Oleh Prihandoyo Kuswanto.-Ketua Pusat Study Kajian Rumah Pancasila.
Mencermati persidangan MK atas sengketa hasil pemilu saya pikir kubu 01 dan 03 membawah alat bukti kecurangan dengan membawah sekian banyak saksi petugas KPPS sehingga suara yang digelembung kan signifikan untuk menjadi bukti memang suara nya dicurangi .
Dalam tuntutanya Anies-Muhaimin menggugat hasil Pilpres 2024 yang ditetapkan KPU. Mereka menuntut MK untuk membatalkan hasil Pilpres 2024 karena berbagai dugaan kecurangan.
Anies-Muhaimin meminta MK untuk mendiskualifikasi Gibran karena dinilai tak memenuhi syarat pencalonan. Mereka ingin pilpres digelar kembali tanpa keikusertaan Gibran.
Aneh memang bukan nya kubu 01 datang ke MK sudah membawah bukti yang membuktikan pemilu curang sehingga hasil perhitungan KPU bisa dibatalkan ternyata hanya dugaan terjadi kecurangan jadi selama ini hingar bingar dengan tuduhan pemilu curang TSM baru dugaan to ?
Jadi selama ini membranding pemilu curang TSM hanya post truht hanya kebohongan yang diulang ulang agar rakyat terpengaruh menganggap pemilu curang .Ternyata didalam persidangan 01 dan 03 tidak mampu membuktikan kecurangan itu .
Jadi analisa kita bahwa diksi kecurangan TSM sengaja dibuat untuk menutupi kekalahan Aneis agar pendukung nya tidak merasa kalah dengan mengatakan buat apa menang kalau curang .
Sehingga otak para pendukung Aneis itu selalu menganggap Aneis itu harus nya menang tetapi karena di curangi .
Mendiskualifikasi Gibran Rakabuming Raka.ini juga pikiran akhli hukum nya bagaimana ?
MK telah menegaskan dalam Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 telah final dan tetap mempunyai kekuatan hukum mengikat serta menyerahkan kepada pembentuk undang-undang untuk menentukan lebih lanjut tentang persyaratan usia minimal bagi calon presiden dan/atau wakil presiden yang dialternatifkan bagi calon yang pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilu termasuk pilkada.
Jelas mempersoalkan kan Gibran Rakabuming Raka sama arti nya melawan
Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 telah final.
Jadi pikiran untuk pemilu ulang dengan mendiskualifikasi Gibran Rakabuming Raka tuntutan yang tidak punya alas hukum .
Rakyat sudah memilih Prabowo Gibran dengan suara 96 Juta terus minta dibatalkan logika nya bagaimana ? Itu sama arti nya melakukan penghinaan terhadap kedaulatan rakyat penistaan terhadap “Vox Populi Vox Dei ” suara rakyat adalah suara Tuhan .
Jadi benar sengketa pemilu ini sudah diluar nalar akal sehat sebab yang dipersoalkan bukan sengketa hasil pemilu tetapi ingin menyerang pemerintah dengan membranding Bansos secara masif untuk kemenangan 02 padahal tuduhan itu tidak bisa dibuktikan .
Tidak ada bukti yang dibawah ke persidangan hanya narasi dan persepsi saja.
Rupa nya ada hiden agenda yang sedang dimainkan terhadap pemilu yang dibranding Pemilu Curang TSM agenda nya jelas ingin menjatuhkan pemerintahan Jokowi Gugatan ke MK ini hanya sasaran antara dan hanya sebagai usaha untuk mendiskreditkan pemerintah .
Bukan sengketa hasil pemilu yang dipersoalkan kalau kita ikuti jalan nya persidangan tetapi menuduh pemerintah telah melakukan kecurangan tanpa bukti
Tuntutan pemilu ulang dengan tidak mengikut sertakan Gibran Rakabuming Raka.
Padahal Gibran sah dengan Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 telah final ini .
Jika kita cermati rupanya skenario Pemilu Curang TSM hanyalah pustaka truht dimana branding Pemilu Curang TSM untuk menstikma bangsa ini bangsa yang curang dan memang ada hiden mengacaukan keadaan agitasi agitasi terus digencarkan untuk membuat keos dan terjadi perang saudara dan Indonesia bisa di Balkan dipecah pecah dan tidak Ingin Prabowo menjadi Presiden sebab program hilirisasi akan mengancam Industri di AS,Eropah Jepang,mereka akan tutup pabrik-pabrik mereka.
Indonesia dihebohkan dengan isu pernyataan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang meminta kepada pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan penghapusan kebijakan hilirasi nikel dan tidak memperluas pada komoditas lain .
Jadi kali ada intervensi intlejen Asing ikut memperkeruh pemilu sangat mungkin melihat Indonesia secara geopolitik dan kekayaan alam yang begitu besar apa lagi 1/3 energi dunia ada di Indonesia.






















