yang seringkali menjadi perhatian utama dalam kebijakan ekonomi suatu negara. Penyebab dan akibat dari kedua fenomena ini memiliki dampak yang luas terhadap masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan.
Ekonomi yang lesu dan pajak yang tinggi dapat memiliki beragam penyebab dan akibat yang saling terkait. Berikut adalah beberapa penyebab dan akibat dari kondisi tersebut:
Penyebab Ekonomi Lesu:
- Perlambatan pertumbuhan ekonomi global: Saat ekonomi global mengalami perlambatan, ekonomi negara-negara lain juga terpengaruh, termasuk negara dengan ekonomi yang lesu.
- Krisis keuangan: Krisis keuangan, seperti krisis perbankan atau krisis utang, dapat mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi dan penurunan kepercayaan investor.
- Kebijakan moneter yang tidak efektif: Kebijakan moneter yang kurang efektif dari bank sentral dalam mengatur suku bunga atau pasokan uang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
- Ketidakpastian politik: Ketidakpastian politik, seperti konflik internal atau perubahan kebijakan yang mendadak, dapat mengganggu iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Akibat Ekonomi Lesu:
- Pengangguran meningkat: Perusahaan cenderung melakukan pemotongan anggaran dan merumahkan karyawan saat ekonomi melambat, yang dapat meningkatkan tingkat pengangguran.
- Penurunan pendapatan: Masyarakat dapat mengalami penurunan pendapatan karena sulitnya menemukan pekerjaan baru atau pengurangan gaji.
- Menurunnya daya beli: Penurunan pendapatan menyebabkan konsumen memiliki daya beli yang lebih rendah, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan penurunan penjualan dan produksi.
- Kesejahteraan sosial menurun: Ekonomi yang lesu dapat menyebabkan kesejahteraan sosial menurun, dengan peningkatan kemiskinan, ketidakstabilan sosial, dan peningkatan tingkat kejahatan.
Penyebab Pajak Tinggi:
- Kebutuhan pemerintah untuk pendapatan: Pemerintah seringkali meningkatkan tarif pajak untuk meningkatkan pendapatan yang diperlukan untuk membiayai berbagai program dan layanan publik.
- Utang publik yang tinggi: Pemerintah yang memiliki utang publik yang tinggi mungkin cenderung meningkatkan pajak untuk mengurangi defisit anggaran dan membayar bunga utang.
- Perlunya redistribusi kekayaan: Pajak tinggi dapat digunakan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi dengan mengumpulkan dana dari kelompok yang lebih kaya dan mendistribusikannya kembali kepada mereka yang membutuhkan.
Akibat Pajak Tinggi:
- Pengurangan daya beli: Pajak tinggi dapat mengurangi daya beli konsumen karena pendapatan mereka yang tersisa setelah pembayaran pajak menjadi lebih rendah.
- Pengurangan investasi: Pajak yang tinggi dapat mengurangi insentif untuk investasi oleh perusahaan karena mereka memiliki lebih sedikit pendapatan yang tersedia untuk diinvestasikan kembali.
- Peningkatan biaya hidup: Pajak yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan biaya hidup karena perusahaan mungkin meneruskan biaya pajak kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi untuk barang dan layanan.
- Kurangnya daya saing internasional: Pajak yang tinggi dapat membuat perusahaan di negara tersebut kurang kompetitif di pasar global karena biaya produksi yang lebih tinggi.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks, pemahaman yang mendalam tentang penyebab dan akibat dari ekonomi lesu dan pajak yang tinggi menjadi penting bagi pembuat kebijakan dan masyarakat umum. Dengan pemahaman ini, diharapkan dapat diambil langkah-langkah yang tepat untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan semua pihak yang terlibat.
























