Fusilatnews – Sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) bukan sekadar catatan politik, tetapi jejak penuh gejolak tentang bagaimana ideologi, ambisi, dan realitas bangsa bertemu dalam satu panggung. Dari kelahirannya pada 1920 hingga tragedi berdarah G30S 1965, PKI bergerak naik-turun layaknya gelombang: bangkit dengan massa besar, memberontak dengan keyakinan revolusi, lalu berkali-kali ditumpas hingga akhirnya hilang dari panggung politik Indonesia. Timeline perjalanan ini memperlihatkan bukan hanya sepak terjang sebuah partai, tetapi juga dinamika pertarungan ideologi di Indonesia yang masih terasa gaungnya hingga kini.
🕰️ Timeline Perjalanan PKI (1920–1965)
🔹 1920 – Pendirian PKI
- Awalnya bernama ISDV (Indische Sociaal-Democratische Vereeniging) yang didirikan oleh Sneevliet (sosialis Belanda).
- 23 Mei 1920 → resmi jadi Partai Komunis Indonesia (PKI).
- Ideologi: Marxisme-Leninisme, ingin revolusi proletar di Hindia Belanda.
🔹 1926–1927 – Pemberontakan PKI melawan Belanda
- PKI melancarkan pemberontakan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatra Barat.
- Tujuan: menggulingkan Belanda dengan revolusi.
- Gagal total → ribuan ditangkap, banyak dibuang ke Boven Digoel.
- PKI dilarang oleh Belanda.
🔹 1945 – PKI Bangkit Kembali
- Setelah Proklamasi Kemerdekaan, PKI muncul lagi di bawah Amir Sjarifuddin dan Musso.
- Masuk ke kancah politik Republik, tapi segera terlibat konflik.
🔹 1948 – Peristiwa Madiun (Madiun Affair)
- Dipimpin Musso, PKI mendirikan “Republik Soviet Indonesia” di Madiun.
- Tujuan: menjadikan Indonesia negara komunis.
- Ditumpas oleh TNI di bawah Panglima Besar Jenderal Sudirman.
- Ribuan orang terbunuh, PKI kembali dihancurkan.
🔹 1950-an – PKI Bangkit Lagi
- Dipimpin D.N. Aidit, Njoto, dan M.H. Lukman.
- Mengubah strategi: ikut pemilu, membangun organisasi massa (BTI, Pemuda Rakyat, Gerwani, SOBSI, dll.).
- PKI jadi partai dengan massa terbesar di luar Uni Soviet & RRT.
🔹 1955 – Pemilu Pertama Indonesia
- PKI menjadi partai peringkat ke-4 (6 juta suara).
- Menunjukkan basis massa kuat, tapi belum dominan.
🔹 1959 – Demokrasi Terpimpin Soekarno
- Soekarno menggagas Nasakom (Nasionalis–Agama–Komunis).
- PKI mendapat tempat penting dalam politik nasional.
- Namun, hubungan PKI dan militer (khususnya Angkatan Darat) makin tegang.
🔹 1960–1965 – PKI Mencari Dominasi
- PKI mendorong gagasan “Angkatan Kelima” (buruh & tani bersenjata).
- Melawan tuan tanah dalam konflik agraria.
- Semakin dekat dengan Soekarno, tapi curiga pada jenderal-jenderal AD.
- Aidit yakin ada “Dewan Jenderal” yang hendak mengkudeta Soekarno.
🔹 30 September 1965 – G30S/PKI
- Malam 30 September, kelompok militer yang terafiliasi dengan PKI menculik & membunuh 6 jenderal TNI AD.
- Tujuan: menyingkirkan “Dewan Jenderal” dan mengambil alih kekuasaan.
- Gerakan gagal → dalam hitungan hari, Soeharto mengambil alih kendali.
🔹 Pasca G30S
- PKI dituduh sebagai dalang utama.
- Operasi penumpasan berlangsung luas, jutaan orang ditangkap atau dibunuh.
- PKI hancur total dan dilarang di Indonesia.
📌 Benang merahnya:
PKI sejak awal berdiri punya DNA revolusioner → 1926 gagal, 1948 gagal, 1965 jadi puncak & kehancuran.
Mereka tiga kali mencoba jalur pemberontakan karena keyakinan ideologis bahwa revolusi adalah jalan menuju kekuasaan.





















