• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Puasa dan Korupsi

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2025
in Feature, Spiritual
0
Kejagung Sedang Cari Sosok yang Kembalikan Uang Rp 27 M Pada Kasus Dugaan Korupsi BTS 4G
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Sebanyak 82 persen penduduk Indonesia beragama Islam. Islam mewajibkan orang-orang beriman menjalankan puasa Ramadan. Tujuannya: bertakwa! (QS: Al Baqarah: 183).

Setiap malam Ramadan, masjid dan musala atau surau di semua wilayah Indonesia penuh sesak oleh umat Muslim salat Tarawih. Pun tadarus atau membaca kitab suci Al Quran.

Di sisi lain, Indonesia salah satu negara terkorup di dunia. Bahkan mantan presidennya dinobatkan sebagai salah satu yang terkorup di dunia.

Jika sebelumnya orang terkaget-kaget dengan kasus korupsi puluhan triliun rupiah di Asabri dan Jiwasraya, kini orang terkaget-kaget dengan kasus korupsi di PT Timah yang merugikan keuangan negara hingga 300 triliun rupiah.

Belum reda keterkagetan terhadap kasus korupsi Asabri dan Jiwasraya, muncullah kasus korupsi yang lebih besar lagi dengan kerugian nyaris seribu triliun rupiah yang tentu saja lebih mengagetkan publik.

Kasus korupsi itu terjadi di PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina. Modusnya dengan mengoplos Pertalite dengan Pertamax yang kemudian dijual dengan harga Pertamax.

Sontak, kepercayaan publik terhadap Pertamina langsung luruh. Mereka beralih ke bahan bahar minyak produksi perusahaan asing. Yang rugi Indonesia juga.

Korupsi di sektor politik juga menggila. Sejak pilkada langsung digelar tahun 2004, hingga kini sudah ada 400-an kepala daerah yang terlibat korupsi.

Sejak awal Reformasi hingga kini, sudah ada puluhan menteri yang terlibat korupsi. Termasuk Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pemuda dan Olahraga, bahkan hingga Menteri Agama. Bahkan tak cukup sekali. Padahal mereka mengurus jiwa dan raga rakyat Indonesia.

Itu di ranah eksekutif. Di ranah legislatif, korupsi juga tak kalah gila. Sejak awal era Reformasi hingga kini, sudah ada ratusan anggota DPR RI yang terlibat korupsi. Sudah lebih dari 3.600 anggota DPRD yang terlibat korupsi. Pun anggota DPD RI.

Bahkan di DPR dan DPD, korupsi menyentuh pucuk pimpinan, yakni Setya Novanto dan Irman Gusman.

Korupsi di ranah yudikatif juga terjadi. Sejumlah Hakim Agung terlibat korupsi. Pun dua mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), yakni Nurhadi Abdurrachman dan Hasbi Hasan.

Di Mahkamah Konstitusi (MK), korupsi juga menyentuh pucuk pimpinan, yakni Akil Mochtar.

Sebagian besar pelaku korupsi itu, mohon maaf, adalah Muslim. Bahkan Muslim taat. Ini tentu saja tetkait dengan kondisi demografi di mana 82 persen penduduk Indonesia adalah Muslim.

Kesalehan Individual vs Kesalehan Sosial

Pertanyaannya, mengapa banyak kasus korupsi di Tanah Air yang mayoritas penduduknya Muslim?

Patut diduga, banyak di antara kita yang Muslim tidak melaksanakan ajaran agamanya dengan benar. Banyak di antara mereka yang baru sebatas memiliki kesalehan individual, namun tak memiliki kesalehan sosial.

Mereka rajin salat, bahkan pergi umrah dan haji tak cukup sekali. Ada pula yang menggunakan uang korupsi untuk berhaji. Mereka tak punya kesalehan sosial.

Jika punya kesalehan sosial, tentu mereka tak akan tega melakukan korupsi. Sebab, korupsi berarti mengambil hak orang lain alias mencuri. Banyak rakyat yang dirugikan gegara pejabatnya korupsi.

Inilah tantangan nyata bagi bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim. Bagaimama membumikan ajaran Islam. Islam jangan sampai kehilangan nilai-nilai praksisnya. Ajaran Islam jangan sampai cuma dilafazkan saja.

Ajaran Islam jangan sampai hanya dipraktikkan di rumah, masjid atau musala saja. Ajaran Islam juga harus dipraktikkan di kantor dan tempat-tempat kerja, sehingga tidak melakukan korupsi.

Dalam hukum Islam, korupsi itu seperti mencuri yang hukumannya adalah potong tangan bahkan sampai hukuman mati. Sebab itu, hukuman berat sampai hukuman mati harus diterapkan kepada koruptor.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat, rata-rata hukuman bagi koruptor di Indonesia adalah 3,5 tahun penjara. Jika dikurangi dengan remisi, hukuman itu rata-rata hanya dua tahun saja.

Itulah yang membuat koruptor tak pernah jera. Calon koruptor pun tak pernah takut. Padahal, tujuan dari pemidanaan korupsi adalah menciptakan efek jera atau detterence effect bagi pelakunya, dan menciptakan terapi kejut atau shock therapy bagi calon pelakunya.

Kini, sudah saatnya bagi Indonesia untuk menerapkan hukuman mati bagi koruptor. Di China, misalnya, korupsi 50 juta rupiah saja bisa dihukum mati.

Saat ini adalah bulan suci Ramadan yang penuh ampunan. Saatnya bagi koruptor yang sedang mendekam di penjara atau mereka yang baru keluar dari penjara untuk bertobat. “Taubatan nasuha”, yakni tobat yang benar-benar tobat dan untuk yang terakhir, tak akan mengulangi lagi perbuatan maksiat bernama korupsi.

Bagi mereka yang berniat korupsi, segogianya mengurungkan niatnya di bulan Ramadan ini. Minimal melakukan moratorium selama Ramadan. Senyampang setan-setan sedang dibelenggu.

Apalagi tujuan puasa adalah menjadi hamba yang bertakwa: melaksanakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Bila mencermati kasus korupsi di Pertamina Patra Niaga yang terjadi sejak 2018-2023, patut diduga selama Ramadan di tahun-tahun tersebut para tersangka korupsi itu tak pernah melakukan moratorium. Ramadan pun mereka langgar.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Laksanakan Sholat Tarawih Perdana, Ribuan Jamaah Padati Masjid Istiqlal

Next Post

KASUS KORUPSI PERTAMINA HARUS DIHUKUM MATI

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
Daftar Kasus Mega Korupsi di Indonesia dengan Kerugian Triliunan Rupiah “Big 10”

KASUS KORUPSI PERTAMINA HARUS DIHUKUM MATI

Ramadhan: Bulan Rahmat, Tapi Masihkah Kita Menyambutnya dengan Penuh Kesadaran?

Ramadhan: Bulan Rahmat, Tapi Masihkah Kita Menyambutnya dengan Penuh Kesadaran?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...