• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Politik adalah Pengkhinatan

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
February 10, 2023
in Feature, Politik
0
Indonesia Negeri Para Bedebah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Politik adalah pengkhianatan. Atau setidaknya identik dengan pengkhianatan. Betapa tidak? 

Marcus Junius Brutus (117-42 SM), yang sudah dianggap Julius Caesar (100-44 SM) laiknya anak sendiri ternyata tega membunuh Kaisar Romawi itu pada 15 Maret 44 SM.

Itu di zaman kuno. Setelahnya, pengkhianatan demi pengkianatan di dunia politik terus terjadi. Tak terkecuali di Nusantara. Ken Arok yang sudah diangkat Tunggul Ametung sebagai senapati, misalnya, tega membunuh Akuwu Tumapel itu dan menguasai takhtanya. Bahkan merebut permaisurinya, Ken Dedes. Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari pada 1222 di Malang, Jawa Timur.

Di era Indonesia modern, pengkhianatan demi pengkhianatan juga terjadi di dunia politik. Soeharto, misalnya. Berbekal Surat Perintah 11 Maret 1966 (Super Semar), ia menyingkirkan Bung Karno yang justru sebagai pemberi Super Semar itu. 

Penguasa Orde Baru itu pun akhirnya dikhianati orang-orang terdekatnya sendiri dengan ramai-ramai mengundurkan diri dari kabinet menjelang lengser 21 Mei 1998. 

Ada 14 menteri yang mengundurkan diri dari Kabinet Pembangunan VII, di antaranya Akbar Tandjung, Ginandjar Kartasasmita, Kuntoro Mangkusubroto, dan AM Hendropriyono. Politikus-politikus itu justru kemudian eksis di dunia politik di era reformasi, bahkan ada yang hingga kini.

Akbar Tandjung pernah menjadi Ketua DPR RI. Ginandjar Kartasasmita pernah menjadi Ketua DPD RI. AM Hendropriyono pernah menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), bahkan kini menjadi salah satu orang terdekat Presiden Joko Widodo. 

Yang paling mencolok adalah Harmoko. Menteri Penerangan beberapa periode di era Orde Baru itulah yang meminta Pak Harto kembali maju sebagai calon presiden pada Sidang Umum MPR RI 1997. Saat itu Harmoko menjabat Ketua Umum Golkar sekaligus Ketua DPR/MPR. Dalihnya, setelah pihaknya “anjajah desa milangkori” (berkeliling desa dari pintu ke pintu), mayoritas rakyat menghendaki Pak Harto kembali memimpin Indonesia. Namun tak berapa lama setelah Pak Harto terpilih untuk ke tujuh kalinya, justru Harmoko mendesak Pak Harto mundur dengan dalih kehendak rakyat.

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pun merasa diikhianati Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga hingga kini putri Bung Karno itu pun belum benar-benar normal interaksinya dengan Presiden ke-6 RI tersebut.

Kini, pengkhianatan di dunia politik disinyalir kembali terjadi. Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra yang sudah tiga kali berlaga dalam kontestasi pemilihan presiden, mengaku sering dikhianati dan dibohongi. Oleh siapa?

Menteri Pertahanan yang diidentifikasi sebagai “the little Soekarno” atau Soekarno kecil itu tak menyebut nama. Tapi ketika kemudian terungkap bahwa saat menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 ia meneken perjanjian dengan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, calon gubernur dan wakil gubernur saat itu, barulah ungkapan bernada sindiran itu dimaknai ditujukan kepada Anies Baswedan.

Mengapa bukan ke Sandiaga Uno? Semula juga disinyalir ke sana, saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu “leda-lede”, “gendulak-gendulik” alias oleng ke sana kemari hendak bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Belakangan ketika Sandi “kembali ke jalan yang benar” dengan mengikrarkan kembali kesetiaannya kepada Prabowo, sinyalemen itu pun sirna sudah.

Apalagi ketika kemudian terungkap Sandi ikut mengelaborasi isu yang diembuskan Erwin Aksa, keponakan Jusuf Kalla, bahwa Anies memiliki utang Rp50 miliar kepada Sandi. Setelah salat istikharah, menimbang dan konsultasi dengan keluarganya, Sandi akhirnya mengaku mengikhlaskan piutangnya ke Anies sejumlah Rp50 miliar itu. 

Tudingan kemudian hanya mengarah ke Anies. Bekas Gubernur DKI Jakarta ini dituduh mengkhianati Prabowo. Sebab ada isu saat dicalonkan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies berjanji tidak akan maju sebagai calon presiden jika Prabowo maju. Apalagi saat dideklarasikan Partai Nasdem sebagai capres 2024 pada 3 Oktober 2022, Anies tidak terlebih dulu pamit atau memberi tahu Prabowo.

