Jakarta-Fusilatnews.—Perkembangan terakhir dinamika kehidupan politik dari partai-partai peserta Pemilu 2019, yang menurut UU adalah mereka yang berhak dapat mengusung Capres/Cawapres untuk Pilpres 24, dengan payung hukmum lainnya PT 20%, menjadi tidak jelas, siapa kawan dan siapa lawan. Tak kentara lagi wujud muka politik baik dan buruknya. Rakyat dibuat salah terus. Teori bahwa “politic is the arts of possible” bias tertukar dengan terminology yang lain, yaitu “an idiot will alwas difficult to predict his decision”.
Setelah opini kita terbentuk, kepada tiga kelompok koalisi, PDI-P (20%) dan PPP (4.52%), Gerinda (12,57%), Golkar (12,31%) PAN (6,8%) dan PKB (11,04%), lalu Nasdem, PKS (8.7%) dab PD (7,45%), tiba-tiba berubah. Surya Paloh melaporkan koalisi Nasdem (10.25%) dan PKB (11,04%), kepada Jokowi.
Ketua DPP PPP Ahmad Baidowi atau Awiek menyambut baik duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. PPP akan segera menjadwalkan pertemuan dengan Partai Demokrat serta PKS.
Langkah PPP pun, tidak jelas hendak melakukan apa meloby PD dan PKS. Apakah akan membawa ke gerbong PDIP atau membentuk koalisi baru, sehingga melahirkan kemungkinan pasangan Capres/Cawap res baru AHY dan Sandiaga Uno (memenuhi qoota PT 20%) Lebih lanjut disam[aikan, “Ya ada rencana (bertemu) sesama bappilu, mau koordinasi saling silaturahmi satu sama lain. Tetapi jadwalnya belum ya, ada rencana untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan kita berkoalisi gitu mengajak ke koalisi yang besar,” kata Awiek ditemui di acara doa bersama pemilu damai 2024, Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Yang menarik pernyataan Awiek adalah, seperti pernyataan bersayap, ingin menekan PDIP suoaya segera nenbgumunkab jaginya sebagai Cawapres. Ia juga menyebut terbongkarnya duet Anies-Cak Imin membuka peluang kepada Sandiaga Uno untuk bisa mendampingi Ganjar Pranowo. Dia pun mengajak agar Demokrat serta PKS segera merapat.
“Dengan komposisi seperti itu, peluang Pak Sandiaga Uno di Pak Ganjar semakin terbuka dan kami mengajak Demokrat dan PKS bergabung dengan Ganjar, pendukung Ganjar,” ucap Baidowi.
Partai Demokrat sebelumnya buka suara soal pertemuan Anies Baswedan, bakal capres yang didukungnya, dengan ibunda Ketua Umum PKB Cak Imin. Demokrat menyebut persetujuan itu diambil sepihak oleh Ketum Partai NasDem Surya Paloh.
“Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili capres Anies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai NasDem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar,” kata Sekjen Demokrat Teuku Riefky Harsya dalam keterangannya, Kamis (31/8).
“Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum NasDem, Surya Paloh,” imbuhnya.
























