• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

USA vs Tiongkok: Ketika Kapital Mengendalikan Negara, dan Negara Mengendalikan Kapital

Ali Syarief by Ali Syarief
May 6, 2026
in Economy, Feature
0
USA vs Tiongkok: Ketika Kapital Mengendalikan Negara, dan Negara Mengendalikan Kapital
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Dalam lanskap global hari ini, dua raksasa dunia—Amerika Serikat dan Tiongkok—tidak sekadar bersaing dalam angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam filosofi dasar: siapa yang sebenarnya memegang kendali, negara atau kapital?

Kapital di Atas Politik: Model Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, relasi antara kekuatan ekonomi dan kekuasaan politik cenderung timpang—kapital berada di atas otoritas negara. Wall Street bukan sekadar simbol finansial, tetapi pusat gravitasi kebijakan. Lobi korporasi, dana kampanye, dan jejaring bisnis sering kali menentukan arah politik nasional.

Perusahaan teknologi raksasa seperti Apple Inc., Google, hingga Amazon memiliki daya tekan yang luar biasa terhadap regulator. Negara tampak seperti negosiator, bukan pengendali. Demokrasi prosedural tetap berjalan, tetapi sering kali terkooptasi oleh kepentingan modal.

Akibatnya, kebijakan publik bisa terfragmentasi: kepentingan jangka pendek pasar sering mengalahkan visi jangka panjang negara. Ketimpangan sosial pun melebar—sebuah paradoks bagi negara dengan ekonomi terbesar dunia.

Negara di Atas Kapital: Model Tiongkok

Sebaliknya, Tiongkok mengusung pendekatan yang nyaris berkebalikan. Negara berdiri di atas kapital. Partai dan pemerintah memiliki kontrol strategis terhadap arah ekonomi, bahkan terhadap perusahaan swasta.

Kasus Alibaba Group dan pendirinya, Jack Ma, menjadi contoh konkret bagaimana negara dapat “menarik rem” ketika kapital dinilai terlalu dominan. Intervensi ini bukan anomali, melainkan bagian dari desain sistemik.

Negara menetapkan prioritas: industrialisasi, teknologi, infrastruktur, dan kedaulatan ekonomi. Perusahaan—baik BUMN maupun swasta—harus selaras dengan agenda nasional. Dalam kerangka ini, kapital bukan penguasa, melainkan instrumen.

Siapa Lebih Maju?

Jika “kemajuan” diukur dari kemampuan membangun infrastruktur, mengentaskan kemiskinan secara massif, dan mengakselerasi teknologi dalam waktu singkat, maka Tiongkok tampak melesat lebih jauh.

Tiongkok membangun jaringan kereta cepat terbesar di dunia, kota-kota futuristik seperti Shenzhen, dan dominasi dalam manufaktur global. Negara mampu bergerak cepat karena minimnya hambatan politik elektoral.

Sebaliknya, Amerika Serikat unggul dalam inovasi, riset, dan kebebasan individu. Silicon Valley tetap menjadi pusat inovasi dunia. Namun, pembangunan fisik dan kebijakan strategis sering tersandera oleh tarik-menarik kepentingan politik dan ekonomi.

Catatan Kritis

Namun, menyimpulkan bahwa satu model sepenuhnya lebih unggul dari yang lain adalah penyederhanaan. Model Tiongkok efektif dalam mobilisasi, tetapi menghadapi kritik dalam hal kebebasan sipil. Model Amerika menjamin kebebasan, tetapi rentan terhadap dominasi oligarki ekonomi.

Yang menarik justru adalah pelajaran di antaranya:

  • Ketika kapital terlalu dominan, negara kehilangan arah.
  • Ketika negara terlalu dominan, risiko kontrol berlebihan muncul.

Penutup

Tiongkok tampak lebih “maju” dalam arti kecepatan dan skala pembangunan. Namun Amerika masih unggul dalam ekosistem inovasi dan kebebasan berpikir.

Pertanyaannya bukan lagi siapa yang lebih hebat, tetapi: model mana yang lebih berkelanjutan?

Di situlah dunia—termasuk Indonesia—perlu belajar. Bukan memilih salah satu secara ekstrem, tetapi menemukan keseimbangan antara otoritas negara dan dinamika kapital.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Reformasi Hukum yang Tak Bisa Ditunda—Menjembatani Gagasan Jimly dan Mahfud MD

Next Post

Jihad, Islamofobia, dan Politik Kekuasaan: Membaca Ulang Narasi yang Sengaja Disederhanakan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo
Birokrasi

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR
Birokrasi

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Feature

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026
Next Post
Jihad, Islamofobia, dan Politik Kekuasaan: Membaca Ulang Narasi yang Sengaja Disederhanakan

Jihad, Islamofobia, dan Politik Kekuasaan: Membaca Ulang Narasi yang Sengaja Disederhanakan

Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Tipu Daya Tak Abadi: Ijazah dan Krisis Kepercayaan Publik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026

​Ketika Negara Membuka Hulu Kerusakan ​(Refleksi tentang Moral Bangsa, Kebijakan Publik, dan Arah Peradaban Indonesia)

May 13, 2026
Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist