• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
March 8, 2025
in Feature, Politik
0
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis (Presiden TPUA dan Koordinator Advokat TPUA)

Menurut Immanuel Kant, hukum bersifat heteronom, sedangkan moral bersifat otonom. Heteronomitas hukum berarti bahwa aturan tersebut dipaksakan oleh kekuatan eksternal—baik oleh kelompok penguasa maupun penyelenggara negara. Sementara itu, moralitas yang bersifat otonom berasal dari kesadaran pribadi manusia dan tidak dapat dipaksakan oleh otoritas eksternal tanpa legitimasi dari mayoritas representatif.

Sayangnya, dalam praktiknya, demokrasi sering kali menegasikan keadilan karena keadilan yang seharusnya objektif justru dikalahkan oleh hasil voting. Maka dari itu, hukum yang dibuat tanpa landasan moralitas hanya akan menjadi alat bagi penguasa dan bertentangan dengan kehendak Allah.

Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

“Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.”
(QS. Al-An’am: 57)

Dalam kerangka berpikir ilmiah, Eggi Sudjana merumuskan teori OST JUBEDIL (Objektivitas, Sistematis, Terstruktur, Jujur, Benar, dan Adil). Tanpa prinsip ini, setiap bentuk kekuasaan dan hukum hanya akan menjadi instrumen kepentingan politik belaka, bukan alat untuk menegakkan keadilan.

Prabowo: Diterima Publik, tapi Gibran Ditolak

Realitas politik saat ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto, meskipun telah diterima sebagai Presiden RI ke-8, tetap menuai kontroversi, terutama dalam konteks penerimaan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden. Banyak rakyat yang menolak Gibran karena dianggap tidak memiliki kapasitas sebagai pemimpin nasional.

Fakta bahwa Gibran bisa maju dalam Pilpres 2024 tidak lepas dari dugaan praktik nepotisme dan KKN. Hal ini semakin jelas jika dibandingkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan kemenangan seorang bupati di Banten karena cawe-cawe suaminya, Menteri Desa PDTT Yandri Susanto. Sayangnya, MK tidak menerapkan prinsip yang sama terhadap keterlibatan Jokowi dalam memenangkan Gibran sebagai Cawapres.

Dalam perayaan ulang tahun Partai Gerindra di Sentul, Prabowo bahkan secara terbuka mengakui keterlibatan Jokowi dalam pemenangannya, seraya mengucapkan terima kasih dan menyerukan, “Hidup Jokowi!” tiga kali. Hal ini semakin memantik kemarahan publik, yang justru menuntut agar Jokowi diadili atas dugaan pelanggaran hukum dan moral selama menjabat sebagai presiden.

Prabowo Diam atas Hinaan, Publik Menunggu Sikap Tegas

Di sisi lain, muncul peristiwa politik yang melibatkan akun Fufu Fafa, yang diduga kuat dimiliki oleh Gibran. Akun tersebut diduga menghina Prabowo dan keluarganya, termasuk almarhum Presiden Soeharto. Meski secara manusiawi Prabowo bisa saja marah besar, ia justru memilih diam dan menerima penghinaan tersebut dengan sikap yang tampak “ikhlas”.

Hal ini semakin menimbulkan pertanyaan: apakah kesabaran Prabowo terhadap penghinaan ini akan berdampak pada ketidakpuasan rakyat? Apakah Prabowo akan terus mengabaikan suara publik yang menolak Gibran?

Menurut TAP MPR Nomor VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, seharusnya seorang pemimpin berpegang pada prinsip moralitas yang kuat. Namun, transparansi moral Gibran yang dipertanyakan membuat banyak pihak merasa bahwa ia tidak pantas menduduki jabatan Wakil Presiden. Demi tegaknya keadilan, proses hukum terhadap Jokowi seharusnya tetap berjalan agar dugaan pelanggaran yang terjadi selama kepemimpinannya bisa dipertanggungjawabkan.

Masa Depan Prabowo: Menerapkan Hukum atau Tetap Berpihak?

Waktu akan menjawab apakah Prabowo akan mengambil langkah yang berpihak pada keadilan atau justru semakin tunduk pada kepentingan kelompok tertentu. Parameter utama kepemimpinannya akan diuji dalam enam bulan pertama, khususnya terkait dengan kebijakan ekonomi, stabilitas politik, dan penegakan hukum.

Jika Prabowo ingin memastikan bahwa pemerintahannya berjalan dengan prinsip hukum yang sejati—yakni hukum yang memiliki kepastian, manfaat, dan keadilan—maka ia harus berani menegakkan hukum secara objektif, tanpa keberpihakan.

Sebagaimana firman Allah:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri atau terhadap orang tua dan kaum kerabatmu…”
(QS. An-Nisa: 135)

Rakyat kini menanti, apakah Prabowo akan benar-benar menjadi pemimpin yang menegakkan hukum dan keadilan, atau justru melanggengkan sistem yang tidak berpihak pada rakyat?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Angka Kekerasan Meningkat, Akademisi Kritik Anggaran KPPA Disunat

Next Post

Jangan Terlalu Fobia terhadap Perubahan: Belajar dari Dinamika Konstitusi

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Rakyat Tak Korupsi, Rakyat Tak Berdusta, Hanya Menuntut HakNya

Jangan Terlalu Fobia terhadap Perubahan: Belajar dari Dinamika Konstitusi

Putusan MK: Pejabat Negara Jadi Capres Tak Perlu Mundur, Cukup Persetujuan Presiden

Refleksi Sejarah: Produk UUD 1945 Melahirkan Kehidupan Bernegara Yang Chaos

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist