Sikap Pertamina memanggil Putra Irianti korban tewas dalam kebakaran depo Pertamina Plumpang hanya karena membocorkan surat yang secara etis dan hukum tak bisa dibenarkan, menunjukkan sikap reaksioner pihak Pertamina yang hanya menciptakan masalah baru di Pertamina.
Jakarta – Fusilatnews – Irianto (45) tahun putra Ibu Irianti (61) korban tewas akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang mgatakan telah mendapat surat panggilan dari Pertamina usai membocorkan surat pernyataan agar tidak menuntut soal peristiwa kebakaran Depo Pertamina Plumpang pada Jumat (3/3)
“Orang saya gara-gara kayak gitu, saya dipanggil sama orang Pertamina. Saya disuruh datang ke sana,” kata Irianto saat ditemui di RT 06 RW 01, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara pada Rabu (8/3).
Kan sudah di-up, kan adik saya dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, masih dirawat. Gara-gara saya ngomong kayak begitu, Rumah Sakit Pusat Pertamina pengin saya datang ke sana. Maksudnya apa? Kan enggak jelas juga,” kata Irianto menambahkan
Selanjutnya Irianto menegaskan bahwa saat ini ia belum memenuhi panggilan tersebut.
Panggilan tersebut datang setelah pihak yang diduga dari Pertamina menghubungi adiknya, Sulistiawaty.
“Dia teleponnya ke adik saya. Adik saya sudah ketakutan saja, takut adik saya enggak diurus di sana, sama orang-orang Pertamina gara-gara saya bocorin itu,” ungkap Irianto. Kemudian, Irianto meluapkan kekecewaannya.
Dalam wawancara, terlontar kalimat kasar karena tindakan yang diduga dari PT Pertamina ini menyodorkan surat pernyataan agar tidak menuntut
Ya kecewa. Mau enggak dia, misalnya dia punya keluarga, saya bayarin Rp 10 juta, saya suruh matiin. Kan begitu saja kalau bahasa kasarnya gitu,” kata Irianto.
Dalqm kesempatan sebelumnya ketika ahli waris Irisnti mengambil jenazah ibunya di RS Polri Kramat Jati diberi santunan Rp 10 juta rupiah dan disodorkan surat yang harus ditandatangani. Karena lagi berduka dan tidak fokus surat langsung ditandangani.
Setelah sampai dirumah dan dalam situasi tenang ternyata surat pernyataan tidak menuntut Pertamina. Merasa kecewa dan ditipu keluarga Irianti mengungkapkan kekeceawaannya kepada reporter

























