FusilatNews- Atas Perintah Panglima TNI Laksamana Yudo Margono TNI mulai bergerak mengarah ke Kabupaten nduga untuk melakukan operasi evakuasi pilot dan penumpang pesawat Susi Air, serta 15 pekerja Puskesmas di kawasan Nduga, Papua.
Dalam kesempatan di sela- sela rapim TNI Polri di Hotel Sultan Jakarta Rabu 8/2 ini Panglima TNI Laksamana Yudo Margono membantah pernyataan yang disampaikan oleh Juru Bicara KKB Sebby Sambom dalam siaran pers KKB yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (7/2) kemarin.
Menurut Yudo pilot pesawat Susi Air Kapten Phillips Max Marthin itu sedang melarikan diri usai insiden pembakaran oleh kelompok OPM di Bandara Distrik Paro, Nduga, Selasa (7/2) kemarin.
“Nggak ada penyanderaan, nggak ada, dia selamatkan diri itu,” kata Yudo Margono di sela-sela Rapat Pimpinan Polri-TNI, di Hotel Sultan, Rabu (8/2).
Dalam pesan audio, Selasa ( 7/2 ) malam Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengancam Presiden Joko Widodo agar tidak bermain-main dengan kelompoknya yang menyandera pilot pesawat Susi Air pada Selasa, 7 Februari 2023.
“Jakarta tidak bisa main-main dengan kami. Kami sudah siap secara personel, secara fisik, secara mental, secara geografis, kami sudah siap. TPNPB akan ambil alih tanah kami kembali melalui revolusi total. Jokowi masih mau ‘play’ dengan kami, Mas, alon-alon asal kelakon, monggo, arep opo Mas Jokowi,” kata Sebby Sambom
Sambom mengatakan pilot berkebangsaan Selandia Baru bernama Philips Max Marthin tidak akan dilepaskan sampai Selandia Baru dan negara-negara lain bertanggung jawab. Sambon mengatakan bahwa Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Eropa, harus bertanggung jawab karena telah mengirim senjata dan melatih TNI-Polri melawan warga Papua.
“Dengan dasar itu maka, pilot itu akan menjadi jaminan agar Perserikatan Bangsa-bangsa, Eropa, Amerika dan Australia untuk bicara karena mereka yang mengirim peralatan perang kepada Indonesia, melatih mereka untuk bunuh kami selama 60 tahun. Oleh karena itu satu pilot disandera,” kata Sambom.
























