Jakarta, Fusilatnews, 9 November 2024 – Presiden Prabowo Subianto beserta delegasi resmi Indonesia hari ini bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma untuk memulai rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah negara. Kunjungan ini dimulai dengan perjalanan ke Republik Rakyat Tiongkok atas undangan Presiden Xi Jinping, diikuti dengan kunjungan ke Washington D.C., Amerika Serikat, untuk bertemu Presiden Joe Biden.
Setelah agenda di Washington, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Lima, Peru. Dari sana, perjalanan akan berlanjut ke Brasil untuk menghadiri KTT G20, yang menjadi pertemuan penting bagi negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Selain itu, kunjungan diplomatik Presiden akan meliputi Inggris untuk memenuhi undangan resmi pemerintah Inggris, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah sebelum akhirnya kembali ke tanah air.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari upaya untuk memperkuat peran Indonesia dalam kancah global. “Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi Indonesia untuk mempererat hubungan baik dengan berbagai negara serta menjadi kesempatan strategis bagi kita untuk memperkuat peran penting Indonesia dalam hubungan ekonomi dan geopolitik global,” ujarnya sebelum bertolak.
Peran Wakil Presiden Saat Presiden Keluar Negeri
Menurut Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan terkait lainnya, Wakil Presiden memiliki peran yang penting saat Presiden melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Dalam keadaan seperti ini, Wakil Presiden bertindak sebagai pelaksana tugas presiden untuk memastikan keberlangsungan administrasi pemerintahan tetap berjalan lancar.
Wakil Presiden, dalam kapasitasnya, dapat mengambil keputusan terkait masalah domestik yang memerlukan perhatian segera. Namun, peran ini tidak mencakup kebijakan-kebijakan strategis yang memerlukan persetujuan langsung dari Presiden, kecuali dalam kondisi tertentu yang diatur oleh peraturan perundang-undangan.
Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, yang akan mengisi peran tersebut selama kunjungan kerja ini, diharapkan dapat menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan program-program pemerintah tetap berjalan sesuai rencana.
Rangkaian kunjungan internasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kerja sama multilateral serta menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam percaturan ekonomi dan politik dunia.
























