• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

POLITIK IJAZAH, POLITIK POST-TRUTH

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
May 18, 2025
in Feature, Politik
0
POLITIK IJAZAH, POLITIK POST-TRUTH
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto, Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila

PENDAHULUAN
“Post-truth” adalah istilah yang merujuk pada situasi ketika fakta objektif dan kebenaran dianggap kurang penting dibandingkan emosi, keyakinan pribadi, dan narasi yang disukai. Dalam era post-truth, informasi yang tidak akurat atau menyesatkan dapat dengan mudah menyebar dan membentuk opini publik.

Istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan fenomena di mana politisi, media, dan masyarakat lebih memprioritaskan narasi yang menguntungkan kepentingan mereka ketimbang mencari kebenaran faktual. Saat ini Indonesia tengah berada dalam pusaran krisis post-truth, khususnya dalam bidang politik dan demokrasi. Kebenaran faktual terpinggirkan, dan rakyat menjadi korban manipulasi informasi yang sistematis.

Akibatnya, sulit untuk menemukan kebenaran sejati dalam situasi seperti ini. Post-truth merusak proses demokrasi dan menumbuhkan kebodohan politik yang mengikis kepercayaan rakyat terhadap institusi negara. Bahkan, kebenaran faktual kini diperdagangkan dan dipolitisasi. Fenomena ini semakin parah dengan keterlibatan influencer dan buzzer bayaran yang ditugaskan untuk mengukuhkan narasi-narasi palsu.

POST-TRUTH MERUNTUHKAN KEJUJURAN
Kasus ijazah Presiden Jokowi adalah contoh nyata bagaimana post-truth mempolitisasi isu yang sebetulnya sederhana dan mudah diselesaikan. Isu ini malah dibuat rumit, menyita energi bangsa, dan dipenuhi dengan intrik serta manuver yang mengabaikan kejujuran. Pertarungan ini menjadi arena hawa nafsu politik yang menciptakan kegaduhan, keresahan publik, dan ketidakpastian—sebuah pertunjukan yang jauh dari akal sehat.

Yang lebih memprihatinkan, kasus ijazah ini menyeret institusi pendidikan tinggi, yang sejatinya adalah menara integritas dan keilmuan, ke dalam permainan politik kotor. Demi memuluskan narasi post-truth, kepercayaan terhadap lembaga pendidikan dikorbankan. Sebuah kebodohan besar jika kita menggadaikan kejujuran hanya demi kepentingan politik sesaat.

POST-TRUTH DIMULAI DARI AMANDEMEN UUD 1945
Post-truth di Indonesia bermula dari proses amandemen UUD 1945 yang dilakukan oleh MPR secara diam-diam, tanpa mandat rakyat, dan melampaui kewenangannya. Perubahan ini merupakan titik awal dari demokrasi semu yang meminggirkan kedaulatan rakyat dan memberikan dominasi absolut kepada partai politik yang tidak selalu merepresentasikan kepentingan rakyat.

Sebelum amandemen dilakukan, terlebih dahulu dicabut TAP MPR dan UU tentang Referendum—langkah strategis untuk menyingkirkan partisipasi rakyat dalam menyetujui perubahan konstitusi. Ironisnya, amandemen ini dilakukan tanpa naskah akademik, namun mereka yang terlibat seolah tidak merasa bersalah.

Amandemen tersebut menghapus peran MPR sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia, dengan menghilangkan unsur utusan golongan dan daerah. Maka, MPR kehilangan legitimasi sebagai representasi kebhinekaan Indonesia. Ini merupakan tindakan post-truth yang dilakukan oleh MPR terhadap rakyat, tanpa dasar hukum yang sah.

Dampaknya terasa hingga kini: MPR tidak lagi merepresentasikan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Ia kehilangan legitimasi moral dan hukum karena telah berubah menjadi lembaga yang dipenuhi kepentingan elit. Maka wajar jika kita mengajukan pertanyaan kritis: dari mana MPR memperoleh kewenangan untuk mengubah negara kebangsaan menjadi negara demokrasi liberal? Apa dasar hukumnya?

Ketika demokrasi dijadikan “agama” dan Pancasila disingkirkan, maka kemunafikan tak terelakkan. Kebebasan berbicara dan berekspresi dipakai untuk melawan kaidah agama dan nilai-nilai luhur bangsa. Inilah wajah post-truth yang menciptakan kekacauan nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

PANCASILA TERGANTIKAN DEMOKRASI LIBERAL
Amandemen UUD 1945 telah mereduksi makna sila ke-4 Pancasila, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”, menjadi prinsip demokrasi yang berdasarkan suara mayoritas, kekuasaan, dan uang. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai Pancasila, yang kini telah tergantikan oleh semangat individualisme dan kapitalisme.

Pancasila yang seharusnya menjadi dasar filosofi negara tergeser oleh sistem demokrasi liberal yang justru memupuk kebohongan, manipulasi, dan kerakusan politik. Inilah konsekuensi tragis dari amandemen yang tidak sah dan tidak berpijak pada keinginan luhur pendiri bangsa.

KESIMPULAN
Solusi dari persoalan bangsa hari ini bukan terletak pada perbaikan sistem demokrasi yang telah tercemar, tetapi pada upaya kolektif untuk kembali kepada Pancasila dan UUD 1945 yang asli. Indonesia adalah negara kebangsaan yang dibangun berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila, bukan demokrasi liberal ala Barat. Pancasila merupakan antitesis dari individualisme, liberalisme, dan kapitalisme. Kembali ke dasar negara berarti kembali ke jati diri bangsa.

Sejarah mencatat bahwa kemerdekaan Indonesia diproklamasikan atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur untuk berkehidupan kebangsaan yang merdeka. Bukan kehidupan demokrasi post-truth yang penuh kepalsuan.

Kini saatnya kita dorong bersama kesadaran kolektif untuk kembali kepada Pancasila dan UUD 1945 yang murni dan konsekuen. Itulah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan masa depan bangsa.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tumbang oleh Teknologi: Akhir Era Kebohongan Jokowi?

Next Post

Oknum Komdigi Nikmati Miliaran Rupiah Uang Suap Dari Perlindungan Situs Judi online

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Oknum Komdigi Nikmati Miliaran Rupiah Uang Suap Dari Perlindungan Situs Judi online

Oknum Komdigi Nikmati Miliaran Rupiah Uang Suap Dari Perlindungan Situs Judi online

Jaksa Sebut Budi Arie Terima 50 Persen Komisi Lindungi Situs Judi Online

Jaksa Sebut Budi Arie Terima 50 Persen Komisi Lindungi Situs Judi Online

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...