Jakarta, FusilatNews – 20 Mei 2025 — Kepolisian Republik Indonesia tengah menyelidiki sejumlah grup Facebook yang diduga membagikan konten bertema inses, termasuk grup Fantasi Sedarah yang belakangan ini menjadi sorotan publik.
Penyelidikan ini dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri bekerja sama dengan Direktorat Siber Polda Metro Jaya.
Pihak kepolisian menyebut telah mengidentifikasi beberapa individu yang aktif di dalam grup-grup tersebut dan saat ini tengah melakukan pencarian serta penangkapan terhadap para tersangka.
“Kami sudah mengidentifikasi profil para pelaku dan tim kami sedang melakukan pengejaran. Kami juga berkomitmen untuk terus melacak dan menindak grup-grup serupa di berbagai platform media sosial,” ujar Kepala Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Erdi A. Chaniago, dalam pernyataan tertulis pada Selasa, 20 Mei 2025.
Grup-grup yang menjadi objek penyelidikan meliputi Fantasi Sedarah dan Grup Suka Duka, yang dilaporkan memiliki ribuan anggota aktif. Pemantauan awal mengungkap adanya unggahan yang mengganggu, termasuk konten pornografi anak dan perempuan.
Brigjen Erdi mengimbau masyarakat untuk waspada dan turut serta menjaga ruang digital yang sehat. “Kami mengajak masyarakat untuk aktif menjaga ruang digital yang sehat dan aman, serta segera melaporkan jika menemukan konten yang menyimpang dan berpotensi melanggar hukum,” tambahnya.
Polda Metro Jaya menyatakan telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, terutama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemblokiran terhadap konten semacam itu.
“Pasti akan ada koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengungkap kasus ini,” ujar Kepala Subbag Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, dalam konferensi pers pada Jumat, 16 Mei 2025.
Penyelidikan ini bermula dari unggahan viral di platform media sosial X (dulu Twitter) yang mengungkap keberadaan grup Fantasi Sedarah di Facebook. Grup tersebut diduga menyebarkan konten-konten yang mempromosikan hubungan inses. Unggahan itu juga menyoroti keberadaan sejumlah grup serupa di platform yang sama.
Salah satu tangkapan layar yang viral menunjukkan unggahan dari grup tersebut yang menampilkan gambar seorang anak yang diduga diunggah oleh orang tuanya sendiri dengan keterangan yang tidak pantas.
“Grup ini sudah dihapus, tetapi masih ada grup serupa lainnya,” demikian isi unggahan yang menjadi viral tersebut.


























