• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Reformasi Hukum yang Tak Bisa Ditunda—Menjembatani Gagasan Jimly dan Mahfud MD

Ali Syarief by Ali Syarief
May 6, 2026
in Feature, Law
0
Reformasi Hukum yang Tak Bisa Ditunda—Menjembatani Gagasan Jimly dan Mahfud MD
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, suara dari dua tokoh penting—Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD—kembali mengingatkan bahwa reformasi hukum di Indonesia belum selesai. Bahkan, ia mungkin belum benar-benar dimulai secara substansial. Pernyataan Jimly yang menegaskan perlunya reformasi menyeluruh pada lembaga hukum dan kehakiman, tidak cukup hanya dengan menaikkan gaji aparat, menjadi pintu masuk penting untuk membaca ulang arah reformasi kita hari ini.

Jimly melihat problem hukum Indonesia bukan semata pada kesejahteraan aparat, tetapi pada struktur dan kultur kelembagaan. Ia menolak pendekatan simplistik yang menganggap peningkatan gaji sebagai solusi utama. Sebaliknya, ia menekankan bahwa reformasi harus menyentuh seluruh ekosistem penegakan hukum—dari polisi, jaksa, hingga hakim. Dalam perspektif ini, hukum tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil interaksi antara sistem, manusia, dan kekuasaan.

Pandangan ini menemukan resonansi kuat dalam gagasan Mahfud MD. Sebagai akademisi dan praktisi hukum yang pernah memimpin Mahkamah Konstitusi, Mahfud berulang kali menegaskan bahwa persoalan hukum di Indonesia bersifat struktural dan politis. Ia melihat hukum kerap kali menjadi produk konfigurasi politik, bukan sebagai penjaga keadilan yang independen. Dengan kata lain, selama politik masih mendominasi hukum, maka reformasi hukum akan selalu bersifat kosmetik.

Di titik inilah gagasan Jimly dan Mahfud bertemu: reformasi hukum harus melampaui aspek administratif dan menyentuh dimensi moral, politik, dan institusional. Keduanya memahami bahwa problem hukum Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan teknokratis semata. Ada persoalan integritas, independensi, dan bahkan keberanian dalam menegakkan hukum terhadap kekuasaan.

Jimly, dengan latar belakangnya sebagai arsitek reformasi konstitusi pasca-1998, memahami bahwa pembenahan hukum harus dimulai dari desain kelembagaan. Ia pernah terlibat langsung dalam reformasi konstitusi yang melahirkan Mahkamah Konstitusi sebagai simbol supremasi konstitusi. Namun, keberhasilan institusional itu kini menghadapi tantangan serius: erosi integritas dan politisasi lembaga.

Sementara itu, Mahfud melihat bahwa tanpa keberanian politik untuk menegakkan hukum secara adil, lembaga sebaik apa pun akan lumpuh. Ia sering mengingatkan bahwa hukum bisa tajam ke bawah dan tumpul ke atas—sebuah ironi dalam negara hukum yang seharusnya menjunjung prinsip equality before the law.

Kombinasi pemikiran keduanya menghasilkan satu kesimpulan penting: reformasi hukum tidak cukup dilakukan dari dalam sistem, tetapi juga harus didorong oleh tekanan publik dan kesadaran kolektif. Tanpa itu, hukum akan terus menjadi alat kekuasaan, bukan alat keadilan.

Dalam konteks kekinian, kritik Jimly terhadap pendekatan “naik gaji” sebagai solusi reformasi menjadi sangat relevan. Kesejahteraan memang penting, tetapi tanpa integritas dan sistem yang transparan, peningkatan gaji justru berpotensi memperkuat status quo. Sebaliknya, seperti yang ditegaskan Mahfud, hukum harus dikembalikan pada fungsinya sebagai instrumen keadilan, bukan alat legitimasi kekuasaan.

Akhirnya, reformasi hukum di Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan administratif. Ia membutuhkan keberanian moral, ketegasan politik, dan komitmen untuk menempatkan hukum di atas kekuasaan. Tanpa itu, reformasi hanya akan menjadi slogan—indah di atas kertas, tetapi kosong dalam praktik.

Dan mungkin, di sinilah kegelisahan terbesar bangsa ini bermula: ketika hukum kehilangan wibawanya, maka negara perlahan kehilangan jiwanya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ada Apa dengan Restitusi PPN, Khususnya pada Sektor Ekspor Batu Bara?

Next Post

USA vs Tiongkok: Ketika Kapital Mengendalikan Negara, dan Negara Mengendalikan Kapital

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Revolusi Bermula dari Film!
Feature

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026
Feature

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo
Birokrasi

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Next Post
USA vs Tiongkok: Ketika Kapital Mengendalikan Negara, dan Negara Mengendalikan Kapital

USA vs Tiongkok: Ketika Kapital Mengendalikan Negara, dan Negara Mengendalikan Kapital

Jihad, Islamofobia, dan Politik Kekuasaan: Membaca Ulang Narasi yang Sengaja Disederhanakan

Jihad, Islamofobia, dan Politik Kekuasaan: Membaca Ulang Narasi yang Sengaja Disederhanakan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist