• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Raja Ampat Menang, Tapi Jangan Lupa Siapa Musuh Sesungguhnya

Ali Syarief by Ali Syarief
June 10, 2025
in Bencana, Feature, Lingkungan Hidup
0
Surga yang Digadaikan: Mata Investor Asing Menyorot Raja Ampat
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta — Fusilatnews – Di tengah kegaduhan kekuasaan yang semakin membutakan nurani, kita patut mengingat satu hal sederhana: suara rakyat bukanlah gema yang bisa dibungkam. Di negeri yang luas ini, di mana kekayaan alam bertumpuk di setiap jengkal tanah, kerap kali suara alam dikalahkan oleh suara mesin bor dan deru keuntungan. Tetapi kali ini, sebuah angin perubahan bertiup dari Hambalang.

Senin, 9 Juni 2025. Sebuah keputusan penting diumumkan dari kediaman Presiden Prabowo Subianto. Empat izin usaha pertambangan (IUP) di Raja Ampat—salah satu mahakarya Tuhan yang tersisa di bumi—dicabut. Mereka adalah PT Kawei Sejahtera Mining, PT Mulia Raymond Perkasa, PT Anugerah Surya Pratama, dan PT Nurham. Alasannya terang-benderang: keempatnya terbukti melakukan pelanggaran lingkungan. Yang selamat hanya satu: PT Gag Nikel, karena masih berada di luar kawasan geopark Raja Ampat dan tidak terbukti melanggar.

Raja Ampat bukan sekadar gugusan pulau yang indah. Ia adalah titik peradaban ekologis. Ia adalah nafas kehidupan bagi laut, hutan, dan manusia. Di sana, setiap kerusakan berarti luka bagi planet ini. Maka ketika pemerintah—akhirnya—berani mencabut izin tambang yang rakus dan lalim, kita patut bertanya: mengapa baru sekarang?

Apakah ini tanda kesadaran? Ataukah hanya strategi kosmetik agar tampak berani, padahal selama ini yang bersuara keras hanyalah masyarakat sipil, aktivis lingkungan, dan warga adat? Jangan-jangan, keputusan ini lahir bukan dari nurani kekuasaan, tetapi dari tekanan moral yang tak pernah berhenti mengetuk dinding istana. Bukankah sejak lama aktivis lingkungan, masyarakat adat, dan bahkan laporan-laporan ilmiah sudah menyuarakan kerusakan yang mengintai Raja Ampat?

Kita tahu, kekuasaan tidak pernah lahir dari keluguan. Ia lahir dari kalkulasi. Maka, bila hari ini Presiden Prabowo mencabut IUP itu, jangan buru-buru kita bersorak. Ini bukan puncak perjuangan, ini baru permulaan. Jangan pernah berhenti berteriak kepada pemerintahan, bahkan ketika keputusan baik telah diambil. Karena kekuasaan adalah medan pertarungan antara nurani dan kepentingan. Dan sejarah terlalu sering mencatat bahwa kepentinganlah yang lebih sering menang.

Kita belajar satu hal dari peristiwa ini: keberanian rakyat adalah satu-satunya kekuatan yang bisa menahan kerakusan. Jika kita diam, tambang akan kembali. Jika kita lelah, konsesi akan diperpanjang. Maka, jangan pernah berhenti berteriak kepada pemerintahan yang lalim. Sekali suara kita diam, maka hutan akan hilang, laut akan tercemar, dan anak cucu kita hanya akan mengenal Raja Ampat dari kartu pos dan buku sejarah.


Hari ini kita mencatat: pemerintah telah mencabut empat izin tambang. Tapi esok, tugas kita lebih berat: memastikan bahwa tidak ada satu pun izin baru yang lahir dari kompromi dan kejahatan. Jangan biarkan geologi menjadi alasan untuk menghancurkan ekologi. Jangan izinkan ekonomi menjadi dalih untuk memiskinkan alam.

Suara rakyat bukan kutukan bagi kekuasaan. Ia adalah pengingat: bahwa kekuasaan hanya sah sejauh ia berpihak pada kehidupan.

Raja Ampat telah diselamatkan—untuk sementara. Kini giliran rakyat yang berjaga.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Undercover: Selimut Misteri di Balik Ijazah dan Keadilan yang Terkubur

Next Post

PKS Akan Sowan ke Prabowo dan Pimpinan Parpol KIM Usai Umumkan Kepengurusan Baru

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi
Aya Aya Wae

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

December 9, 2025
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama
Feature

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Kalimantan: The Lost World
Bencana

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025
Next Post
PKS Akan Sowan ke Prabowo dan Pimpinan Parpol KIM Usai Umumkan Kepengurusan Baru

PKS Akan Sowan ke Prabowo dan Pimpinan Parpol KIM Usai Umumkan Kepengurusan Baru

Mengapa Cak Nun Menjuluki Jokowi Fira’un?

Mengapa Cak Nun Menjuluki Jokowi Fira'un?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Hilangnya Asketisme Elite NU
Feature

Hilangnya Asketisme Elite NU

by fusilat
December 9, 2025
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Asketisme, gaya hidup yang pantang terhadap kenikmatan duniawi demi mencapai...

Read more
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Sumatera, Ini Kata LBH Keadilan

December 8, 2025
KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

December 8, 2025
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

18
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

December 9, 2025
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

December 9, 2025
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

December 9, 2025
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

“Budaya Mundur yang Mati: Ketika Jabatan Lebih Berharga dari Kehormatan”

December 9, 2025

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

December 9, 2025
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist