Jakarta, Fusilatnews – Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, mengungkapkan pendapatnya bahwa keberadaan satu atau dua partai di luar pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka adalah hal yang baik untuk demokrasi di Indonesia. Menurutnya, kehadiran oposisi merupakan bagian penting dari dinamika politik yang akan memajukan negara.
“Dalam pandangan saya secara pribadi, lebih baik jika ada satu atau dua partai, atau berapapun jumlahnya, yang berada di luar pemerintahan. Kehadiran oposisi penting untuk demokrasi yang baik. Demokrasi yang baik melibatkan partai pemerintah serta partai-partai yang berada di luar, sehingga terbentuklah komposisi yang efektif dan produktif. Tentu, siapa yang berada di dalam dan siapa yang berada di luar, itu terserah kepada Pak Prabowo sebagai pemimpin yang telah dipercayai oleh rakyat,” ungkap Raja Juli kepada wartawan di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2024).
Dia menjelaskan bahwa bergabung dalam koalisi pemerintahan atau menjadi oposisi sama-sama mulia. Keduanya memiliki fungsi yang sama dalam memajukan Indonesia.
“Bergabung dalam koalisi atau menjadi oposisi sama-sama baiknya. Menjadi oposisi sama mulianya dengan menjadi partai pemerintah, karena keduanya bertujuan untuk kebaikan rakyat Indonesia,” tambahnya.
Meskipun demikian, Raja Juli menyatakan bahwa PSI percaya pada pilihan politik Prabowo. Menurutnya, Prabowo memiliki hak prerogatif untuk mengajak partai mana pun bergabung dalam koalisi pemerintahan.
“Kami di PSI sangat mendukung pilihan politik Pak Prabowo untuk mengajak partai apa pun untuk bergabung dalam koalisi pemerintahan. Hal ini adalah hak prerogatif beliau, dan kami sepenuhnya mendukungnya. Bagaimanapun, setelah bertarung dalam pemilihan, saatnya bagi semua pihak untuk bersatu demi kepentingan kolektif dan bangsa,” tegasnya.
Raja Juli juga menegaskan bahwa PSI belum menerima tawaran kursi menteri dari Prabowo-Gibran. Dia menegaskan bahwa Prabowo-Gibran telah mengetahui kriteria dan format kabinet yang sesuai untuk membantu pemerintahan.
“Kami sudah mengetahui standar dan kapasitas yang dibutuhkan, sehingga kami sepenuhnya mempercayakan kepada Pak Prabowo dan Mas Gibran untuk menentukan format kabinet yang ideal bagi mereka. Mereka adalah yang paling tahu mengenai kriteria dan kebutuhan pembantu mereka, yang disebut menteri. Hak prerogatif untuk menentukan ini sepenuhnya ada pada Pak Prabowo,” jelas Raja Juli.
Dia menambahkan bahwa PSI memiliki banyak kader yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk membantu pemerintahan. Namun, jika Prabowo-Gibran meminta Ketua Umum PSI untuk menjadi menteri, hal itu akan dikomunikasikan langsung dengan Kaesang.
“Kami memiliki banyak kader yang berpotensi, tapi keputusan akhir ada pada Prabowo. Komunikasi akan dilakukan langsung dengan Ketua Umum PSI. Jika Prabowo meminta, nanti komunikasi langsung dilakukan oleh Ketua Umum,” pungkasnya.
PSI juga akan menghadiri acara halalbihalal PKS jika diundang. Menurut Raja Juli, halalbihalal adalah tradisi yang baik dan kewajiban bagi setiap partai politik.
“Jika kami diundang, kami akan hadir. Tradisi halalbihalal adalah bagian dari kearifan lokal yang baik, dan kami akan hadir jika diundang. Kami belum mengecek apakah kami diundang atau tidak, tapi partisipasi dalam halalbihalal adalah hal yang baik,” tutupnya.






















