• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Polisi Indonesia Di Cemo’oh Warga Dunia

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
October 8, 2022
in News, Sport
0
Refleksi Tragedi Kanjuruhan: Antara Kemanusiaan dan Etika Bisnis

Polisi menembakkan gas air mata saat kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Menurut Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Share on FacebookShare on Twitter

Disitulah, lalu analisis, merambah mencari penyebab sejumlah orang yang meninggal itu.Mati terinjak-injak. Mati lemas. Pintu terkunci.Satu lagi Polisi menembakan Gas Air Mata ke arah tribune.

Tragedi yang tak dapat dimengerti – begitu yang disampaikan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino, menanggapi bencana di Kajuruhan.

Pidato singkatnya, beliau mengatakan:

Penghormatan kepada mereka yang kehilangan nyawa di Stadion Kanjuruhan Malang, Indonesia. Infantino menyebut kematian di stadion sebagai “hari gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan tragedi di luar pemahaman”.

Jumlah korban yang meninggal pada peristiwa Kanjuruhan, diberitakan antara 123 orang hingga 174 orang. Itu yang ditulis oleh banyak media asing, yang memberitakan dan mengupas perisitiwa tragedi pertandingan Arema vs Persebaya. Angka kematian yang angkanya spektakuler, menjadi perhatian para pengamat bola dunia, yang teramat serius. Karena itu, berbagai video yang beredar diantara mereka, melengkapi sebagai saksi dalam setiap kupasan pemberitaannya.

Rasa simpati penggemar Bayen Munchen, mengunkapkan kekesalannya dengan menuding penyebabnya, yaitu Polisi. Mereka membentangkan spanduknya yg menulis “100 people killed by the police”.. Memang tidak bisa disangkal, bahwa ketidak hadiran public club Persebaya, di Malang, menyebabkan tidak ada konflik antar kedua fans club tersebut. Kasat mata, Gas Air Matalah penyebab kematian tersebut.

Disitulah, lalu para analisis, mencari tahu penyebabnya, kemudian menyimpulkan, apa sebanynya sejumlah orang yang meninggal itu; Mati terinjak-injak. Mati lemas. Pintu terkunci. Satu lagi Polisi menembakan Gas Air Mata ke arah tribune.

Terkahir, laporan Tempo menurunkan berita; “Temuan Kompolnas menyebutkan, ada polisi yang bersenjata gas air mata masuk ke stadion 5-10 menit sebelum pertandingan berakhir. Siapa yang memerintahkan pasukan menembakkan gas air mata dalam tragedi di Kanjuruhan?”
Bahkan Washington Post menurunkan berita yang membuat orang terenyuh “Many children died in Indonesia’s stadium disaster. Her 3-year-old was one.” Judul berita seperti ini, pasti diserbu pembaca, karena  memilukan hati dan aneh.
Time memberi judul, yang sangat mempermalukan Indonesia; “Seperti Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Belum Menyelesaikan Masalah Kekerasan Sepak Bola yang Sudah terlalu Lama” Hilangnya sedikitnya 125 nyawa pada pertandingan sepak bola Indonesia hari Sabtu telah membuka kembali sejarah bermasalah bangsa Asia Tenggara dengan olahraga.
Sepak bola Indonesia telah diganggu selama beberapa dekade oleh persaingan antar klub yang terkadang bisa mematikan. Menurut data dari pengawas olahraga Indonesia Save Our Soccer, dikutip oleh Associated Press, setidaknya 78 pendukung sepak bola tewas di Indonesia antara 1995 sampai tragedi Sabtu yang lalu di Stadion Kanjuruhan di Jawa Timur.
Banyak lagi yang terluka. Bencana terbaru, yang terjadi pada pertandingan antara klub sepak bola Arema FC dan Persebaya Surabaya, saja menyebabkan sekitar 300 orang terluka.
Pernyataan Polisi seperti ini;  “Polisi mengatakan pendukung kerusuhan menyerang pemain dan ofisial tim, dan polisi berusaha melindungi para pemain dan menghentikan kerusuhan, namun massa bentrok dengan aparat keamanan. Sebagai tanggapan, unit polisi anti huru hara mengerahkan gas air mata, yang memicu mereka yang panik saling injak-menginjak  di stadion Kanjuruhan,  yang mencoba melarikan diri dari efek gas itu. Kepanikan terakumulasi  di pintu keluar yang terkunci, mengakibatkan penggemar kemudian sesak napas.

“Saya masih bisa mendengar suara anak-anak memanggil ibu mereka,” kata Bima Andhika, 25, yang lolos dari injakan maut itu, dengan saudara perempuannya yang berusia 14 tahun. Pamannya dan tiga tetangganya juga termasuk di antara yang tewas, katanya.

Saksi lain, Rezqi,  akhirnya berhasil keluar dari stadion. Dia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Orang-orang pingsan di tanah, beberapa dari mereka berlumuran darah. Penonton lain marah dan membakar mobil polisi.

“Saya mengira sebuah insiden akan terjadi. Saya tahu risikonya,” kata Rezqi. Namun, dia mengatakan  tidak pernah berfikir episode yang parah dengan jumlah kematian yang begitu tinggi akan terjadi. “Ini di luar pemahaman saya,” tambahnya.

Muhammad Iqbal, 17, terlindas setelah jatuh dari tangga. Dia mengalami luka di kaki, perut, dan dadanya saat orang-orang berusaha melewatinya. Matanya juga terasa perih dan berdarah oleh gas yang ditembakkan polisi, katanya.

“Saya siap mati di sana. Saya pikir pasti saya tidak akan pernah bisa keluar, ”kata Iqbal, yang bekerja sebagai penjual makanan. “Mengapa mereka menembaki orang yang tidak bersalah?”

Daniel Alexander Siagian, koordinator LBH Surabaya cabang Malang, mengatakan ada “penggunaan kekuatan yang berlebihan” dan aturan pengendalian massa tampaknya telah dilanggar. Berdasarkan video yang muncul dari pertandingan itu, dia juga mempertanyakan mengapa anggota militer tampak hadir di arena.

“Pihak berwenang tidak mengikuti prosedur yang jelas, seperti mengeluarkan peringatan terlebih dahulu atau menggunakan meriam air,” katanya kepada The Washington Post. “Mereka baru saja mulai menembakkan gas air mata.”

Amnesty International menyerukan penyelidikan segera atas tanggapan polisi, mengungkapkan keprihatinan atas penggunaan gas air mata.

“Sayangnya polisi Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam penggunaan kekuatan yang berlebihan,” kata Usman Hamid, direktur eksekutif kantor Amnesty Indonesia.

Dari berbagai sumber Luar Negeri

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keputusan Berani Nasdem Mengusung Anies sebagai Capres, Apakah Sudah Tepat?

Next Post

Simalakama Hakim MK

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Kejaksaan Agung : Pertamax Dipastikan Penuhi Standar
Feature

Febrie Ditahan untuk Dibebaskan?

July 25, 2026
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan
Feature

Eksepsi Dikabulkan, Dakwaan Gugur: Jaksa Sedang Bermain Apa?

July 23, 2026
Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?
Feature

Eksepsi Tifa Dikabulkan: Benarkah Ini Skenario yang Paling Menguntungkan Jokowi?

July 23, 2026
Next Post
Simalakama Hakim MK

Simalakama Hakim MK

Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

PSSI, Negara di Dalam Negara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Kebocoran Kekayaan Negara ​Ketika Tata Kelola Dikalahkan oleh Kepentingan: (Membangun Benteng Integritas untuk Menjaga Kedaulatan Ekonomi)

July 25, 2026
Bahasa Pemimpin dan Martabat Demokrasi: Ketika Kritik Dijawab dengan Label

Bahasa Pemimpin dan Martabat Demokrasi: Ketika Kritik Dijawab dengan Label

July 25, 2026
Dari Bung Hatta ke Gibran: Menukiknya Kualitas Wakil Presiden Indonesia

Wapres Era Pak Harto Orang-orang Hebat

July 25, 2026

KAUM LIBERAL ETIK: DARI REFORMASI, HARAPAN KEPADA JOKOWI DAN UJIAN PRABOWO

July 25, 2026
Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Pak Harto; Londo Ireng diajak Untuk Turut Membangun – Prabowo; Dinilai Sebagai Antek Asing

July 25, 2026
Kejaksaan Agung : Pertamax Dipastikan Penuhi Standar

Febrie Ditahan untuk Dibebaskan?

July 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Kebocoran Kekayaan Negara ​Ketika Tata Kelola Dikalahkan oleh Kepentingan: (Membangun Benteng Integritas untuk Menjaga Kedaulatan Ekonomi)

July 25, 2026
Bahasa Pemimpin dan Martabat Demokrasi: Ketika Kritik Dijawab dengan Label

Bahasa Pemimpin dan Martabat Demokrasi: Ketika Kritik Dijawab dengan Label

July 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist