• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Jum’at Menjadi Rajanya Hari Dalam Islam?

Ali Syarief by Ali Syarief
December 13, 2024
in Feature
0
Mengapa Jum’at Menjadi Rajanya Hari Dalam Islam?
Share on FacebookShare on Twitter

Sepanjang sejarah peradaban manusia, konsep minggu sebagai unit waktu telah mengalami berbagai evolusi. Meskipun saat ini hampir seluruh dunia menggunakan sistem tujuh hari dalam seminggu, pembagian ini bukan satu-satunya yang pernah ada. Beberapa peradaban kuno dan budaya lokal memiliki sistem yang berbeda, dengan minggu yang terdiri dari 8, 9, atau bahkan 10 hari. Perbedaan ini mencerminkan cara manusia memahami waktu, yang sering kali dipengaruhi oleh kebutuhan praktis, siklus astronomi, dan kepercayaan keagamaan. Namun, bagaimana sistem tujuh hari akhirnya mendominasi, dan apakah konsep minggu dengan jumlah hari yang berbeda masih relevan dalam sejarah dan kehidupan modern?

Konsep Hari dan Waktu dalam Sejarah

1. Asal Usul Pembagian Waktu Menjadi 7 Hari
Pembagian waktu menjadi tujuh hari dalam seminggu berakar dari peradaban kuno, terutama Babilonia (Mesopotamia). Babilonia, yang berkembang sekitar 2000 SM, menggunakan sistem astronomi sederhana untuk mengatur waktu. Mereka memilih pembagian tujuh hari berdasarkan pengamatan berikut:

  • Fase Bulan: Bulan membutuhkan sekitar 29,5 hari untuk menyelesaikan satu siklus (bulan sabit, purnama, dll.). Ini kemudian dibagi menjadi empat fase utama, masing-masing berlangsung sekitar tujuh hari.
  • Pengaruh Keagamaan dan Mitologi: Angka tujuh dianggap sakral dalam banyak kebudayaan kuno, termasuk Babilonia. Mereka menghubungkan hari-hari dalam seminggu dengan tujuh benda langit yang dapat diamati dengan mata telanjang: Matahari, Bulan, Mars, Merkurius, Jupiter, Venus, dan Saturnus. Setiap hari diberi nama berdasarkan benda-benda ini.

2. Penyebaran Konsep Minggu ke Peradaban Lain
Konsep minggu tujuh hari kemudian menyebar ke berbagai peradaban melalui pengaruh Babilonia:

  • Mesir Kuno: Meski Mesir lebih fokus pada kalender berbasis matahari, mereka menerima beberapa elemen pembagian tujuh hari melalui interaksi dengan bangsa Babilonia.
  • Yunani Kuno dan Romawi: Bangsa Yunani dan Romawi mengadopsi pembagian ini dan menyesuaikannya dengan dewa-dewa mereka. Misalnya, mereka mengaitkan hari dengan dewa tertentu yang terkait dengan benda langit.
  • Yahudi: Dalam tradisi Yahudi, konsep tujuh hari juga muncul dalam kisah penciptaan di Kitab Kejadian. Hari ketujuh (Sabat) menjadi hari suci untuk beristirahat.

3. Integrasi dengan Kalender Modern
Ketika Kekaisaran Romawi mengadopsi Kristen, konsep minggu tujuh hari diperkuat melalui ajaran agama. Kaisar Konstantinus secara resmi mengintegrasikan minggu tujuh hari ke dalam kalender Romawi pada abad ke-4 M.

4. Keterkaitan dengan Islam
Dalam Islam, konsep tujuh hari tidak diambil dari tradisi Babilonia atau Romawi, tetapi dianggap sebagai bagian dari aturan Allah yang universal. Hari Jumat menjadi istimewa karena keimanan bahwa Allah yang menciptakan waktu, menetapkan hari, dan memberikan keutamaan tertentu pada hari Jumat sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an dan hadis.

Pengaruh Astronomi dalam Penetapan Hari

Pengamatan benda langit tidak hanya memengaruhi pembagian tujuh hari tetapi juga waktu lainnya, seperti:

  • Satu Hari: Ditentukan oleh rotasi bumi pada porosnya, yang menghasilkan siang dan malam.
  • Satu Bulan: Berdasarkan waktu yang diperlukan bulan untuk mengorbit bumi.
  • Satu Tahun: Ditentukan oleh revolusi bumi mengelilingi matahari.

Kesimpulan

Konsep hari dan pembagian waktu menjadi tujuh hari berasal dari pengamatan astronomi kuno, yang kemudian dipengaruhi oleh kepercayaan religius dan mitologi Babilonia. Meskipun manusia mengorganisasi waktu, dalam keyakinan Islam dan agama-agama lainnya, Tuhanlah yang menciptakan waktu dan memberikan makna spiritual pada hari-hari tertentu seperti hari Jumat.

Meskipun saat ini minggu terdiri dari 7 hari di hampir semua budaya di dunia, ada catatan sejarah yang menunjukkan bahwa pembagian waktu dalam seminggu tidak selalu konsisten. Beberapa peradaban kuno menggunakan sistem yang berbeda sebelum akhirnya sistem 7 hari menjadi standar global.

Contoh Sistem Alternatif

  1. Peradaban Mesir Kuno
    Mesir Kuno menggunakan sistem 10 hari dalam satu minggu, yang mereka sebut sebagai “dekad.” Dalam kalender mereka, satu bulan terdiri dari tiga dekad (30 hari).
  2. Kalender Prancis Revolusioner (1793–1805)
    Saat Revolusi Prancis, pemerintah memperkenalkan kalender baru untuk menggantikan kalender Gregorian. Mereka menetapkan satu minggu terdiri dari 10 hari, disebut “décade.” Sistem ini bertujuan untuk menghilangkan jejak tradisi keagamaan, tetapi akhirnya gagal dan ditinggalkan.
  3. Suku dan Tradisi Lokal
    Beberapa suku di Afrika dan Asia memiliki sistem waktu tradisional dengan jumlah hari dalam seminggu yang berbeda, seperti 8 atau 9 hari. Ini biasanya terkait dengan siklus panen, ritual keagamaan, atau kebutuhan lokal lainnya.
  4. Kalender Romawi Awal
    Sebelum adopsi minggu 7 hari, bangsa Romawi awalnya menggunakan minggu 8 hari yang disebut “nundinae.” Setiap hari kedelapan adalah hari pasar, dan kalender ini digunakan hingga abad pertama SM.

Mengapa 7 Hari yang Dominan?

Sistem 7 hari akhirnya menjadi standar global karena:

  1. Pengaruh Babilonia
    Mereka menyebarkan tradisi 7 hari berdasarkan pengamatan benda langit (seperti disebutkan sebelumnya) dan makna keagamaan.
  2. Pengaruh Agama
    Agama Yahudi, Kristen, dan Islam mengadopsi minggu 7 hari dengan hari tertentu sebagai hari ibadah (Sabat, Minggu, dan Jumat).
  3. Penyesuaian Astronomi
    Siklus fase bulan (sekitar 29,5 hari) dibagi menjadi empat bagian, masing-masing sekitar 7 hari. Ini membuat sistem ini mudah diterima di berbagai budaya.

Apakah Mungkin Ada Minggu dengan 8 atau 9 Hari?

Secara teori, sebuah masyarakat atau budaya dapat menetapkan minggu dengan 8 atau 9 hari jika ada alasan praktis, astronomi, atau budaya. Namun, ini akan memerlukan adaptasi besar-besaran dalam sistem kalender, ekonomi, dan rutinitas global yang saat ini sangat bergantung pada minggu 7 hari.

Saat ini, sistem 7 hari tetap menjadi standar universal karena sudah sangat tertanam dalam berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari agama hingga ekonomi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Teh Novi Vs Agus Salim: Advokat Ngawur Tak Hayati Kode Etik

Next Post

PRABOWO, KUNTO DAN VISI MANUSIA INDONESIA

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
PRABOWO, KUNTO DAN VISI MANUSIA INDONESIA

PRABOWO, KUNTO DAN VISI MANUSIA INDONESIA

KPU Keluarkan Pernyataan Jelang Putusan Sengketa Pilpres di MK

Pilkada Ulang 27 Agustus 2025 untuk Daerah yang Dimenangkan Kotak Kosong - Daerah Mana Saja?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist