• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Plus Minus Sistem  Proporsional Terbuka & Tertutup pada Pemilu 2024

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han by Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han
December 31, 2022
in Feature, Politik
0
Plus Minus Sistem  Proporsional Terbuka & Tertutup pada Pemilu 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Dr. Susilawati Sisi, SE.,MM.,MA.,M.han – Intelektual Bela Negara

Akhir – akhir ini muncul di media nasional bahwa ternyata ada partai politik (parpol) yang mengajukan Judicial Review (JR) UU Pemilihan Umum (Pemilu) mengenai sistem proporsional tertutup untuk pemilihan anggota legislatif yang diusung oleh parpol pada Pemilu tahun 2024 mendatang. Informasi yang disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari, sebagai catatan akhir tahun 2022 terhadap kinerja KPU. 

Adapun yang menjadi dasar perubahan adalah bahwa sistem proporsional terbuka membuat fungsi parpol dalam menjalankan kerja politik tidak dapat maksimal karena terkadang kader potensial yang diharapkan parpol lolos di parlemen untuk membawa pesan/kepentingan rakyat di daerah pemilihan (Dapil) masing – masing dengan kepentingan parpol menjadi kurang efektif. Dengan sistem terbuka siapa saja bisa terpilih dan lolos ke parlemen selama yang bersangkutan telah terdaftar sebagai calon legislatif (caleg) di KPU walau bukan sebagai pengurus parpol. Selain kompetisi demokrasi sering berujung ricuh dan menimbulkan kegaduhan politik yang berkepanjangan juga rentan terjadi politik uang serta jual beli suara yang merugikan caleg – caleg itu sendiri.

Untuk lebih efisien dan menghindari dampak buruk dari sistem proporsional terbuka maka digugat aturan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar lebih adil dirasakan dalam pembuatan kebijakan di parlemen dan aspirasi rakyat menjadi lebih jelas serta terukur. 

Dengan proporsional tertutup harapannya parpol dapat mengatur sistem kerja politik sebagaimana yang diharapkan untuk mencapai tujuan lebih besar yaitu memajukan bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih mudah. 

Namun sejak Pemilu tahun 2009 hingga pemilu tahun 2014 dan 2019, pemilihan legislatif (pileg) telah dijalankan dengan sistem proporsional terbuka. Apakah memungkinkan untuk kembali pada sistem proporsional tertutup seperti pada Pemilu 2004? Saat ini para penggugat sedang menunggu keputusan dari MK, karena sejatinya aturan perubahan tersebut tidak melanggar aturan konstitusi negara yang lebih tinggi dalam arti sah dilakukan perubahan demi kebaikan politik demokrasi nasional mengingat parpol sebagai unsur penting dalam politik demokrasi di antara unsur lainnya. Andai nanti diputuskan menjadi sistem proporsional tertutup, sejatinya gugatan mengenai Presidential Threshold (PT) 20% yang selama ini sudah digugat ke MK agar menjadi 0% sejatinya demi kebaikan politik nasional dalam rangka mencapai tujuan nasional juga dapat diputuskan menjadi 0%. Karena gugatan ini juga sebagai upaya untuk mengubah aturan yang tidak bertabrakan dengan aturan konstitusi negara yang lebih tinggi.

Kita tunggu bersama bagaimana keputusan MK, semoga MK masih tetap dapat bekerja secara netral.  Bukan tentang siapa yang menggugat, tapi terbaik atas dasar dampak positif bagi sistem politik demokrasi yang secara terus menerus dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari proses demokrasi nasional sejak sistem Pemilu demokrasi dijalankan oleh bangsa Indonesia, tapi bukan atas dasar kepentingan sekelompok elit/pihak yang berujung rapuhnya nilai politik demokrasi nasional.

Tulisan ini hanya sebagai pengingat untuk kita semua dalam menghadapi pemilu serentak di tahun 2024 agar menghasilkan Pemilu dan pemimpin yang berintegritas yang dibutuhkan bangsa Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PBB  Minta pendapat hukum Mahkamah Internasional tentang Pendudukan Israel atas wilayah Palestina

Next Post

Italia Desak UE  Bekerja menuju Kemandirian Ekonomi yang Lebih Besar dari AS

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Related Posts

Naik karena Rakyat, Tumbang karena Cendekia
Politik

Pemilu 2029: Duel Kekuasaan Prabowo vs Jokowi

July 2, 2026
Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya
Politik

Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

July 1, 2026
Feature

Mengembalikan Nilai-Nilai Murobbi dalam Jiwa Seorang Guru

July 1, 2026
Next Post
Italia Desak UE  Bekerja menuju Kemandirian Ekonomi yang Lebih Besar dari AS

Italia Desak UE  Bekerja menuju Kemandirian Ekonomi yang Lebih Besar dari AS

Obituari : Paus Emeritus Benediktus XVI, Paus Yang Mengundurkan Diri 

Obituari : Paus Emeritus Benediktus XVI, Paus Yang Mengundurkan Diri 

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

July 2, 2026
Naik karena Rakyat, Tumbang karena Cendekia

Pemilu 2029: Duel Kekuasaan Prabowo vs Jokowi

July 2, 2026
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

July 2, 2026
Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

July 1, 2026
Bahkan Masyarakat Pun Rayakan Hari Bhayangkara

Bahkan Masyarakat Pun Rayakan Hari Bhayangkara

July 1, 2026

Mengembalikan Nilai-Nilai Murobbi dalam Jiwa Seorang Guru

July 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

July 2, 2026
Naik karena Rakyat, Tumbang karena Cendekia

Pemilu 2029: Duel Kekuasaan Prabowo vs Jokowi

July 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist