• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Jokowi Undercover: Selimut Misteri di Balik Ijazah dan Keadilan yang Terkubur

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 10, 2025
in Crime, Feature
0
Jokowi Undercover: Selimut Misteri di Balik Ijazah dan Keadilan yang Terkubur
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Kasus hukum yang menyeret nama Bambang Tri Mulyono (BTM) sebagai pihak yang mengungkap dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Presiden Joko Widodo telah membuka lembaran panjang penuh misteri dalam sistem peradilan kita. Sebuah drama politik-hukum yang tak hanya mengguncang logika publik, tetapi juga mencederai akal sehat keadilan.

Perkara yang disidangkan di Pengadilan Negeri Surakarta seharusnya menjadi momen pembuktian bagi dua pihak: tuduhan dari BTM dan pembelaan dari Presiden ke-7 Republik Indonesia. Namun kenyataan di ruang sidang justru menampilkan panggung tragis ketika Jaksa Penuntut Umum hanya mampu menghadirkan bukti berupa fotokopi ijazah Jokowi dari jenjang SD hingga S-1. Tidak ada dokumen asli. Dan dalam hukum acara pidana, fotokopi tanpa legalisasi atau autentikasi dari dokumen asli tidak memiliki kekuatan pembuktian yang sah. Maka, berdasar hukum, dakwaan terhadap BTM semestinya gugur demi hukum.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Di bulan suci Ramadan 2023, JPU menuntut BTM dengan hukuman 10 tahun penjara—sebuah tindakan yang terkesan sadis dan tidak berperikemanusiaan. Tak cukup di situ, para hakim memvonis BTM 6 tahun penjara pada 18 April 2023, dengan dalih menyebarkan kebohongan dan membuat keonaran. Padahal, dalam persidangan, tidak satu pun bukti otentik dari pihak Jokowi yang mampu menyangkal tuduhan BTM secara konkret. Pertanyaan hukumnya: siapa sebenarnya yang membuat gaduh?

Menariknya, pasca pensiun, Jokowi berubah sikap. Dari diam menjadi aktif—atau bahkan agresif. Ia menggandeng kekuatan aparat untuk membungkam para intelektual yang turut menganalisis keabsahan ijazahnya, seperti Dr. Roy Suryo dan Dr. Rismon Sianipar. Keduanya adalah pakar IT dan forensik digital, yang berbicara dengan pendekatan ilmiah—bukan opini liar. Namun alih-alih menanggapi argumen dengan argumen, Jokowi justru memanfaatkan alat negara untuk mengkriminalisasi kritik berbasis sains.

Fakta bahwa hingga kini belum ada kejelasan tentang keberadaan dan keaslian ijazah asli Jokowi dari UGM, mempertebal atmosfer keraguan. Klaim “identik” yang dikemukakan aparat hanya berdasar algoritma visual, tanpa pernah mengungkap hasil uji laboratorium forensik digital atas dokumen asli. Kedua pakar membutuhkan benda asli untuk membuktikan validitas temuannya—namun justru merekalah yang lebih dulu dilaporkan dan diproses secara hukum. Ironis.

Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan lebih besar: mengapa negara sedemikian takut menunjukkan ijazah asli seorang Presiden? Apakah negara lebih memilih membungkam suara kebenaran ketimbang membuka ruang pembuktian ilmiah? Apa yang membuat keberadaan dokumen itu begitu misterius—sampai-sampai seperti harta karun yang tersembunyi di kedalaman gua gelap?

Kondisi ini semakin menyedihkan ketika penyelidik dan penyidik—yang seharusnya berdiri di atas keadilan dan objektivitas—malah menunjukkan sikap berat sebelah. Mereka tampak hanya menjalankan rumus “pokoknya asli” tanpa membuka ruang pembuktian yang fair dan transparan. Ini bukan hanya mencoreng marwah hukum, tetapi juga membunuh akal sehat publik secara kolektif.

Di titik ini, bisa dipastikan bahwa kontroversi seputar keabsahan ijazah Jokowi akan terus bergulir. Justru semakin ditekan, buku Jokowi Undercover jilid 1 dan 2 akan semakin laku. Kekuasaan bisa saja mengatur narasi, tapi tidak bisa membungkam rasa ingin tahu publik. Bahkan, bisa diprediksi bahwa hanya satu hal yang bisa menghentikan “ledakan” buku tersebut: jika Gibran, putra Jokowi, benar-benar menjadi Presiden RI. Maka misteri itu akan terkubur dalam-dalam bersama mesin kekuasaan yang baru, dan buku BTM akan dianggap tabu untuk dibaca.

Namun selama misteri ijazah ini tidak dibuka dengan kejujuran dan keberanian, maka yang akan terus terjadi adalah kegaduhan yang justru dibuat oleh negara sendiri. Ini bukan semata soal dokumen akademik, tapi soal legitimasi moral dan hukum seorang pemimpin negeri. Ketika kebenaran dipenjara dan kebohongan dilindungi, maka bangsa ini sedang memasuki era gelap: di mana hukum hanya menjadi alat untuk mempertahankan selimut misteri, bukan untuk membuka kebenaran.

Penutup:

Dalam politik, persepsi bisa jadi lebih penting dari realitas. Tapi dalam hukum, yang dibutuhkan adalah fakta dan bukti—bukan persepsi dan kekuasaan. Jika negara gagal menunjukkan keadilan yang nyata, maka jangan heran jika rakyat mencari kebenaran lewat jalan yang lain—melalui buku, diskusi publik, dan sejarah yang tak pernah lupa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Reaksi Wakil Rakyat di Parlemen, Terkait eksploitasi Tambang Nikel di Raja Ampat

Next Post

Raja Ampat Menang, Tapi Jangan Lupa Siapa Musuh Sesungguhnya

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post
Surga yang Digadaikan: Mata Investor Asing Menyorot Raja Ampat

Raja Ampat Menang, Tapi Jangan Lupa Siapa Musuh Sesungguhnya

PKS Akan Sowan ke Prabowo dan Pimpinan Parpol KIM Usai Umumkan Kepengurusan Baru

PKS Akan Sowan ke Prabowo dan Pimpinan Parpol KIM Usai Umumkan Kepengurusan Baru

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...