• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Politik Ulat Keket

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 31, 2022
in Feature
0
Ragam Wajah Politik Identitas
Share on FacebookShare on Twitter



Oleh: Muhardis, PNS di Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Jakarta – Semalam, berita di salah satu TV nasional menghadirkan diskusi terkait isu keluarnya tokoh SU dari partai G untuk menyeberang ke partai P. Sang news presenter tidak sabaran menunggu tanggapan narsum inisial AP yang notabene berasal dari partai asal tokoh SU tadi.

Belum selesai menjawab, Mba Presenter menggebu-gebu mengulang pernyataan narsum untuk meyakinkan bahwa narsum berkata SU menggunakan politik ulat keket. Sebagai seorang penikmat berita, tangan ini langsung gatal untuk menjelajahi mesin perambah guna mencari makna ulat keket.

Berbagai alamat diberikan mesin perambah. Umumnya, beberapa alamat tersebut mengarah kepada kue berbentuk ulat berwarna hijau. Ada juga yang menampilkan foto ulat keket. Berbekal KBBI, ulat keket dimaknai sebagai ulat gajah. Lema tersebut dikenal pada bidang zoologi. Yuk, kita tanya Google siapa sih ulat gajah ini.

Sepertinya, deskripsi yang disajikan bobo.grid.id lebih pas karena di dalamnya juga terurai kaitan kupu-kupu gajah dengan ulat keket. Pada laman tersebut dituliskan bahwa kupu-kupu gajah tidak termasuk ke dalam jenis kupu-kupu. Hewan dengan nama ilmiah Attacus atlas ini berjenis ngengat. Bila kupu-kupu aktif mencari makanan pada siang hari, ngengat sebaliknya.

Secara morfologi mereka memang mirip, namun ukuran ngengat lebih besar sehingga ia dijuluki kupu-kupu gajah. Kalau tidak salah dengar, sang politikus AP menggunakan istilah “ular” keket. Entahlah jika telinga ini keliru. Ternyata diksi ular keket juga pas digunakan karena motif pada kepala kupu-kupu ini juga seperti ular. Kelebihan motif ini pula yang menyebabkan ia dijauhi predator.

Meminjam istilah semiotik Peirce, ikon-indeks-simbol, ulat keket dapat dikatakan sebagai simbol. Ikonnya ialah tokoh SU. Pertanyaannya, apa indeksnya? Indeks terbagi atas indeks ruang, temporal, dan persona.

Lebih gampangnya, Kompasiana.com (12/3/16), memberikan contoh indeks ruang seperti anak panah sebagai penunjuk arah; grafik waktu untuk contoh indeks temporal; dan kata ganti orang sebagai indeks persona.

Indeks sejatinya ialah hubungan sebab-akibat antara ikon dan simbol. Panah dengan ujung ke kanan disertai ikonnya memberikan indeks bahwa panah tersebut beserta ikonnya menunjukkan arah kanan untuk suatu petunjuk, misalnya arah parkir sepeda motor.

Tokoh SU dapat dikategorikan berindeks persona. Dengan membuat pernyataan SU ialah ulat keket memberikan indeks bahwa SU memiliki kesamaan perilaku dengan ulat keket. Lantas, apa yang ingin disamakan?

Saat didesak presenter, AP mengulangi bahwa SU memang seperti ulat keket. Dia bergabung ke dalam partai hanya untuk “makan daun”. Setelah daun itu habis, dia akan berpindah pohon (partai) untuk menyantap daun baru (lagi).

Keluarnya SU dari partai tidak berpengaruh apa-apa karena kehadirannya pun di dalam partai tidak berefek. Itu kata AP, ya. Bukan hal baru jika AP melontarkan kata-kata yang seperti itu. Pertama, AP menyamakan perilaku SU yang mencari keuntungan bergabung di suatu partai, sama halnya dengan ulat keket yang mencari daun sebagai konsumsi utamanya. Sayang, pernyataan berikutnya yang mengatakan SU tidak memberikan efek apa-apa terhadap partai yang dimasukinya, berbeda dengan perilaku ulat keket.

Pertama, ulat keket saat menjadi larva dapat menghasilkan sutera. Sutera ulat keket ini lebih unggul dibandingkan sutera dari ulat peliharaan. Bagaimana dengan sosok SU dengan ketokohannya? Apakah dia tidak menghasilkan “sutera”?

Kedua, dari namanya, Attacus atlas dikaitkan dengan tokoh mitologi yunani yang menopang langit (Atlas) di pundaknya. Selain itu, pola-pola di sayapnya juga mirip peta (biodiversitywarriors, 6/4/19). Lihat, ia mampu “menopang” langit di bahunya. Kuat, bukan? Apakah SU juga sekuat itu?

Ketiga, saat dewasa, ulat keket yang sudah menjadi kupu-kupu dewasa hidup dari cadangan energi yang diperoleh sewaktu menjadi larva. Dia menyimpan banyak energi. Energi apa yang “disimpan” SU di dirinya?

Dari ketiga pemaknaan terhadap si ulat keket tersebut, kita dapat memahami bahwa di satu sisi ikonisasi tokoh SU sebagai ulat keket dinilai negatif karena hanya menginginkan daun saja. Saat daun sudah habis, dia akan mencari pohon baru. Bagaimana jika dilihat dari sudut lain?

Dikutip dari Kompas.com, Sabtu 31 Desember 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anies: Panggil Aku Pak Yo!

Next Post

PBB  Minta pendapat hukum Mahkamah Internasional tentang Pendudukan Israel atas wilayah Palestina

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
PBB  Minta pendapat hukum Mahkamah Internasional tentang Pendudukan Israel atas wilayah Palestina

PBB  Minta pendapat hukum Mahkamah Internasional tentang Pendudukan Israel atas wilayah Palestina

Plus Minus Sistem  Proporsional Terbuka & Tertutup pada Pemilu 2024

Plus Minus Sistem  Proporsional Terbuka & Tertutup pada Pemilu 2024

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist