• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melampaui AS dan China? Antara Angka, Narasi, dan Siasah Ngibul

Ali Syarief by Ali Syarief
May 6, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melampaui AS dan China? Antara Angka, Narasi, dan Siasah Ngibul
Share on FacebookShare on Twitter

Pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia melampaui Amerika Serikat dan China sering diperdengarkan sebagai keberhasilan besar pemerintah. Di ruang publik, narasi semacam itu terdengar megah, membangkitkan optimisme, bahkan seolah menempatkan Indonesia dalam posisi superior dibandingkan dengan dua raksasa ekonomi dunia tersebut.

Namun jika dibedah secara jujur dan ilmiah, klaim seperti itu lebih dekat pada siasah ngibul ketimbang penjelasan ekonomi yang utuh.

Membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan negara-negara maju tanpa melihat konteks struktur ekonomi ibarat membandingkan kecepatan lari anak kecil dengan orang dewasa yang sudah selesai bertanding. Tidak apple to apple.

Negara-negara well-developed seperti Amerika Serikat, Jerman, atau Jepang memang rata-rata memiliki pertumbuhan ekonomi rendah, sering di bawah 3 persen. Tetapi rendahnya pertumbuhan itu bukan tanda kegagalan. Justru itulah ciri kematangan ekonomi.

Ekonomi mereka sudah besar, industrinya matang, infrastrukturnya hampir lengkap, daya beli masyarakat tinggi, sistem pendidikan relatif mapan, dan produktivitasnya sudah berada di level atas. Dalam kondisi seperti itu, pertumbuhan 1 hingga 2 persen saja nilainya bisa setara dengan puluhan kali pertumbuhan negara berkembang.

Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia memang dituntut memiliki pertumbuhan tinggi. Mengapa? Karena tantangan domestiknya masih sangat besar.

Indonesia masih menghadapi persoalan kemiskinan, pengangguran, ketimpangan sosial, rendahnya kualitas pendidikan, lemahnya produktivitas tenaga kerja, hingga keterbatasan infrastruktur dasar. Negara berkembang memang harus bertumbuh cepat untuk mengejar ketertinggalan.

Karena itu, ketika Indonesia tumbuh 5 persen, itu bukan sesuatu yang luar biasa untuk dibanggakan secara berlebihan. Itu adalah kebutuhan minimal agar mesin ekonomi tetap hidup dan mampu menyerap tekanan sosial yang terus membesar.

Apalagi pemerintah sendiri sedang gencar membangun infrastruktur dalam skala besar. Jalan tol, bendungan, pelabuhan, bandara, hingga proyek IKN semuanya membutuhkan dorongan pertumbuhan tinggi. Maka angka pertumbuhan ekonomi yang relatif lebih tinggi dibanding negara maju sebenarnya konsekuensi logis dari fase pembangunan, bukan indikator bahwa Indonesia lebih hebat dari mereka.

China pun demikian.

Walaupun hari ini pertumbuhan ekonominya melambat dibandingkan dengan era sebelumnya, struktur ekonomi China sudah jauh melampaui Indonesia dalam sektor industri, teknologi, ekspor, manufaktur, hingga penguasaan pasar global. Ketika China tumbuh 4 atau 5 persen, basis ekonominya sudah sangat besar. Nilai tambah industrinya, kapasitas teknologinya, dan kekuatan ekspornya tidak bisa dibandingkan begitu saja dengan Indonesia yang masih bertumpu pada komoditas mentah dan konsumsi domestik.

Di sinilah problem utama propaganda pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah sering menggunakan angka pertumbuhan sebagai alat pencitraan politik, bukan sebagai instrumen evaluasi kualitas ekonomi. Publik dibuat terpukau oleh persentase, sementara substansi ekonomi rakyat justru sering tertinggal.

Apa arti pertumbuhan 5 persen bila kelas menengah mulai tertekan?

Apa arti angka makro yang indah bila daya beli melemah, lapangan kerja formal terbatas, petani dan nelayan hidup sulit, serta generasi muda makin susah memiliki rumah?

Pertumbuhan ekonomi sejatinya bukan sekadar soal angka statistik, melainkan sejauh mana kesejahteraan nyata dirasakan rakyat.

Karena itu, membandingkan Indonesia dengan AS atau China hanya berdasarkan angka pertumbuhan adalah penyederhanaan yang menyesatkan. Negara maju tidak lagi mengejar pertumbuhan tinggi karena fondasi ekonominya sudah kokoh. Sementara Indonesia masih harus berlari karena terlalu banyak pekerjaan rumah yang belum selesai.

Maka publik perlu lebih kritis membaca narasi pejabat. Jangan sampai statistik dipakai sebagai panggung retorika politik. Sebab ekonomi bukan lomba pidato, melainkan soal kualitas hidup rakyat sehari-hari.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fraud Diamond Terbuka, Dipicu Buruknya Kebijakan dan GCG ​(Al-Qur’an dan Hadits Sering Terabaikan sebagai Benteng Awal GCG)

Next Post

Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati di Pati: Tersangka Melarikan Diri atau Dilarikan?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati di Pati: Tersangka Melarikan Diri atau Dilarikan?

Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati di Pati: Tersangka Melarikan Diri atau Dilarikan?

Plates Filled, Minds Left Behind The Hidden Cost of Indonesia’s Most Popular Education Policy

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...