• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Warisan yang Membusuk: Dari Penjajahan Belanda hingga Kepemimpinan Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
June 11, 2025
in Feature, Sejarah
0
Warisan yang Membusuk: Dari Penjajahan Belanda hingga Kepemimpinan Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – “Belanda menjajah kita selama 350 tahun,” begitu narasi yang telah menjadi semacam mantra dalam buku-buku sejarah, pidato kenegaraan, bahkan dalam obrolan warung kopi. Sebuah fakta pahit yang kita warisi sebagai bangsa. Namun, ironisnya, dari penjajahan yang disebut kejam dan penuh penghisapan itu, tersisa jejak-jejak sistem yang masih bisa kita warisi: sistem hukum yang terlembaga, sistem pendidikan yang berstruktur, sistem kesehatan yang terorganisir, hingga sistem transportasi dan tata kelola pertanian yang terencana. Kita memang pernah dijajah, tapi kita juga pernah mewarisi—sebuah kontradiksi yang mengandung pelajaran besar tentang makna pembangunan dan peradaban.

Namun kini, setelah dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kita tidak sedang mewarisi jejak peradaban baru. Kita justru sedang menyaksikan keruntuhan demi keruntuhan, dari infrastruktur nilai hingga fondasi institusi. Bila Belanda mewariskan sistem, Jokowi justru mewariskan kebingungan. Bila penjajahan melahirkan institusi, Jokowi justru membiarkan institusi menjadi alat kekuasaan yang kian tumpul dan tak berfungsi.

Mari kita mulai dari sektor hukum. Hukum di era Jokowi tidak lagi menjadi fondasi keadilan, tetapi instrumen kekuasaan. Pengadilan seperti panggung drama, dan aparat penegak hukum lebih sibuk mengabdi pada kekuasaan ketimbang pada konstitusi. Tidak ada kepastian hukum, yang ada justru ketakutan rakyat terhadap penafsiran hukum yang bisa berubah tergantung kepentingan penguasa. Tidak ada warisan dalam hal ini, hanya luka dan trauma hukum yang mendalam.

Pendidikan pun tidak lebih baik. Alih-alih membangun sistem yang menumbuhkan daya kritis, sistem pendidikan kita kini hanya mencetak angka-angka dan prestasi semu. Menteri silih berganti, kurikulum berubah seenaknya, dan guru dibiarkan berjuang sendirian di tengah sistem yang tumpul dan birokratis. Di masa Belanda, meski pendidikan terbatas bagi bumiputra, namun sekolah-sekolah warisan mereka seperti STOVIA, HBS, hingga Sekolah Teknik dan Pertanian, meninggalkan jejak intelektual yang membentuk generasi kebangkitan nasional. Apa yang kita dapat dari era Jokowi? TikTok masuk kurikulum, dan kampus dijerat agar diam.

Sektor kesehatan tidak jauh berbeda. RS Cipto Mangunkusumo dulu dibangun Belanda sebagai RS pendidikan terbesar di Asia Tenggara. Kini, RS pendidikan kita tertatih, dan fasilitas kesehatan di pelosok hanya menjadi saksi bisu dari janji-janji kosong pembangunan. Kita membangun rumah sakit, tapi tidak membangun sistemnya. Kita membangun gedung, tapi tidak membangun rasa kemanusiaannya.

Lalu sistem pertanian—dulu, Belanda menjadikan Indonesia lumbung rempah-rempah dunia. Mereka memang mengeruk hasil bumi kita, tapi mereka juga membangun sistem irigasi, mengenalkan kebun-kebun modern, dan melakukan riset pertanian. Sekarang? Kita mengimpor beras, garam, dan jagung. Petani miskin, dan ketahanan pangan hanya tinggal wacana dalam pidato-pidato elite.

Sistem transportasi, pemerintahan, bahkan pos dan logistik pun pada zaman Belanda sudah berjejak. Dari jalur kereta api, pos pengiriman, hingga tata kota seperti Batavia dan Bandung yang dirancang dengan detail, semua itu warisan yang meski bercokol dari niat kolonial, tetap menjadi infrastruktur yang bisa dikembangkan. Sementara Jokowi? Hanya ada betonisasi dan megaproyek yang tidak berpijak pada keseimbangan ekologi dan kebutuhan riil rakyat. Jalan tol membentang, tapi ekonomi rakyat tak ikut menanjak.

Lalu apa yang diwariskan Jokowi?

Nepotisme. Politik dinasti. Pelemahan KPK. Pelecehan konstitusi. Pelemahan demokrasi. Utang luar negeri yang membengkak. Proyek Ibu Kota baru yang belum jelas kemanfaatannya, namun sudah menguras triliunan dari APBN. Tidak ada satu pun dari itu yang bisa dijadikan acuan anak bangsa. Tak ada nilai yang patut dicontoh, tak ada sistem yang layak dijaga, tak ada keberhasilan yang bisa dijadikan landasan masa depan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa belajar dari sejarah. Tapi hari ini, kita malah mengingkari sejarah. Kita memusuhi masa lalu, tanpa sadar bahwa dari penjajahan pun kita pernah mendapat pelajaran. Ironisnya, dari pemerintahan anak bangsa sendiri, kita justru mewarisi kehancuran nilai.

Jika Belanda datang membawa peradaban sambil menjajah, maka Jokowi telah memimpin tanpa menyisakan arah. Ia mungkin telah membangun ribuan kilometer jalan, tapi gagal membangun satu jalan: jalan peradaban.

Dan itulah tragedi kita hari ini—bukan karena dijajah, tapi karena kehilangan arah di bawah pemimpin yang katanya merdeka.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Cak Nun Menjuluki Jokowi Fira’un?

Next Post

Selamatkan NKRI dari Api yang Menjalar dari Timur dan Barat: Presiden Harus Batalkan SK Mendagri dan Izin ESDM di Raja Ampat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Next Post
Pengamat Politik: Tito Karnavian Diduga Persiapkan Rekayasa Pemilu 2024

Selamatkan NKRI dari Api yang Menjalar dari Timur dan Barat: Presiden Harus Batalkan SK Mendagri dan Izin ESDM di Raja Ampat

ELIT POLITIK DAN BISNIS DARAH NEGARA

ELIT POLITIK DAN BISNIS DARAH NEGARA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

May 15, 2026
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist