Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024
Jakarta – Domino identik dengan permainan judi. Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan yang juga Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terciduk sedang bermain kartu domino dengan seorang menteri lainnya, yakni Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding, serta seorang pengusaha asal Makassar, Sulawesi Selatan, Andi Rukman Nurdin Karumpa.
Yang membuat heboh adalah seseorang yang juga ikut bermain domino dalam satu meja bersama Raja Juli dan Abdul Kadir. Yakni: Aziz Wellang!
Diduga permainan domino itu terjadi pada 1 September 2025. Adapun tempatnya adalah Posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSK) di mana Karding menjabat sebagai sekretaris jenderal.
Diketahui, pada November 2024, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan Azis Wellang sebagai tersangka kasus pembalakan liar atau illegal logging. Azis Wellang diduga pernah ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat.
Mungkin permainan domino itu tidak disertai taruhan uang, sehingga tidak bisa dikategorikan judi. Hanya iseng semata. Mengisi waktu. Akan tetapi, keberadaan Raja Juli dan Abdul Karding yang sedang bermain kartu domino bersama Aziz Wellang mengindikasikan kedua menteri itu sedang berjudi mempertaruhkan jabatan mereka sendiri.
Apalagi saat ini situasi politik Tanah Air sedang sensitif. Sekadar joget-joget kala Sidang Tahunan MPR, 15 Agustus lalu saja, sejumlah anggota DPR menjadi sasaran amuk massa. Apalagi yang pernyataannya menyakiti hati rakyat.
Mereka adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai Nasdem, serta Eko Patrio dan Uya Kuya dari Partai Amanat Nasional (PAN). Keempatnya bersama Wakil Ketua DPR Addies Kadir dari Partai Golkar telah dinonaktifkan dari keanggotaan DPR oleh partai masing-masing.
Berbagai macam tunjangan DPR juga dicabut, mulai dari tunjangan listrik, telepon, hingga perumahan yang mencapai 50 juta per bulan. Semua itu atas perintah Presiden Prabowo Subianto melalui ketua umum partai masing-masing setelah dikumpulkan di Istana.
Hal itu terjadi setelah ada gelombang aksi demontrasi massa pada 25-30 Agustus 2025.
Jika nanti ada desakan publik agar Raja Juli dan Abdul Kadir dicopot dari jabatan menteri, baru tahu rasa mereka.
Tapi tidak juga. Menteri-menteri kontroversial semacam Fadli Zon, atau bermasalah hukum seperti Budi Arie Setiadi saja dipertahankan Prabowo. Mungkin karena itulah Raja Juli dan Abdul Kadir berani berjudi mempertaruhkan jabatannya.
Klarifikasi senada disampaikan Abdul Karding Karding. Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Raja Juli tidak mengenal Aziz Wellang.
Karding juga mengklarifikasi bahwa Azis Wellang tidak lagi berstatus tersangka pembalakan hutan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Nomor: 13/Pid.Pra/2023/PN.Jkt.Pst dan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) atas nama Muhammad Aziz Wellang dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) berdasarkan suratnya nomor S.01BPPHLHK-IV.SWI/PPNS/02/2025 tanggal 14 Februari 2025.
Berkumpulnya Raja Juli dan Abdul Kadir Karding dalam satu meja dengan Aziz Wellang juga menimbulkan ironi. Bagaimana bisa pejabat bersahabat dengan seseorang yang pernah menjadi tersangka pembalakan liar hutan? Ada conflict of interest atau konflik kepentingan di sana, terutama antara Raja Juli dan Aziz Wellang.
Standar moral pejabat pun patut dipertanyakan. Tak ada lagi baik-buruk. Tak ada lagi mulia-hina.
Raja Juli sudah memberikan klarifikasi. Dia mengaku datang ke rumah itu karena disamperi Abdul Kadir Karding. Keduanya kemudian berdiskusi berjam-jam.
Namun dalam diskusi itu, Raja Juli mengaku sama sekali tidak membahas tema pembalakan liar dengan Karding.
Raja Juli juga mengaku tidak kenal dengan dua orang selain Karding yang bermain domino sebanyak dua set dengan dirinya.
Klarifikasi adalah hak Raja Juli dan Abdul Kadir Karding sebagai pejabat publik, silakan saja. Tapi publik juga punya hak untuk percaya atau tidak dengan klarifikasi Menhut dan Menteri Perlindungan Tenaga Kerja Migran itu.
Pun, siapa yang menjamin Raja dan Abdul Kadir tidak membahas tema pembalakan liar. Kalau pun mereka berbohong, siapa yang tahu?
Siapa pula yang menjamin Raja tidak kenal Aziz Wellang? Tak ada sesuatu yang kebetulan di muka bumi ini. Apalagi di dunia politik.
Kini, bola ada di tangan Prabowo. Mau membersihkan kabinet dari anasir-anasir nakal atau tidak. Jangan sampai kasus tertangkapnya Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus pemerasan terjadi lagi pada anggota Kabinet Merah Putih lainnya.

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024



















