• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Fraud Diamond Terbuka, Dipicu Buruknya Kebijakan dan GCG ​(Al-Qur’an dan Hadits Sering Terabaikan sebagai Benteng Awal GCG)

fusilat by fusilat
May 6, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

​Di lingkungan yang tidak sehat, kejujuran bukan hilang—ia menjadi mahal. Bayangkan sebuah meja makan. Tudung saji terlupa. Dalam hitungan menit, lalat datang. Tak lama, seekor kucing meloncat dan membawa pergi ikan goreng yang masih hangat. Tidak ada yang aneh. Yang aneh justru jika tidak ada yang datang. Lingkungan yang tidak sehat bukan sekadar soal udara, tetapi soal akhlak—cara berpikir yang pelan-pelan terbiasa mencari celah.

​Pada titik tertentu, opportunity bukan lagi kemungkinan, tetapi refleks. Dan ketika sistem tidak melindungi, spekulan tidak perlu diundang—mereka sudah siap. Al-Qur’an pernah mengingatkan dengan nada yang tenang tetapi tegas: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum 30:41). Kerusakan itu tumbuh dari kebiasaan kecil yang dibiarkan, dari celah yang tidak ditutup, dan dari sistem yang terlalu percaya bahwa semua akan baik-baik saja.

​Kegagalan Sistem dan Retaknya Kepercayaan
​Kasus di Kementerian Keuangan—ketika pejabat terkait restitusi PPN dicopot—seringkali hanya dipandang sebagai tindakan administratif. Namun, jika berhenti di sana, kita hanya melihat permukaan. Ini bukan sekadar soal siapa yang salah, melainkan tentang bagaimana sistem memberi ruang untuk kesalahan menjadi besar.

​Dalam fraud diamond, kapabilitas tidak berdiri sendiri; ia tumbuh dari sistem yang mengizinkan. Ketika kebijakan membuka ruang terlalu lebar, kontrol hanya formalitas, dan data kehilangan daya koreksinya, maka fraud menjadi kondisi yang berulang. Bukan karena semua orang berniat jahat, tetapi karena sistem terlalu mudah untuk “dimainkan”.

​Tone at the Top: Bukan Sekadar Mencopot, Tapi Mengakui
​Di sinilah peran Tone at the Top diuji. Kepemimpinan yang kuat tidak hanya ditunjukkan dengan keberanian mencopot bawahan yang melanggar, tetapi yang lebih fundamental: keberanian untuk mengakui bahwa ada yang salah dengan desain sistem di bawah kepemimpinannya.

​Mencopot orang tanpa memperbaiki sistem ibarat menutup jendela sementara pintu tetap terbuka. Pemimpin harus memiliki integritas untuk berkata: “Orang ini salah, namun sistem saya pun memiliki celah yang memungkinkan kesalahan itu terjadi.” Tanpa pengakuan ini, organisasi hanya akan terjebak dalam siklus “pecat dan ulangi” tanpa pernah menyentuh akar masalah. Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari & Muslim).
Tanggung jawab ini mencakup tanggung jawab atas tegaknya sistem yang adil dan tangguh.

​Hulu ke Hilir: Tantangan Restitusi dan Supply Chain
​Dalam skema PPN ekspor 0%, masalah muncul ketika verifikasi bergerak lebih lambat daripada pergerakan uang. Kebijakan yang sah secara hukum mulai kehilangan legitimasi ketika tidak lagi mencerminkan aktivitas ekonomi riil. Di sinilah pengawasan seharusnya bekerja—bukan sekadar memeriksa dokumen, tetapi memastikan substansi.

​Integrasi perbaikan sistem harus bersifat terpadu. Integritas tidak boleh berhenti di meja kantor aparatur, tetapi harus merembes hingga ke lingkungan supply chain circle-nya. Vendor, mitra logistik, hingga produsen harus menjadi bagian dari ekosistem integritas yang sama.

​Integritas Bela Negara Berbasis Agama
​Langkah pamungkas dalam menutup fraud diamond adalah penguatan benteng internal melalui sosialisasi integritas bela negara berbasis agama. Ini bukan sekadar ceramah moral, melainkan penanaman kesadaran bahwa menjaga harta negara adalah bentuk ibadah dan wujud nyata nasionalisme.

​Aparatur negara harus memandang tugasnya sebagai amanah suci. Jika seorang aparatur dan ekosistem di sekelilingnya (termasuk mitra swasta) memahami bahwa pengkhianatan terhadap sistem ekonomi negara adalah pengkhianatan terhadap bangsa dan agama, maka pengawasan internal akan tumbuh secara organik. Ini adalah governance yang paling tangguh karena pengawasnya bukan lagi manusia atau audit, melainkan hati nurani.

​Kesimpulan dan Saran Strategis
​Untuk memutus rantai ini, diperlukan langkah konkret:
* ​Penguatan Desain Restitusi: Verifikasi berbasis aktivitas ekonomi riil dengan integrasi data lintas sektor (pajak, bea cukai, logistik).
* ​End-to-End Visibility: Membangun transparansi dari hulu transaksi hingga hilir klaim. Jika satu mata rantai gelap, seluruh sistem menjadi rentan.
* ​Audit Supply Chain & Data Analytics: Pengawasan yang tidak hanya mengecek kepatuhan prosedur, tetapi menguji kewajaran ekonomi secara real-time.
* ​Koreksi Budaya Kepemimpinan: Pemimpin wajib melakukan audit mandiri terhadap kebijakan yang dibuatnya dan berani melakukan perbaikan fundamental jika ditemukan celah sistemik.
* ​Ekosistem Integritas Terpadu: Implementasi program bela negara berbasis nilai agama yang melibatkan aparatur dan seluruh mitra dalam supply chain circle untuk memastikan nasionalisme yang berintegritas.
​Karena pada akhirnya, angka tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu membawa cerita. Pertanyaannya: apakah kita masih membaca ceritanya, atau hanya menghitung jumlahnya?

​Referensi Utama:
* ​QS. Ar-Rum 30:41; QS. Al-Baqarah 2:188.
* ​HR. Bukhari & Muslim tentang Kepemimpinan.
* ​Cressey (1953) & Wolfe-Hermanson (2004) mengenai Fraud Diamond.
* ​Laporan Publik Media Massa terkait Kebijakan Fiskal 2026.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bangsa Ini Baru Sekali Melahirkan Generasi Emas: Para Founding Fathers yang Melampaui Zamannya

Next Post

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melampaui AS dan China? Antara Angka, Narasi, dan Siasah Ngibul

fusilat

fusilat

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melampaui AS dan China? Antara Angka, Narasi, dan Siasah Ngibul

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melampaui AS dan China? Antara Angka, Narasi, dan Siasah Ngibul

Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati di Pati: Tersangka Melarikan Diri atau Dilarikan?

Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati di Pati: Tersangka Melarikan Diri atau Dilarikan?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...