• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PRABOWO, KUNTO DAN VISI MANUSIA INDONESIA

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
December 14, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
PRABOWO, KUNTO DAN VISI MANUSIA INDONESIA
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro – Peneliti dari The BRAIN Institute

Beberapa hari lalu, kabar tentang mutasi besar-besaran 300 perwira tinggi TNI menggema di berbagai media. Sebagaimana biasanya, publik dan para pengamat politik serta militer ramai-ramai berspekulasi, mencoba menafsirkan makna di balik perubahan ini. Dua hal utama menjadi sorotan: pertama, tergesernya sejumlah perwira tinggi yang selama ini dianggap dekat dengan Presiden Jokowi dari posisi strategis; kedua, munculnya beberapa nama baru yang dinilai istimewa. Di antara mereka yang mencuri perhatian, satu nama bersinar lebih terang: Mayjen Kunto Arief Wibowo.

Kenapa Kunto Istimewa?

Mayjen Kunto, kini Letnan Jenderal, dianggap sebagai figur yang tidak mudah diabaikan. Ia dikenal tidak hanya karena kapasitas militernya, tetapi juga keberaniannya dalam berbicara jujur, bahkan ketika itu berarti menantang status quo. Pada 10 April 2023, Jenderal Kunto menulis sebuah artikel di Harian Kompas berjudul “Etika Menuju 2024”. Dalam tulisannya, ia secara kritis mengulas bagaimana narasi provokatif dalam politik telah menciptakan kemunduran moral di masyarakat. Ia juga memperingatkan dampak negatif dari fenomena ini terhadap pertahanan dan keamanan nasional.

Dengan nada penuh keprihatinan, Jenderal Kunto menyerukan agar partai politik mengambil langkah untuk memperbaiki keadaan. Namun, seperti yang ia sendiri akui, partai-partai politik saat itu sedang berada dalam kondisi tidak optimal. Dalam situasi hipotetis yang ia bayangkan, Kunto menyiratkan bahwa TNI mungkin perlu melangkah lebih jauh, mengambil peran yang lebih aktif untuk menjaga stabilitas bangsa.

Kritik semacam ini bukan tanpa risiko. Tulisannya dengan cepat dianggap sebagai ancaman terhadap kenyamanan elit politik. Dalam waktu singkat, hanya tiga bulan setelah artikel itu terbit, Jenderal Kunto dicopot dari jabatannya sebagai Pangdam Siliwangi, posisi bergengsi di TNI. Ia kemudian ditempatkan pada jabatan yang kurang strategis sebagai Wakil Komandan Kodiklat. Lebih dari setahun kemudian, ia dipindahkan lagi ke posisi Staf Ahli Bidang Ekonomi Setjen Wantannas, tanpa kenaikan pangkat.

Namun, perubahan nasib Kunto di era pemerintahan Presiden Prabowo sungguh kontras. Dalam langkah yang mengejutkan banyak pihak, Presiden Prabowo mengangkat Kunto menjadi Pangkogabwilhan I—sebuah jabatan yang memegang kendali atas puluhan ribu tentara, sekaligus memberinya kenaikan pangkat menjadi Letnan Jenderal. Banyak yang bertanya-tanya, apa makna dari keputusan ini?

Refleksi tentang Figur Pemimpin

Langkah Presiden Prabowo ini seolah mengirimkan pesan yang jauh lebih dalam daripada sekadar strategi pengangkatan pejabat militer. Ini adalah cerminan visi tentang figur pemimpin yang diidamkan. Sosok seperti Kunto adalah representasi dari pejabat publik yang berani berbicara jujur, memegang prinsip moral, dan mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Hal ini menjadi kontras yang mencolok dengan fenomena yang kita saksikan selama satu dekade terakhir, di mana loyalitas buta seringkali menjadi ukuran utama untuk promosi jabatan. Batas antara kepentingan publik dan kepentingan pribadi seorang presiden pun kabur, menciptakan budaya birokrasi yang penuh kehati-hatian semu.

Namun, pertanyaannya adalah: bagaimana kita bisa membangun mentalitas pejabat publik yang seperti ini? Bagaimana kita bisa menumbuhkan karakter pemimpin yang berani dan berintegritas dalam sistem yang telah terlanjur terbiasa dengan konformitas?

Revolusi mental yang diimpikan oleh Presiden Joko Widodo pada awal masa pemerintahannya kini seperti bayangan samar di kejauhan. Apa yang dulu diharapkan menjadi transformasi besar dalam cara berpikir dan bertindak pejabat publik kini seringkali hanya menjadi jargon kosong. Namun, pengangkatan Jenderal Kunto oleh Presiden Prabowo membuka kembali harapan akan realisasi visi ini.