Para loyalis Anies dan partai pengusungnya pun meradang. Mereka ramai-ramai pasang badan. Ada yang menyatakan utang Rp50 miliar itu dianggap lunas ketika Anies-Sandi memenangkan pilkada. Hal ini disuarakan antara lain oleh Hendri Satrio, dosen Universitas Paramadina junior Anies.

Ada pula yang menyatakan Anies tak pernah berjanji ke Prabowo untuk tidak maju capres selagi Prabowo maju. Kalaupun ada klausul semacam itu, kata loyalis Anies, itu hanya menyangkut Pilpres 2019 yang sudah lewat, bukan Pilpres 2024 yang akan datang.

Ada lagi yang menyatakan siap membayar utang Anies, dengan catatan perjanjian utang-piutang itu diungkap ke publik.

Seperti galibnya, Anies membisu. Dia diam seribu basa soal utang itu. Mungkin merasa tidak etis membahas utang, karena itu menyangkut “aib”. Mungkin pula ia tak punya jawaban yang jitu.

Sudirman Said, loyalis Anies, akhirnya tampil “mewakili” patronnya, sebagaimana Hendri Satrio. Bekas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu memastikan utang Anies ke Sandi Rp50 miliar itu benar adanya. Ada dua tahap, Rp20 miliar dan Rp30 miliar. Hanya saja, utang itu dianggap selesai ketika Anies-Sandi memenangkan pilkada. Sedangkan jika kalah, maka Anies harus mengembalikannya. 

Jika benar apa kata Sudirman Said dan Hendri Satrio, maka di situlah terdapat logika terbalik. Ketika menang utang dianggap lunas, ketika kalah utang harus dilunasi. 

Mestinya justru sebaliknya, ketika menang utang harus dibayar, ketika kalah utang dianggap selesai. Kalau kalah harus membayar utang, maka ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Tapi pihak Anies berdalih, justru hal itu untuk menciptakan budaya baru.

Khianat

“Khianat”, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti “perbuatan tidak setia; tipu daya; perbuatan yang bertentangan dengan janji”. Benarkah Anies Baswedan mengkhianati Prabowo Subianto seperti sinyalemen sementara pihak?

Biarlah waktu yang menjawab. Yang jelas, jika memang merasa berutang, maka wajib hukumnya bagi Anies untuk membayar. Bahkan tak perlu dibayar oleh orang lain, karena selama lima tahun menjabat gubernur, uang Rp50 miliar itu bukan jumlah yang banyak. Perkara Sandi mau atau tidak, karena ia sudah mengikhlaskan, itu persoalan lain.

Yang kemudian mendapat kredit poin justru Sandiaga Uno karena sudah mengikhlaskan piutangnya itu. Bagi Sandi, uang RP50 miliar barangkali tak seberapa dengan hartanya yang mencapai triliunan rupiah.

Lalu bagaimana dengan Anies? Sekali lagi, biarlah waktu yang menjawab. Apalagi seandainya Anies berkhianat pun di dunia politik sudah biasa.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana bisa Erwin Aksa yang pada Pilkada DKI Jakarta 2017 menjadi bagian dari tim sukses Anies-Sandi membeberkan “aib” sahabatnya itu? Apakah ada “hidden agenda” (agenda terselubung) untuk sengaja memisahkan Anies dari Prabowo dan Sandi supaya bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu melenggang sendirian ke Pilpres 2024, tanpa “direcoki” Prabowo dan Sandi?

Semua mafhum, utang adalah pisau pemutus tali silaturahim yang paling tajam. Apakah dengan diembuskannya isu utang itu lalu hubungan Anies dengan Prabowo dan Sandi akan terganggu?

Ataukah Erwin Aksa juga mengkhianati Anies? Biarlah waktu yang bicara!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Viral! 2 Wanita Non-Muslim Kedapatan Masuk Halaman Masjid Nabawi, Kok Bisa?

Next Post

Matahari Tunjukkan Gejala Aneh, Belum Pernah Begini Sebelumnya, Kiamat Sudah Dekat?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Matahari Tunjukkan Gejala Aneh, Belum Pernah Begini Sebelumnya, Kiamat Sudah Dekat?

Matahari Tunjukkan Gejala Aneh, Belum Pernah Begini Sebelumnya, Kiamat Sudah Dekat?

Tak Sengaja Tetapkan Status Tersangka Nurhayati, Kabareskrim: Lihat Secara Utuh

Bareskrim: Ada Beda Penjelasan Labkesda dan BPOM di Kasus Gagal Ginjal, Lalu Apa?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist