• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

REMBUK KEBANGSAAN MENYELAMATKAN CITA-CITA NEGARA PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945.

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
March 6, 2024
in Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh : Prihandoyo Kuswanto | Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Panca Sila.

Katanya mereka bilang negara ini demokrasi padahal tidak pernah para pendiri negeri ini mendisain dan memberi nama negeri ini Republik Demokrasi Indonesia .

Tetapi Indonesia diberi nama Negara Kesatuan Republik Indonesia .
Sebab bagi pendiri negeri ini demokrasi hanya sebagai alat dan bukan demokrasi liberal seperti yang dijalankan sekarang demokrasi kita adalah permusyawaratan perwakilan bukan banyak banyakan suara , kalah menang, pertarungan, kuat-kuatan, curang curangan post truth.

Pemilu distikma curang TSM kata yang kalah ,jadi dengan pemilu yang super liberal ini orang bisa caci maki dan menganggap kelompok nya paling jujur walau kalah, tidak ada legowo dalam bertarungan pilpres dan pileg .

Dengan pilpres, pileg langsung telah mempraktikan post truth sehingga munculnya buzer-buzer untuk membangun opini yang terus di gencarkan melalui media sosial,survey-survey bayaran untuk membohongi rakyat membuat rakyat tidak bisa lagi melihat kebenaran.

Demokrasi itu sebetulnya hanya alat bukan tujuan. Apakah demokrasi itu untuk rakyat atau rakyat untuk demokrasi?

Sejak reformasi yang kemudian mengamandemen UUD 1945, tanpa disadari kita telah mengganti negara yang dirahmati Allah menjadi negara yang Liberal Sekuler.

Indonesia hari ini bukan negara yang diproklamasikan 17 Agustus 1945, sebab kaidah berbangsa dan bernegara yang terurai di dalam pembukaan UUD 1945 diabaikan, tidak lagi menjadi pedoman, arah, tuntunan, cita-cita dalam berbangsa dan bernegara.

Apa masih ada rasa kecintaan kita pada bangsa dan negara ini? Apa masih ada rasa bangga menjadi bangsa ini dan apa masih ada kedaulatan bangsa ini sebagai bangsa yang merdeka?

Semua pertanyaan di atas bergelantung pada situasi diusia ke 78 tahun kemerdekaan Indonesia.

Kita semakin tidak paham terhadap apa itu Indonesia dan apa itu Pancasila sebab 20 tahun reformasi bangsa ini telah dicekoki dan dicuci otak dengan Individualisme, Liberalisme dan Kapitalisme.

Kita kagok dengan negara berdasarkan Pancasila, dianggapnya yang serba Liberal dan Kapitalis ini sebuah kemajuan, sementara sistem negara berdasarkan Pancasila adalah kemunduran.

Padahal pendiri negeri ini mendirikan negeri bukan asal jiplak dari negara asing, bahkan berani membuat sendiri sistem negaranya. Dasar yang dipakai digali dari budaya sendiri, bukan menjiplak dari bangsa lain.

Rupanya para pemimpin saat ini tidak memahami bahwa sistem yang dijalankan hari ini justru menjiplak dari asing dengan sangat mendewakan demokrasi liberal yang mereka campur dengan feodalisme kepartaian .

Demokrasi liberal dengan sistem presidensial dianggap sebagai agama baru dan dianggap kemajuan, sementara sistem sendiri yang mengedepankan kekeluargaan dan gotong royong dianggap mundur, puritan.

Jokowi, Prabowo, Megawati, SBY, Jusuf Kalla, Surya Paloh, Aneis ,Ganjar Pranowo ,dan semua ketua ketua partai politik telah berkhianat terhadap Pancasila, sebab mereka bicaranya ideologi Pancasila tetapi yang dijalankan Individualisme, Liberalisme, Kapitalisme.