Revolusi mental dalam konteks kepemimpinan publik bukan sekadar tentang mengganti individu-individu di posisi strategis. Ini adalah perubahan paradigma tentang bagaimana seorang pemimpin berpikir, bertindak, dan memengaruhi orang lain.

Kunto adalah contoh nyata dari figur yang mendobrak batas-batas yang ada. Dalam artikelnya di Harian Kompas, ia tidak hanya menunjukkan analisis tajam, tetapi juga keberanian untuk menyatakan pendapatnya meskipun tahu akan ada konsekuensi besar. Keberanian seperti inilah yang menjadi inti dari revolusi mental: keberanian untuk jujur, untuk berpikir kritis, dan untuk bertindak demi kepentingan yang lebih besar.

Visi Manusia Indonesia

Apa yang dapat kita pelajari dari langkah Prabowo ini? Pada intinya, pengangkatan Kunto bukan hanya tentang seorang jenderal. Ini adalah pernyataan tentang visi manusia Indonesia yang diimpikan: sosok yang kuat, cerdas, berani, dan memiliki integritas.

Visi ini mengingatkan kita pada konsep homo socius, manusia yang memahami bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat yang lebih besar. Dalam setiap keputusan dan tindakannya, ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.

Namun, menjadi homo socius bukanlah hal yang mudah. Sistem politik dan birokrasi kita seringkali memberi insentif pada individu yang bermain aman, yang memilih untuk menyesuaikan diri daripada menonjolkan karakter mereka. Untuk membentuk manusia Indonesia yang ideal, kita perlu membangun sistem yang memberi ruang bagi keberanian, inovasi, dan integritas.

Penempatan Kunto sebagai Pangkogabwilhan I adalah langkah strategis yang bisa berdampak besar pada masa depan kepemimpinan Indonesia. Dengan kendali atas kekuatan militer yang signifikan, ia berada di posisi untuk menunjukkan bagaimana prinsip moral dan keberanian dapat diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.

Namun, tantangan yang dihadapinya tidaklah kecil. Ia harus mampu menavigasi dinamika politik yang rumit, menjaga profesionalisme di tengah tekanan, dan tetap setia pada prinsip-prinsip yang ia yakini. Jika ia berhasil, Kunto dapat menjadi teladan bagi generasi pemimpin berikutnya, tidak hanya di militer tetapi juga di sektor publik lainnya.

Apa yang Kita Harapkan?

Dalam konteks yang lebih luas, pengangkatan Kunto adalah momen reflektif bagi kita semua. Ini adalah undangan untuk bertanya: apa yang kita harapkan dari para pemimpin kita? Apakah kita ingin mereka menjadi individu yang hanya mengejar kenyamanan pribadi, atau mereka yang berani menghadapi risiko demi kebaikan bersama?

Dalam bayangan visi manusia Indonesia yang diimpikan, kita melihat sosok seperti Kunto. Ia adalah simbol dari harapan bahwa di tengah segala tantangan, masih ada pemimpin yang berani mengambil jalan yang sulit namun benar.

Langkah Prabowo ini bukan sekadar tentang politik atau strategi militer. Ini adalah pengingat bahwa, pada akhirnya, kepemimpinan adalah tentang keberanian untuk melayani, keberanian untuk bermimpi, dan keberanian untuk berubah.

Kita berharap bahwa sosok-sosok seperti Kunto tidak hanya muncul sebagai pengecualian, tetapi menjadi norma baru dalam kepemimpinan Indonesia. Karena hanya dengan begitu, kita bisa benar-benar membangun bangsa yang kuat, adil, dan bermartabat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Jum’at Menjadi Rajanya Hari Dalam Islam?

Next Post

Pilkada Ulang 27 Agustus 2025 untuk Daerah yang Dimenangkan Kotak Kosong – Daerah Mana Saja?

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
KPU Keluarkan Pernyataan Jelang Putusan Sengketa Pilpres di MK

Pilkada Ulang 27 Agustus 2025 untuk Daerah yang Dimenangkan Kotak Kosong - Daerah Mana Saja?

UNESCO Terkesan Berat Sebelah, PPWI Dukung Persatuan Wartawan Rusia Surati Lembaga Dunia Itu

UNESCO Terkesan Berat Sebelah, PPWI Dukung Persatuan Wartawan Rusia Surati Lembaga Dunia Itu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...