• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo vs Megawati: Kepentingan yang Permanen di Balik Sepiring Nasi Goreng

Ali Syarief by Ali Syarief
April 8, 2026
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Prabowo vs Megawati: Kepentingan yang Permanen di Balik Sepiring Nasi Goreng
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kali Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri bertemu, publik seperti diajak menikmati sebuah simbol yang sederhana namun sarat makna: nasi goreng. Ia bukan sekadar menu, melainkan metafora politik—hangat, akrab, tetapi penuh lapisan kepentingan yang tak pernah benar-benar dingin.

Pertemuan demi pertemuan antara keduanya, dari rumah di Menteng pada 2019 hingga Istana Merdeka pada Maret 2026, memperlihatkan satu pola yang konsisten: rivalitas bisa mencair, kritik bisa mereda, dan perbedaan bisa dinegosiasikan—selama kepentingan menemukan titik temu.

Pada 2019, setelah kalah dari Joko Widodo yang diusung PDIP, Prabowo datang ke kediaman Megawati. Publik melihat itu sebagai gestur rekonsiliasi. Namun dalam logika politik, itu adalah lebih dari sekadar silaturahmi—ia adalah pintu masuk menuju reposisi kekuasaan. Tak lama setelah itu, Prabowo masuk kabinet sebagai Menteri Pertahanan. Oposisi berubah menjadi bagian dari sistem.

Tujuh tahun berselang, pertemuan kembali terjadi. Kali ini dalam konteks yang berbeda: Prabowo adalah presiden terpilih, sementara PDIP berada dalam posisi yang lebih ambigu—tidak sepenuhnya di dalam, namun juga belum jelas sebagai oposisi total. Menariknya, sebelum pertemuan itu, PDIP justru melancarkan kritik terhadap program-program andalan Prabowo, mulai dari makan bergizi gratis hingga Koperasi Desa Merah Putih. Bahkan, mereka mempersoalkan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto, yang juga memiliki relasi personal dengan Prabowo.

Namun, seperti biasa, kritik itu tidak menjadi penghalang untuk duduk bersama. Nasi goreng kembali dihidangkan. Percakapan kembali mengalir.

Di sinilah letak paradoks politik Indonesia: konflik terbuka di ruang publik sering kali berujung pada kompromi di ruang privat. Apa yang tampak sebagai pertentangan ideologis, sering kali hanyalah negosiasi posisi.

Prabowo, dengan latar belakang militer dan gaya kepemimpinan yang tegas, menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa dalam membaca arah angin kekuasaan. Ia tidak segan bertransformasi—dari rival keras menjadi mitra strategis. Dari oposisi menjadi pusat kekuasaan. Dalam kerangka ini, ideologi menjadi cair, bahkan sekunder.

Di sisi lain, Megawati memainkan peran yang berbeda namun tak kalah strategis. Ia tidak berada di garis depan pemerintahan, tetapi pengaruhnya tetap kuat melalui PDIP. Sebagai ketua umum, ia adalah penjaga arah partai sekaligus penentu ritme politik nasional. Kritik PDIP terhadap Prabowo bisa dibaca sebagai upaya menjaga jarak—namun pertemuan keduanya menunjukkan bahwa jarak itu selalu bisa dipendekkan.

Relasi ini bukan tentang persahabatan, apalagi permusuhan. Ini tentang keseimbangan kepentingan.

Dalam politik, tidak ada yang benar-benar permanen kecuali kepentingan itu sendiri. Hari ini bisa berseberangan, besok bisa berangkulan. Kritik bisa menjadi alat tawar, sementara pertemuan bisa menjadi sinyal negosiasi.

Nasi goreng dalam setiap perjumpaan mereka, pada akhirnya, adalah simbol dari politik yang sangat Indonesia: personal, cair, dan penuh kompromi. Ia mengingatkan bahwa di balik retorika keras dan perbedaan tajam, selalu ada ruang untuk duduk bersama—selama ada yang bisa disepakati.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Prabowo dan Megawati akan berseberangan atau bersatu. Pertanyaannya adalah: kepentingan apa yang sedang dinegosiasikan, dan siapa yang diuntungkan dari setiap pertemuan itu?

Di sanalah publik seharusnya memusatkan perhatian.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemprov Jabar Terbitkan Surat Edaran: Bayar Pajak Kendaraan Kini Tak Perlu KTP Pemilik Pertama

Next Post

APAKAH PUBLIK BISA BIJAK?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Next Post

APAKAH PUBLIK BISA BIJAK?

Di Balik Klaim Damai, Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 250 Orang dalam Sehari

Di Balik Klaim Damai, Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 250 Orang dalam Sehari

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...