• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Perempuan di Pusaran Rasuah

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 17, 2025
in Crime, Feature
0
Pembentukan Pansel KPK oleh Presiden Jokowi Menuai Banyak Reaksi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa bekas Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati sebagai saksi kasus korupsi di PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Senin (17/3/2025).

Sebelumnya, bekas Dirut Pertamina lainnya, Karen Agustiawan menjadi terpidana 13 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

Sabtu (15/3/2025) lalu, KPK melakukan operasi tangkap tangan di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, terkait kasus korupsi pemotongan anggaran proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dari enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka, seorang di antaranya adalah perempuan, yakni Umi Hartati, Ketua Komisi II DPRD OKU.

Itulah perempuan-perempuan kekinian dalam pusaran kasus korupsi atau rasuah, meskipun status Nicke Widyawati baru sebatas saksi.

Di luar mereka, masih banyak perempuan yang diduga terlibat kasus korupsi, baik atas inisiatifnya sendiri atau pun karena mengikuti jejak suaminya, atau dalam terminologi Jawa disebut, “swarga nunut neraka katut” (ke surga ikut ke neraka turut).

Misalnya, Ratu Atut Chosiyah, bekas Gubernur Banten. Lalu Angelina Sondakh, bekas anggota DPR RI dari Partai Demokrat. Pun, Rita Widyasari, bekas Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Lantas, Miranda Goeltom, bekas Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Nunun Nurbaeti, istri bekas Wakil Kapolri Adang Daradjatun, dan Helena Lim, tersangka kasus korupsi di PT Timah Tbk yang merugikan keuangan negara hingga Rp300 triliun.

Mengapa banyak perempuan berada dalam pusaran rasuah? Bukankah kodrat perempuan adalah makhluk yang berhati lembut dan teliti?

Dengan hati lembut, perempuan tak akan tega mengambil hak orang lain dengan korupsi.

Dengan sifat teliti, tak mungkin perempuan akan sembrono dengan melakukan korupsi.

Tapi, faktanya, tak sedikit perempuan yang terjebak dalam pusaran rasuah. Mengapa?

Bagi perempuan yang terlibat korupsi karena inisiatif sendiri, hal itu terjadi karena ia memegang kekuasaan, baik di eksekutif, legislatif, yudikatif atau pun swasta.

Ada adagium dari Lord Acton (1834-1902), “The power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely” (kekuasaan itu cenderung korup, kekuasaan yang absolut maka absolut pula korupsinya).

Adapun perempuan yang terlibat korupsi bukan karena inisiatifnya sendiri, biasanya ikut-ikutan suaminya yang punya kuasa, misalnya istri kepala daerah. Dalam konteks ini berlaku adagium, “swarga nunut neraka katut”.

Korupsi dan Seks

Korupsi juga sering kali terkait dengan seks. Banyak penyelenggara negara yang terlibat korupsi ternyata punya istri muda, perempuan simpanan atau “ani-ani”. Bahkan perempuan-perempuan itu digunakan untuk menampung hasil korupsi.

Ada adagium, “Perempuan memberikan seks untuk mendapatkan cinta, laki-laki memberikan cinta untuk mendapatkan seks”.

Cinta bisa diwujudkan dalam bentuk materi, baik uang atau pun barang. Sebab itu, jika dulu ada pameo, “Katakan cinta dengan bunga”, kini pameo itu menjadi, “Katakan cinta dengan bunga deposito”.

Kemudian banyak perempuan yang memanfaatkan kecantikannya untuk memikat penyelenggara negara demi mendapatkan cinta. Dengan mendapatkan cinta, maka mereka akan mendapatkan materi. Akhirnya tak sedikit penyelenggara negara melakukan korupsi demi memberikan materi kepada perempuan yang dicintainya. Ada yang kemudian dinikahi, ada pula yang hanya sebatas ani-ani.

Bagi laki-laki, banyaknya perempuan di sekelilingnya merupakan indikasi kuatnya kekuasaan atau power dia. Semakin berkuasa maka akan semakin banyak perempuan yang mengelilinginya.

Banyaknya perempuan di sekeliling seorang laki-laki juga pertanda laki-laki itu berkuasa. Makin banyak perempuan yang mengelilinginya, maka makin kuatlah kekuasaan dia.

Selain mendapatkan cinta, perempuan juga bisa memanfaatkan kecantikannya untuk mendapatkan kuasa. Cleopatra, Ratu Mesir kuno, misalnya.

Dengan kecantikannya, Cleopatra menaklukkan kaisar Romawi, Julius Caesar, dan kemudian menaklukkan jenderal Romawi, Mark Antony, sehingga ia menjadi seorang ratu yang sangat berkuasa di Mesir.

Di era modern ini, banyak politikus perempuan yang memanfaatkan kecantikannya untuk mendapat kuasa, baik sebagai kepala daerah, anggota legislatif, maupun senator. Tak sedikit perempuan terpilih sebagai pejabat publik di eksekutif dan legislatif karena kecantikannya.

Lalu ada adagium, “semakin cantik seorang perempuan maka semakin berbahaya.”

Rocky Gerung pun berkata, “Perempuan hanya indah sebagai fiksi, tapi berbahaya sebagai fakta”.

Mungkin karena itulah filsuf tersebut hingga kini belum menikah. Mungkin perempuan terlalu berbahaya di matanya.

Kini, kemblilah hai kaum perempuan ke kodratmu sebagai makhluk yang lembut dan teliti, sehingga kalian akan bisa melepaskan diri dari pusaran korupsi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Permasalahan Revisi UU TNI

Next Post

SAAT GEN-Z MENGIBARKAN BENDERA PUTIH (ATAU HITAM?)

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post

SAAT GEN-Z MENGIBARKAN BENDERA PUTIH (ATAU HITAM?)

Novum Baru: Angkat Bambang Tri Mulyono Menjadi Tokoh Pembela Kebenaran – Hukum Mati Jokowi?

Novum Baru: Angkat Bambang Tri Mulyono Menjadi Tokoh Pembela Kebenaran - Hukum Mati Jokowi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...