• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Perang Elit: Perebutan Proyek APBN

fusilat by fusilat
July 10, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena yang tengah berlangsung bukan lagi sekadar konflik antara lembaga penegak hukum biasa, melainkan persaingan terbuka di kalangan elit politik, birokrasi, dan militer untuk menguasai alokasi proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perseteruan antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung, keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pengamanan, serta penyeretan perwira tinggi Polri dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggambarkan dinamika yang lebih dalam: perebutan sumber daya negara bernilai triliunan rupiah.

Berbeda dengan narasi pemberantasan korupsi yang kerap dikemukakan publik, peristiwa penggeledahan rumah pejabat Kejaksaan yang menghasilkan temuan emas batangan dan valuta asing dalam jumlah besar, serta respons balasan berupa penanganan kasus terhadap pihak kepolisian, menunjukkan pola tipikal konflik intra-elit. Ketika satu pihak merasa porsinya tergerus, mekanisme penegakan hukum dijadikan instrumen untuk menyeimbangkan atau merebut kembali pengaruh. Besok atau lusa, bukan tidak mungkin para pihak yang berseteru kembali ke meja perundingan, menyepakati “win-win solution”, dan melanjutkan pembagian proyek dengan komposisi yang telah diatur ulang.

Program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, yang semestinya ditujukan untuk perbaikan gizi anak bangsa, dalam praktiknya menjadi arena baru perebutan rente. Ada yang mengatur tender, menetapkan harga, menerima komisi, hingga menyediakan “pengamanan”. Selama tidak ada pihak yang secara berlebihan melanggar keseimbangan tidak tertulis, sistem kartel elit ini berjalan relatif stabil: proyek infrastruktur berlanjut, izin usaha keluar, dan berbagai bentuk “biaya tambahan” mengalir. Gaji resmi aparatur negara hanyalah lapisan publik; akumulasi kekayaan sesungguhnya berasal dari penyalahgunaan wewenang dan pemotongan proyek negara.

Dalam perspektif ini, Indonesia semakin menyerupai negara kartel elit di mana berbagai institusi negara—Polri, Kejaksaan, TNI, dan Komisi Pemberantasan Korupsi—kerap dijadikan alat dalam kompetisi kekuasaan dan ekonomi antarfaksi. Para aktor utama, mulai dari level presiden, mantan presiden, menteri, jenderal, jaksa agung muda, hingga oligarki dan pengusaha proyek, saling memahami kelemahan masing-masing. Mereka memegang “kartu as” satu sama lain, sehingga konflik jarang berujung pada pembersihan total, melainkan pada penyesuaian porsi.

Rakyat pada akhirnya hanya menjadi penonton sekaligus korban. Mereka membayar pajak untuk membiayai proyek-proyek yang sebagian besarnya dikorupsi, kemudian disuguhi drama institusional yang berulang. Sementara elit berebut kue APBN, masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok dan gizi anak yang belum terpenuhi secara optimal. Ironisnya, keadilan yang seharusnya menjadi pilar negara hukum justru tampak diperjualbelikan dalam skala yang mengkhawatirkan.

Perang elit semacam ini bukanlah hal baru dalam sejarah politik Indonesia. Ia bukan perseteruan ideologis atau perjuangan untuk kepentingan rakyat, melainkan kompetisi pragmatis demi akses dan kontrol atas sumber daya negara. Baik era transisi kekuasaan Jokowi-Prabowo maupun dinamika sipil-militer menunjukkan pola yang konsisten: yakni perebutan bukan untuk memberantas korupsi secara mendasar, melainkan untuk menentukan siapa yang memperoleh bagian terbesar dari proyek berikutnya.

Tanpa reformasi kelembagaan yang mendalam, penguatan checks and balances, serta transparansi pengadaan barang dan jasa negara, siklus ini sulit diputus. Selama APBN tetap dipandang sebagai “kue” yang harus dibagi, bukan instrumen pembangunan yang sesungguhnya, maka perang elit akan terus berlanjut—dengan rakyat sebagai pihak yang paling dirugikan.

Malika Dwi Ana

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hendardi Minta Kejagung Tak Defensif, Lecehkan Nalar Publik

Next Post

COKLAT VS COKLAT

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mafia di Balik Penegakan Hukum Ketika Hukum Berubah Menjadi Instrumen Kekuasaan

July 10, 2026
Birokrasi

COKLAT VS COKLAT

July 10, 2026
Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Hendardi: Fadli Zon Jangan Cari Sensasi
Birokrasi

Hendardi Minta Kejagung Tak Defensif, Lecehkan Nalar Publik

July 10, 2026
Next Post

COKLAT VS COKLAT

Mafia di Balik Penegakan Hukum Ketika Hukum Berubah Menjadi Instrumen Kekuasaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung
Komunitas

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

by Karyudi Sutajah Putra
July 10, 2026
0

Jakarta - FusilatNews --Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengecam tindakan prajurit Tentara Nasional Indonesia...

Read more
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

July 8, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Mafia di Balik Penegakan Hukum Ketika Hukum Berubah Menjadi Instrumen Kekuasaan

July 10, 2026

COKLAT VS COKLAT

July 10, 2026

Perang Elit: Perebutan Proyek APBN

July 10, 2026
Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Hendardi: Fadli Zon Jangan Cari Sensasi

Hendardi Minta Kejagung Tak Defensif, Lecehkan Nalar Publik

July 10, 2026

Paradoks Independensi Auditor Internal (Ketika Penjaga Tata Kelola Masih Berada dalam Bayang-Bayang Manajemen)

July 10, 2026
Mantan Menkeu Fuad Bawazier: “Cabut Konsesi Tambang Bermasalah, Jangan Jadikan Kasus sebagai Sandera Politik”

Mantan Menkeu Fuad Bawazier: “Cabut Konsesi Tambang Bermasalah, Jangan Jadikan Kasus sebagai Sandera Politik”

July 10, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mafia di Balik Penegakan Hukum Ketika Hukum Berubah Menjadi Instrumen Kekuasaan

July 10, 2026

COKLAT VS COKLAT

July 10, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...