• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Cak Nun Menjuluki Jokowi Fira’un?

Di Antara Gemerlap Citra, Suara Cak Nun Tetap Menyala

Ali Syarief by Ali Syarief
June 10, 2025
in Feature, Tokoh
0
Mengapa Cak Nun Menjuluki Jokowi Fira’un?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusulatnews –  Di tengah gegap gempita pujian media dan para pendukung, satu suara tetap jernih dan teguh seperti mercusuar di tengah badai: Emha Ainun Nadjib, atau Cak Nun. Sejak Joko Widodo masih menjabat Wali Kota Solo pada 2010, Cak Nun sudah mencium aroma bahaya. Bukan pada pribadi Jokowi, melainkan pada sistem yang menopangnya—oligarki, media, dan elit politik yang bekerja di balik layar.

Dari Solo Menuju Panggung Nasional

Tahun 2012, Jokowi melenggang ke Jakarta sebagai Gubernur. Blusukan dan gaya sederhananya menjadi magnet media dan publik. Ia dijuluki “pemimpin rakyat”. Namun Cak Nun mengingatkan, “Jangan terpesona pada baju kota atau gaya bicara. Lihat siapa yang mengatur di belakangnya.” Baginya, Jakarta bukan panggung citra, melainkan ujian kepemimpinan. Ia curiga, Jokowi sedang disiapkan untuk panggung yang lebih besar.

Kecurigaan itu terbukti. Pada 2013-2014, mesin politik bergerak: media, konsultan asing, dan pengusaha besar bersatu mengangkat Jokowi sebagai capres. Citra dipoles, harapan dikonstruksi. “Kita bukan memilih pemimpin,” kata Cak Nun. “Kita dikendalikan kekuatan tak kasatmata.” Ia tak menyebut Jokowi jahat, tapi sadar, pemimpin yang lahir dari sistem rusak tak bisa membawa kebaikan sejati.

Janji yang Lenyap

Saat Jokowi resmi menjadi Presiden pada 2014, janji-janji manis diumbar: tak tambah utang, tak bagi-bagi jabatan, hidup sederhana. Namun seperti telah diprediksi Cak Nun, satu per satu janji itu menguap. Utang negara membengkak, jabatan dibagikan ke kroni, dan keluarga Jokowi yang dulu sederhana kini tampil glamor. “Pemimpin yang dibentuk kamera tak akan membawa keadilan,” tegasnya.

Pembangunan infrastruktur jadi kebanggaan rezim, tapi Cak Nun bertanya: “Apa guna jalan tol kalau petani tetap miskin? Apa gunanya bandara megah kalau rakyat tak mampu beli tiket?” Pembangunan tanpa keadilan, baginya, hanyalah fatamorgana. Ekonomi justru memperkaya segelintir konglomerat, sementara harga sembako melonjak dan pengangguran meningkat. “Ini bukan demokrasi,” ujarnya, “ini penjajahan oleh anak bangsa sendiri.”

Kekuasaan dan Erosi Kebebasan

Cak Nun juga memperingatkan soal bahaya kekuasaan yang tak terkendali. Di era Jokowi, kebebasan berpendapat terancam. Tokoh agama yang kritis disingkirkan, bahkan dikriminalisasi. Agama dijadikan alat politik. Proyek besar seperti Ibu Kota Nusantara lebih menguntungkan elit, sementara rakyat digusur dan suara-suara kritis dibungkam. “Negara ini dikuasai oligarki,” katanya. “Jokowi bukan penguasa sejati, hanya pernik di tangan kekuatan besar.”

Meski dibungkam media, Cak Nun tak pernah berhenti. Ceramahnya tak lagi tayang di TV, acaranya dibatalkan, tapi rakyat tetap mendengarkan. Di pengajian, podcast, dan ruang-ruang kecil, suaranya tetap menggema. “Saya tidak takut dikriminalisasi,” ujarnya. “Saya takut jika rakyat terus tertipu.”

Kesadaran yang Mulai Tumbuh

Kini, di ujung 2025, topeng citra mulai runtuh. Janji tinggal janji. Utang membengkak, harga kebutuhan pokok tak terkendali, dan rakyat makin terpuruk. Nama Jokowi yang dulu dielu-elukan kini mulai dipertanyakan. Kata-kata Cak Nun yang dulu dianggap sinis, kini terasa seperti peringatan yang terbukti.

“Pemimpin harus ditimbang dari hasilnya, bukan gayanya,” ucapnya. Ia menyebut apa yang terjadi sebagai “penipuan politik terbesar dalam sejarah Indonesia”. Dinasti politik disiapkan, kekuasaan diwariskan. “Kita tidak dijajah asing, tetapi oleh anak bangsa sendiri.”

Namun di balik kekecewaan, Cak Nun tetap menyalakan harapan. “Bangkitlah, rakyat! Jangan lagi terbuai citra. Jangan jadi bangsa yang mudah ditipu.”

Lentera Nurani

Cak Nun bukan sekadar budayawan atau ulama. Ia adalah suara nurani yang tak pernah letih menyuarakan kebenaran saat banyak orang diam atau terlena. Ketika artis memuji, media membela, dan tokoh agama ikut menari di panggung kekuasaan, ia tetap bersama rakyat kecil.

Ia mengkritik karena cinta, bukan benci. Ia berbicara bukan untuk kepentingan, tapi untuk amanah. “Negara ini milik kita,” tegasnya. “Jika kita diam, kita menyerahkan masa depan anak cucu kepada yang salah.”

Pesan terakhirnya sederhana tapi menggugah: pilihlah pemimpin yang takut kepada Tuhan, yang bekerja untuk keadilan, bukan untuk pencitraan. Di tengah hiruk pikuk politik penuh topeng, suara Cak Nun tetap nyala—lentera yang mengingatkan: jangan tertipu lagi, karena masa depan bangsa ada di tangan kita sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PKS Akan Sowan ke Prabowo dan Pimpinan Parpol KIM Usai Umumkan Kepengurusan Baru

Next Post

Warisan yang Membusuk: Dari Penjajahan Belanda hingga Kepemimpinan Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?
Birokrasi

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit
Economy

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia
Feature

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
Next Post
Warisan yang Membusuk: Dari Penjajahan Belanda hingga Kepemimpinan Jokowi

Warisan yang Membusuk: Dari Penjajahan Belanda hingga Kepemimpinan Jokowi

Pengamat Politik: Tito Karnavian Diduga Persiapkan Rekayasa Pemilu 2024

Selamatkan NKRI dari Api yang Menjalar dari Timur dan Barat: Presiden Harus Batalkan SK Mendagri dan Izin ESDM di Raja Ampat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Perencanaan Tanpa Ilmu, Ambisi Tanpa Ekologi

January 25, 2026
Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

January 25, 2026
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist