Prediksi Bank Dunia, bahwa 115 juta Penduduk Indonesia, berpotensi akan miskin kembali, disebabkan oleh berbagai persoalan dalam Negeri dan Luar Negeri. Ternyata sinyalemen ini secara tidak langsung telah disampaikan oleh Megawati Soekarno Putri, yang meragukan visi Indonesia Emas 45, akan tercapai.
Kekurangan pasokan minyak goreng, banyak diantara anak-anak muda yang pertumbuhan badannya tidak baik, alias cebol, dan bahkan ditemukan kekurangan gizi atau stunting, anemia, dll. Ini poin-poin yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pengarah BRIN kepada Presiden Jokowi.
Pada bagian lain, Megawati juga menyoroti soal Pelaksanaan Pemekaran Wilayah yang merupakan wewenang Kemendagri RI, dikatakan bahwa tanpa dasar pertimbangan yang akurat, karena lemahnya pengambilan keputusan, disebabkan input data yang kurang lengkap.
Selama ini pemekaran wilayah, memang diusulkan hanya untuk kepentingan utamanya, yaitu tersedianya sejumlah kekosongan jabatan-jabatan pada Pemerintahan baru itu. Sementara penelitian dan pertimbangan pengembangan ekomoninya seringkali diabaikan. Pemerintah kurang serius, dapat menghitung secara rinci berbagai potensi ekonomi secara menyeluruh, yang kemudian menjadi penting untuk pedoman selanjutnya, bagaimana daerah-daerah baru itu bisa berkembang dapat mesejahterkan rakyatnya.
Masih soal Ibu-ibu yang antri Minyak Goreng, Megawati juga masih memberi catatan, seperti masih ada unek-unek, bahwa Ibu-Ibu tak mampu beli minyak goreng, tetapi mampu membeli baju baru. Banyak merengek-rengek dengan bebagai kenaikan harga.
Menyikapi Gerakan demo mahasiswa yang marak akhir-akhir ini, belau juga bingung dan menganggap bahwa Mahasiswa tidak mengerti apa-apa. Seringkali melakukan aksi demo dalam setiap menanggapi persoalan yang mereka sendiri tidak fahami.
Itulah, inti sari apa yang disampaikan Megawati Sukarno Putri, pada pidato pengarahaan dan peresmian dalam acara Kickoff Pembentukan Brida yang dilakukan secara virtual hari ini, Rabu (20/4).

























