• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Peran Baru Tiongkok dan Implikasi bagi Indonesia

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 25, 2023
in Feature
0
Presiden Jokowi  Berkunjung Ke China

Presiden Indonesia Joko Widodo berbicara kepada Presiden China Xi Jinping saat sesi foto keluarga di depan Istana Osaka pada KTT G-20 pada 28 Juni 2019 di Osaka, Jepang.Photo Tomohiro Ohsumi | Getty Images Berita | Gambar Getty

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Virdika Rizky Utama

Jakarta – Tiongkok terus menegaskan perannya sebagai pendamai baru di panggung dunia. Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia pada 20-22 Maret 2023. Kunjungan itu menjadi yang pertama setelah ia terpilih kembali sebagai presiden Tiongkok. Pandangan dunia internasional pun tertuju pada kunjungannya tersebut, sebab dilakukan tepat setelah peringatan pertama konflik Rusia-Ukraina. Banyak yang mengharapkan Xi untuk mempromosikan perdamaian antara Moskow dan Kyiv.

Sebelumnya, upaya diplomatik Tiongkok berhasil menyelesaikan konflik berkepanjangan antara Iran dan Arab Saudi. Hal ini menunjukkan bahwa Tiongkok dapat memainkan peran kunci dalam menentukan masalah paling kompleks di dunia. Perjanjian antara Iran dan Arab Saudi yang difasilitasi oleh Tiongkok tidak hanya menghasilkan gencatan senjata saja, tetapi juga menjadi contoh bagaimana perdamaian dapat dicapai melalui inisiatif dan kerja nyata daripada hanya sekadar cita-cita luhur.

Keberhasilan diplomatik dalam menyelesaikan konflik antara Iran dan Arab Saudi, serta menengahi pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina menandai perubahan signifikan dalam politik global. Kini, Tiongkok telah meneguhkan diri menjadi pendamai baru di kancah internasional.

Keberhasilan upaya perdamaian Tiongkok di Timur Tengah bukan hanya hasil dari pragmatisme ekonomi, melainkan juga cerminan dari pengaruh diplomatik dan soft power Tiongkok yang tumbuh. Keterlibatan Tiongkok yang meningkat dalam urusan global semakin terlihat saat Amerika Serikat menarik diri dari Timur Tengah dan kawasan lain. Tren ini kemungkinan akan berlanjut, dengan Tiongkok memainkan peran yang lebih aktif dalam menyelesaikan konflik dan mempromosikan perdamaian di seluruh dunia.

Pendekatan Tiongkok untuk menyelesaikan konflik terbukti efektif. Dengan menawarkan insentif ekonomi dan keuntungan yang nyata, Tiongkok telah membawa pihak yang bertikai ke meja perundingan dan menemukan jalan ke depan demi kepentingan bersama. Perhatian Tiongkok ke konflik di Ukraina memperjelas komitmen negara tersebut untuk lebih menonjolkan perannya dalam upaya pemeliharaan perdamaian global. Selain itu, kemampuan yang terus ditampilkan oleh Tiongkok dalam membawa perdamaian membuka peluang untuk negara tersebut memainkan peran penting dalam menyelesaikan konflik global lainnya, mulai dari Myanmar hingga Semenanjung Korea.

Membuktikan Diri

Meskipun sudah mencapai segenap keberhasilan, Tiongkok perlu terus membuktikan diri sebagai kekuatan global yang bertanggung jawab. Tuduhan kepentingan pribadi, pemaksaan, dan jebakan utang telah membayanginya selama bertahun-tahun. Peran baru Tiongkok sebagai pendamai menunjukkan keinginan untuk maju dan memikul tanggung jawab global yang lebih besar, serta berkemungkinan menjadi pemain kunci dalam membangun perdamaian dunia.

Tiongkok dengan tegas menolak memihak dalam konflik Rusia-Ukraina karena memiliki hubungan baik dengan dua negara tersebut. Tiongkok juga tetap tidak setuju dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang telah menggunakan krisis Ukraina untuk mengobarkan perang proksi melawan Rusia.

NATO yang dipimpin AS adalah warisan Perang Dingin, yang seharusnya dibubarkan setelah runtuhnya Uni Soviet. Namun demikian, alih-alih membubarkan NATO, kekuatan Barat malah memperluasnya ke arah timur, memicu perselisihan dengan Rusia.

