• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Polarisasi Hukum dan Bahaya Makar: Refleksi atas Polemik Kapolri dan Penyidikan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
January 23, 2025
in Feature, Law
0
Mutasi Besar Besaran!! 30 Perwira Dimutasi Kapolri, Berikut Daftarnya
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam beberapa bulan terakhir, dinamika hukum di Indonesia menghadirkan polemik yang menarik perhatian publik. Isu besar seperti makar, kepemimpinan Kapolri, dan peran penyidik sipil menjadi perdebatan yang tak kunjung usai. Setiap pihak tampaknya memiliki pandangan yang sahih, namun ketika hukum bertabrakan dengan kepentingan politik dan birokrasi, bahaya besar mengancam tata kelola negara.

Bahaya Makar dan Ranah Hukum

Makar merupakan delik yang tak hanya melibatkan aspek hukum, tetapi juga menyentuh ranah politik dan keamanan negara. Dalam hukum pidana Indonesia, makar bukan sekadar perkara teknis penyidikan, tetapi menjadi ranah sensitif yang membutuhkan penanganan serius oleh Polri. TNI AL, yang berupaya memulai “itikad baik” dengan mencabut pagar laut yang telah memicu keresahan masyarakat, menunjukkan langkah proaktif untuk mencegah konflik yang lebih besar. Langkah ini sekaligus menyoroti lemahnya respons Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam menangani situasi tersebut.

Sikap “diam” Kapolri, meski Presiden telah memberikan perintah tegas untuk mencabut pagar laut, memunculkan persepsi negatif di masyarakat. Tuduhan bahwa Kapolri melindungi atau memproteksi para pelaku pemagaran laut menjadi sorotan. Polri sebagai penyidik utama dalam kasus ini tampak tertinggal informasi dibandingkan dengan menteri terkait, sehingga menimbulkan keraguan publik terhadap kinerja lembaga tersebut.

Penyidik Sipil dan Polemik Pradilan

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PNS), berdasarkan asas hukum, memang memiliki kewenangan untuk melakukan tugas-tugas penyidikan. Namun, koordinasi yang buruk antara penyidik sipil dan Polri seringkali menjadi penyebab konflik yang berujung pada praperadilan. Sebagai contoh, kasus yang melibatkan Ahok terkait razia bus oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta tanpa koordinasi dengan Polri menunjukkan celah besar dalam pelaksanaan hukum. KUHAP, yang menjadi pedoman penyidikan, membuka ruang bagi pihak yang merasa dirugikan untuk menggugat legalitas tindakan penyidik.

Desakan Reformasi Kepemimpinan Polri

Kritik terhadap Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga menyasar pada dugaan keberpihakan berlebihan kepada Presiden Jokowi, yang dalam istilah satir disebut sebagai “Jo Owie.” Hal ini memunculkan pertanyaan tentang netralitas Polri sebagai lembaga penegak hukum negara. Kapolri yang seharusnya menjadi simbol presisi dan ketaatan terhadap hukum dinilai justru memperlihatkan disfungsi dalam tugasnya.

Desakan untuk mengganti Kapolri dengan Wakapolri adalah cerminan keresahan publik atas kinerja Polri. Tidak cukup hanya sekadar jargon “Presisi” yang digaungkan, Polri harus menunjukkan bahwa mereka mampu menjalankan tugas dengan profesionalisme tanpa intervensi politik atau konflik kepentingan.

Mengembalikan Integritas Hukum

Bahaya besar dari situasi ini adalah hilangnya kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Ketika hukum menjadi kabur (obscure) akibat tarik-menarik kepentingan, stabilitas negara berada di ujung tanduk. Kasus makar, meski memicu perdebatan, seharusnya menjadi momen untuk menegaskan kembali pentingnya supremasi hukum. Polri, sebagai garda depan penegakan hukum, harus mampu mengembalikan kepercayaan tersebut.

Kesimpulan

Polemik hukum, penyidikan, dan kepemimpinan di tubuh Polri menunjukkan bahwa reformasi struktural dan kultural menjadi kebutuhan mendesak. Ketika TNI AL mengambil langkah proaktif sementara Kapolri tampak pasif, hal ini mencerminkan ketimpangan dalam penegakan hukum. Kapolri harus lebih dari sekadar pemimpin birokrasi; ia harus menjadi penjaga independensi hukum. Sebagai rakyat, kita berhak mendesak perubahan, karena penegakan hukum yang lemah tidak hanya merugikan individu, tetapi juga membahayakan masa depan bangsa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Boyamin : Melakukan Penyidikan Tanpa Menetapkan Tersangkanya..

Next Post

Mahfud MD Desak Pemerintah Usut Tuntas Terbitnya Sertifikat HGB dan SHM Pagar Laut di Tangerang, Melalui Jalur Hukum

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers
Law

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Next Post
Terkait Hak Angket, Mahfud MD Serahkan Sepenuhnya Kepada DPR

Mahfud MD Desak Pemerintah Usut Tuntas Terbitnya Sertifikat HGB dan SHM Pagar Laut di Tangerang, Melalui Jalur Hukum

Reklamasi Pulau: Untuk Apa dan Untuk Siapa?

Reklamasi Pulau: Untuk Apa dan Untuk Siapa?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...