Rakyat ditipu, dikatakan negara berdasarkan Pancasila tetapi mereka menjalankan Individualisme Liberalisme Kapitalisme.

ketua DPR , Bambang Soesatyo sebagai ketua MPR memahami apa itu Ideologi negara Panca Sila ?

Setelah diganti nya UUD 1945 dengan UUD 2002 keadaan menjadi kacau, sebab Panca Sila yang seharus nya menjadi dasar negara diabaikan mana bisa demokrasi dengan pemilihan langsung yang jelas mempertarungkan dua kubu atau lebih disamakan dengan Gotong royong, disamakan dengan Persatuan Indonesia, disamakan dengan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan. Usaha mencangkokan Pancasila dengan Demokrasi liberal adalah bentuk pengkhianatan terhadap ideologi Pancasila .

Mari kita cermati apa yang di katakan Bung Karno Cuplikan Pidato Presiden Sukarno
…………” Telah sering saya katakan, bahwa demokrasi adalah alat. Demokrasi bukan tujuan. Tujuan ialah satu masyarakat yang adil dan makmur, satu masyarakat yang penuh dengan kebahagiaan materiil dan spirituil.

Sebagai alat, maka demokrasi ( dalam arti bebas berfikir dan bebas berbicara ( harus berlaku dengan mengenal beberapa batas. Batas itu ialah batas kepentingan rakyat banyak, batas kesusilaan, batas keselamatan Negara, batas kepribadian bangsa, batas pertanggungan-jawab kepada Tuhan.

Manakala batas-batas ini tidak diindahkan, maka menjelmalah demokrasi menjadi anarchi si pandai omong semata-mata.

Kita sekarang kalau tidak awas-awas, menuju kepada anarchi total. Tidakkah demikian? Segala macam krisis sudah menumpah kepada kita. Krisis demokrasi sendiri, sehingga orang ada yang meminta presiden dilengserkan ,melalui hak angket .pemilu distikma Curang .

Krisis cara meninjau persoalan, dalam mana sinisme merajalela, dan dalam mana segala hal dikuasai oleh demokrasi-omong itu, sehingga hasil tiap-tiap persoalan hanyalah cemooh belaka, ( cemooh, cemooh, sekali lagi cemooh.

Krisis Gezag, dalam mana orang tak mau mengerti bahwa Kewibawaan Gezag haruslah kita bina bersama, kita susun bersama, kita pelihara bersama, dan tidak malahan kita dongkel, kita “slopen”, dengan sikap yang kini kita lihat di beberapa daerah.

Ya, krisis menyusul krisis, sehingga akhirnya mungkin nanti menjadilah krisis itu satu krisis total, krisis mental!

Ini yang terjadi saat ini setelah UUD1945 diganti dengan UUD 2002 dan ideologi Pancasila kita hilangkan nilai nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bangsa ini tidak butuh angket atau sejenis nya yang dibutuhkan adalah penyelamatan Indonesia menuju kehancuran nya.
Harus ada rembuk kebangsaan untuk menyelamatkan Negara Indonesia .
Megawati,Jokowidodo,Prabowo,Surya Paloh,Susilo Bambang Yudoyono,Hartarto Zukhifli Hasan ,Muhaimin ,
Lanyala Machfud Mataliti ,Puan Maharani ,Bambang Soesatyo ,Panglima TNI Kapolri. Ketua NU,Ketua Muhammadyah ,Ketua MUI,ketua Wali Gereja ,ketua Hindu Ketua Budah ,dan tokoh tokoh ormas Pemuda Pancasila ,ketua KNPI ,Forum Rektor ,dan tokoh tokoh lain nya .untuk melakukan penyelamatan negara bangsa ini kembali pada UUD 1945 dan Pancasila .

Akibat demokrasi ultra liberal ini National dignity kita amblas samasekali, sehingga banyak di antara kita ini tidak merasa malu bahwa dunia-luaran ada yang goyang kepala, ada yang bertampik sorak kesenang-senangan. Tidak merasa malu, kalau dunia-baru berkata “Indonesia is breaking up” (Indonesia mulai runtuh), (“Quo vadis malu, kalau dunia-baru berkata “Indonesia is breaking up” (Indonesia mulai runtuh), ( “Quo vadis Indonesia?” (kemanakah engkau Indonesia?) ( “A nation in collapse” (Satu bangsa yang sedang ambruk).

Ah, saudara-saudara, mengapa toh begini? Apa memang bangsa Indonesia itu ditakdirkan Tuhan menjadi bangsa inlander, bangsa yang pecah-belah, bangsa yang tak mampu mengangkat dirinya ke taraf yang lebih tinggi? Saya yakin tidak! Tetapi saya kira bangsa Indonesia salah sistim (politiknya, terutama sekali dalam masa perpindahan ini. Bangsa Indonesia dan rakyat Indonesia telah “disalah-gunakan” oleh pemimpin-pemimpinnya dalam mengeruk kekayaan untuk pribadi -pribadi . demokrasi-omong yang tak kenal batas, demokrasi-omong yang tak kenal disiplin, demokrasi-omong

Mereka tak akan bahagia dengan demokrasi politik saja, ( apalagi demokrasi politik “free fight liberalism” sebagai yang kita jalankan sekarang ini (, mereka gandrung akan demokrasi sosial yang memberi mereka kebahagiaan di segala lapangan, terutama sekali di lapangan ekonomi bagi oligarkhy politik maupun oligarkhy konglo busuk mereka bersengkongkol menggarong kekayaan ibu pertiwi akibat nya “Bumi air dan kejayaan didalam nya dikuasai oligarkhy dan sebesar besar ny untuk kemamuran keluarga oligarkhy.

Bagaimana mungkin korporasi bisa menguasai tanah ratusan ribu hektar sampai jutaan hektar padahal uu no5 th 1960 hanya boke HGU 25 hektar terus tanah yang jutaan hektar berarti ilegal dan polisi kok malah rakyat yang ditangkapi bukan nua polisi penegak hukum ? Ya tegakan UU POKOK POKOK AGRARIA. jangan meng hamba pada oligarkhy busuk bagaimana menteri pertanahan dan kapolri menegakan tanah ini beranikah?

Tanpa sadar kita sedang masuk dalam jebakan asing dan sibuk dengan permainan demokrasi para kaum borjuis.Demokrasi yang tidak memberi kemakmuran pada rakyat tetapi untuk menggarong ke kayaan ibu pertiwi dan kita terjebak dalam permainan Post Trut.curang dan menghalalkan segala cara padahal asal nya negara ini didirikan atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa memilih pemimpin nya perjudian jauh dari nilai nilai Pancasila .

Apakah kita akan membiarkan Indonesia menuju negara gagal ? Jika ingin negara ini selamat kembalilah pada UUD 1945 dan Pancasila.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gencatan Senjata Gaza Gagal – Mencapai Terobosan Menjelang Ramadhan,

Next Post

Iran Pamerkan Rudal dan UAV bernama ‘Gaza’ di Pameran Pertahanan DIMDEX Maritime Defence 2024 Qatar

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Iran Pamerkan Rudal dan UAV bernama ‘Gaza’ di Pameran Pertahanan DIMDEX Maritime Defence 2024 Qatar

Iran Pamerkan Rudal dan UAV bernama 'Gaza' di Pameran Pertahanan DIMDEX Maritime Defence 2024 Qatar

Dari Awal Dirilis Kacau, Beberapa Partai Politik Minta Dihentikan, Ngeyel, Pada Akhirnya KPU Hentikan Tayangan Real Count di Sirekap.

Dari Awal Dirilis Kacau, Beberapa Partai Politik Minta Dihentikan, Ngeyel, Pada Akhirnya KPU Hentikan Tayangan Real Count di Sirekap.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist