• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo Tunjukkan Kursus Politik yang Baik terhadap Bangsa

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
February 21, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Pendidikan politik yang ditunjukkan oleh Prabowo kepada bangsa ini cukup bijak dan presisi saat peringatan ulang tahun ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Bogor, pada 15 Februari 2025.

Ketika Prabowo meneriakkan kalimat “Hidup Jokowi!”, itu merupakan hak subjektifnya sebagai individu. Publik bebas menilainya dari berbagai perspektif: apakah sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan Jokowi, atau sebaliknya, sebagai refleksi dari kegagalan Jokowi dalam membangun karakter, adab, dan budaya bangsa (building national character). Atau bahkan dari sudut pandang lain, misalnya melihat betapa seringnya Jokowi diduga mendustai bangsa ini lebih dari 100 kali. Semua interpretasi tersebut sah dalam sistem demokrasi yang menjunjung kebebasan berpendapat.

Namun, yang membuat penulis merasa senang adalah bahwa Prabowo, baik sebagai presiden maupun sebagai individu, menunjukkan kesadaran tinggi terhadap hak-haknya. Ia menggunakan hak tersebut dalam kerangka kebebasan berpendapat yang dijamin oleh Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Prinsip keseimbangan hak antara pejabat publik dan rakyat—yang harus dijaga dalam batasan konstitusional—tampak dalam sikap dan ekspresi politiknya.

Inti dari tulisan ini adalah bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama dalam sistem demokrasi. Hal ini tampak jelas ketika dalam pidato politiknya pada malam peringatan ulang tahun Gerindra, Prabowo secara bebas dan lepas menyampaikan kritik terhadap pihak-pihak oposisi yang menurutnya terlalu “nyinyir” terhadap kinerja dirinya dan kabinet Koalisi Merah Putih (KMP). Dalam momen itu, ia pun berteriak lantang, “Ndas Mu!” selain seruan “Hidup Jokowi!” berulang kali.

Substansinya, dalam demokrasi yang berkeadilan, semua pihak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan pendapatnya. Jika masyarakat bebas mengkritik pemimpinnya, maka wajar pula jika seorang presiden memiliki hak serupa untuk merespons kritik tersebut dengan gaya yang ia anggap sesuai. Ungkapan seperti “Ndas Mu!” mungkin terdengar asing dan jarang diucapkan oleh pejabat publik, tetapi dalam konteks ini, Prabowo menunjukkan bentuk pendidikan politik yang riil, bijak, dan presisi—objektif sekaligus subjektif.

Dengan demikian, kursus politik kilat yang disampaikan oleh Presiden Prabowo menjadi indikator bahwa negara ini mulai lebih serius dalam menjalankan demokrasi sesuai dengan sistem politik hukum yang berlaku. Hubungan antara pemimpin dan rakyat dapat berjalan dinamis selama kedua belah pihak tidak melakukan tindakan anarkis atau merekayasa hukum demi kepentingan politik kekuasaan.

Ke depan, idealnya tidak ada lagi aksi demonstrasi yang berujung pada perusakan gedung dan fasilitas negara atau pelemparan benda-benda berbahaya kepada pejabat publik dan aparatur negara. Sebaliknya, aparat pun tidak lagi bertindak represif dengan membanting atau memukuli peserta aksi. Selain itu, diharapkan tidak ada lagi praktik fitnah terhadap pejabat publik, kebohongan pemimpin terhadap rakyat seperti yang dituduhkan kepada Jokowi, kriminalisasi terhadap oposisi, atau “penculikan” aktivis yang hingga kini tak kunjung kembali ke rumah.

Pendidikan politik yang ditampilkan oleh Prabowo, meskipun kontroversial, memberi pelajaran bahwa kebebasan berpendapat tetap harus dijaga dalam koridor hukum dan etika demokrasi. Selama tidak ada pelanggaran hukum atau tindakan represif dari kedua belah pihak, demokrasi di Indonesia akan semakin matang dan dewasa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PJMI UIA Konkretkan Kerja Sama Peningkatan SDM Bidang Jurnalistik dan Literasi Digital

Next Post

Pembekalan Kepada Para Kepala Daerah yang Baru Dilantik: Melawan Instruksi Ketua Umum PDIP

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Politik

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Next Post
Khofifah Bersama Para Tokoh Politik Daerah dan Nasional Terpilih Siap dilantik Presiden Prabowo di Istana

Pembekalan Kepada Para Kepala Daerah yang Baru Dilantik: Melawan Instruksi Ketua Umum PDIP

KEWAJIBAN MAKAN BERGIZI GRATIS

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...