• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Refleksi Sejarah: Produk UUD 1945 Melahirkan Kehidupan Bernegara Yang Chaos

Ali Syarief by Ali Syarief
March 8, 2025
in Feature, Law, Politik
0
Putusan MK: Pejabat Negara Jadi Capres Tak Perlu Mundur, Cukup Persetujuan Presiden
Share on FacebookShare on Twitter

Pengantar

Mahfud MD pernah mengatakan, “Malaikat pun bila masuk ke dalam sistem ini menjadi Iblis.” Pernyataan ini mencerminkan betapa buruknya sistem politik dan hukum yang berjalan di Indonesia. Konstitusi yang seharusnya menjadi pedoman utama dalam tata kelola negara justru sering kali menjadi alat kepentingan politik. Inilah yang saya uraikan dalam esai ini, bahwa UUD 1945 dalam praktiknya telah melahirkan sistem yang buruk, di mana setiap pemimpin yang masuk ke dalamnya harus berhadapan dengan realitas politik yang korup dan penuh kompromi.

Sejak kemerdekaan Indonesia, perjalanan kepemimpinan nasional selalu beriringan dengan dinamika politik yang penuh gejolak. Konstitusi yang menjadi landasan hukum negara, yakni Undang-Undang Dasar 1945, telah menjadi saksi bagaimana setiap presiden menghadapi berbagai tantangan politik yang berujung pada kejatuhan mereka, baik melalui gerakan rakyat, oposisi politik, maupun kompromi elite. Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam praktiknya, pelaksanaan UUD 1945 sering kali dipengaruhi oleh kepentingan politik yang lebih besar dibandingkan dengan esensi konstitusi itu sendiri.

Bung Karno dan Gerakan Rakyat Sebagai Proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno memiliki peran besar dalam membangun dasar negara. Namun, era demokrasi terpimpin yang ia ciptakan semakin lama dianggap sebagai bentuk otoritarianisme. Puncaknya, gerakan rakyat yang dikombinasikan dengan intervensi militer menyebabkan jatuhnya Soekarno pada 1967. Meskipun tetap mengusung semangat UUD 1945 dan Pancasila, kekuasaannya tidak dapat bertahan akibat tekanan politik yang besar.

Soeharto: Pelaksana Murni UUD 1945 yang Tumbang Soeharto naik ke tampuk kekuasaan dengan legitimasi yang dikukuhkan oleh TAP MPRS. Selama lebih dari 30 tahun, ia menerapkan UUD 1945 dengan pendekatan yang stabil namun represif. Pemerintahannya diwarnai dengan pembangunan ekonomi yang pesat, tetapi juga dikritik karena praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Ketika krisis ekonomi 1998 melanda, gerakan rakyat yang didominasi mahasiswa menggulingkan kekuasaannya. Meskipun mengklaim sebagai pelaksana UUD 1945 secara murni dan konsekuen, legitimasi politiknya tetap tidak dapat bertahan di hadapan tuntutan reformasi.

Habibie: Demokrasi yang Ditolak Partai Sendiri Sebagai penerus Soeharto, B.J. Habibie membuka pintu demokrasi selebar-lebarnya, termasuk membebaskan pers dan memberikan referendum bagi Timor Timur. Namun, keterbukaannya justru membuatnya kehilangan dukungan politik, termasuk dari Golkar, partai yang selama ini mendukungnya. Pada akhirnya, Habibie terpaksa mundur karena tidak mendapat dukungan MPR.

Gus Dur: Dari Pengangkatan ke Pemakzulan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih sebagai presiden meskipun partainya, PKB, tidak memperoleh suara mayoritas. Dengan dukungan dari poros tengah yang digagas Amien Rais, ia naik ke tampuk kekuasaan. Namun, manuver politiknya yang dianggap kontroversial membuatnya kehilangan dukungan dari partai-partai yang sebelumnya mendukungnya. Pada akhirnya, ia mengalami pemakzulan oleh MPR pada 2001.

Megawati: Presiden karena Kompromi Politik Megawati Soekarnoputri, yang pada Pemilu 1999 meraih suara terbanyak, justru tidak langsung menjadi presiden. Melalui kompromi politik yang melibatkan Amien Rais dan poros tengah, Gus Dur yang terpilih. Setelah Gus Dur lengser, Megawati akhirnya naik menjadi presiden, bukan karena pemilihan langsung rakyat, melainkan sebagai hasil kompromi politik antar elite.

SBY: Presiden yang Dihadang Oposisi Setiap Hari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan presiden pertama Indonesia yang terpilih secara langsung oleh rakyat pada 2004. Namun, selama pemerintahannya, ia menghadapi kritik dan demonstrasi dari oposisi hampir setiap hari. Meskipun memimpin selama dua periode, pemerintahannya tetap tak luput dari kritik tajam, terutama terkait kebijakan ekonomi dan politik.

Jokowi dan Prabowo: Politik Manipulasi dan Balas Budi Jokowi naik sebagai presiden dengan kemenangan atas Prabowo Subianto, yang kala itu menjadi lawan politiknya. Namun, kemenangannya diwarnai oleh berbagai janji politik yang kemudian dipertanyakan. Ironisnya, Prabowo yang pernah menjadi rival utama justru kini diangkat sebagai penggantinya dengan bantuan penuh dari Jokowi. Hal ini menunjukkan bahwa politik Indonesia lebih banyak dimainkan oleh kompromi elite dibandingkan kehendak rakyat secara murni.

Kesimpulan Setiap presiden dalam sejarah Indonesia selalu berhadapan dengan dinamika politik yang tidak lepas dari tekanan rakyat dan manuver elite. Produk UUD 1945 yang seharusnya menjadi pedoman utama dalam bernegara kerap kali diselewengkan oleh kepentingan politik sesaat. Dari Bung Karno hingga Prabowo, semua presiden menghadapi tantangan yang sama: bagaimana mempertahankan kekuasaan di tengah intrik politik yang terus berubah. Sejarah ini menunjukkan bahwa dalam politik Indonesia, konstitusi sering kali tunduk pada kompromi politik, bukan sebaliknya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jangan Terlalu Fobia terhadap Perubahan: Belajar dari Dinamika Konstitusi

Next Post

Reformasi Jilid Dua: Sinyalemen SBY dan Gelombang Perlawanan Rakyat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
SBY Dituding Setengah Hati Dalam Mendukung Prabowo – Gibran

Reformasi Jilid Dua: Sinyalemen SBY dan Gelombang Perlawanan Rakyat

Hadapi Pengusiran warga Gaza oleh Israel, Teheran dan Riyadh Serukan Persatuan Muslim  

Hadapi Pengusiran warga Gaza oleh Israel, Teheran dan Riyadh Serukan Persatuan Muslim  

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...