Dalam masalah Rusia-Ukraina, Tiongkok telah mematuhi Piagam PBB dan norma-norma dasar hubungan internasional. Selain itu, Tiongkok mendukung keadilan dan perdamaian, serta secara konsisten menyerukan pembicaraan damai untuk membantu mengakhiri konflik. Hal itu ditunjukkan dalam “China’s Position on the Political Settlement of the Ukraine Crisis” yang dirilis pada Februari 2023.

Jadi selama kunjungan Xi ke Rusia, Tiongkok akan tetap pada posisi objektifnya dan mencoba memainkan peran konstruktif dalam menengahi perdamaian antara pihak yang bertikai. Misi perdamaian yang diemban dalam konflik Rusia-Ukraina menunjukkan kesediaan Tiongkok untuk terlibat dalam masalah geopolitik yang kompleks dan menantang. Hal ini tentu memiliki dampak signifikan bagi perdamaian dan stabilitas global, khususnya di kawasan dengan konflik dan kekerasan yang meluas.

Sudah semestinya seluruh negara dan pemangku kepentingan menyambut baik peran Tiongkok sebagai pendamai yang menjadi perkembangan positif bagi politik global. Namun, Tiongkok harus menunjukkan komitmen terhadap tata kelola global yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, terutama terkait perubahan iklim, ketahanan pangan, dan sampah laut.

Pertumbuhan kekuatan dan pengaruh Tiongkok dibarengi pula dengan tanggung jawab internasionalnya. Hal ini sejalan dengan cita-cita Tiongkok di bawah pemerintahan Xi bahwa Tiongkok harus mencari “harmony for the entire world” dan modernisasi Tiongkok juga merupakan jalan yang harus diambil negara untuk “seek progress for humanity and harmony for the entire world.” Tujuannya tidak hanya untuk memberikan manfaat bagi rakyat Tiongkok tetapi juga untuk mempromosikan pembangunan bersama di seluruh dunia.

Berimplikasi pada Indonesia

Peran Tiongkok sebagai pembawa perdamaian baru dalam politik global berimplikasi pada Indonesia, negara yang memiliki ikatan ekonomi yang erat dengan Tiongkok dan memiliki andil dalam perdamaian dan stabilitas kawasan.

Perekonomian Indonesia sangat bergantung pada perdagangan dengan Tiongkok. Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Setiap gangguan hubungan Tiongkok dengan negara lain, khususnya di kawasan, dapat berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Makanya, Indonesia berkepentingan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional, yang dapat disumbangkan oleh upaya perdamaian Tiongkok.

Selain itu, sebagai anggota ASEAN, Indonesia berperan penting dalam mendorong kerja sama dan dialog kawasan. Pengaruh diplomatik dan soft power Tiongkok yang berkembang dapat menghadirkan peluang dan tantangan bagi Indonesia. Di satu sisi, keterlibatan Tiongkok dalam urusan regional dapat mendorong kerja sama dan stabilitas yang lebih besar. Namun, di sisi lain, asertifnya Tiongkok dalam sengketa wilayah di Laut Tiongkok Selatan menimbulkan kekhawatiran di antara negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, Indonesia perlu terlibat secara konstruktif dengan Tiongkok, mempromosikan dialog dan kerja sama sambil mempertahankan kepentingannya dan kepentingan kawasan. Sebab, peran Tiongkok dalam politik global terus berkembang, Indonesia perlu mengarahkan perubahan ini dengan cara mempromosikan dan kepentingan kepentingan nasionalnya, agar dapat berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan.

Virdika Rizky Utama, peneliti PARA Syndicate, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Shanghai Jiao Tong University.

Dikutip dari detik.com, Jumat 24 Maret 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PRESIDEN BENCI RAKYAT ADALAH SYARAT FORMIL DAN MATERIL PENGATURAN PASAL PENGHINAAN PRESIDEN

Next Post

Soal Tunda Pemilu 2024, Partai Prima dan KPU Kian Panas

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Prima 4 Kali Menggugat, Berakhir Kemenangan  Di PN Jakarta Pusat, Menciptakan Kegaduhan Dalam Proses Pemilu

Soal Tunda Pemilu 2024, Partai Prima dan KPU Kian Panas

KAI Buka Pesanan Tiket KA Tambahan Bisa Pesan Senin Ini

Masih Tersedia, Buruan daftar!! Mudik Gratis dengan KA dan Kapal Laut

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist