FusilatNews– Melalui Kuasa Hukum Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Jakarta Timur menggugat Prabowo Subianto dan Dewan Pembina Gerindra ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan itu dilayangkan oleh Ketua DPC Gerindra Ali Hakim Lubis dan Sekjen DPC Gerindra Jaktim Faisal S Nata. Dalam gugatan tersebut, Prabowo diminta menjalankan keputusan Mahkamah Kehormatan Partai yang telah memberi rekomendasi pemecatan M Taufik dari Gerindra.
“Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk segera melaksanakan putusan Majelis Kehormatan Partai Gerindra tertanggal 7 Juni 2022,” demikian bunyi petitum gugatan tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, keputusan perihal pemecatan Mohammad Taufik sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Sebagai kader harus patuh dan taat atas keputusan yang diambil partai (DPP). Partai sendiri belum mengambil kebijakan keputusan, ya harus ikut,” kata Riza dikutip dari Antara, Rabu (20/7/2022).
Riza menegaskan, agar seluruh kader Partai Gerindra patuh dan taat terhadap keputusan yang telah disepakati Bersama mengenai status M Taufik yang merupakan mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.
“Kita sebagai kader harus patuh taat mengikuti kebijakan yang diambil partai, partai belum mengambil keputusan kita ikut ya,” ungkapnya
Lebih lanjut, Riza mengungkapkan terkait pemecatan M Taufik dari kader Gerindra merupakan rekomendasi dari majelis kehormatan partai. Namun keputusannya merupakan kewenangan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra. “Kan itu sudah disampaikan, bahwa dulu itu rekomendasi dari majelis kehormatan partai, namun kewenangan ada di DPP. Sebagaimana diketahui, M Taufik menyatakan dirinya masih kader Gerindra dan menjabat anggota DPRD DKI. m”Masih dong, masih di DPRD,” ujar M Taufik kepada wartawan, Senin (13/6/2022).
Taufik menyebut ada proses di DPRD usai dirinya direkomendasikan pemecatan. Proses tersebut nantinya harus melewati serangkaian tahap di Depdagri (Departemen Dalam Negeri).
“Belum (tahu sudah jalan prosesnya atau belum). Nggak tahu saya. Belum kayaknya. Ya masih Gerindra dong kan ada proses,” ungkap Taufik.





















