• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Rencana Prabowo-Gibran dalam Penyusunan Kabinet – Berorientasi Berbagi Manisnya Gula Kekuasaan.

Grace Natalie dan Fuad Bawazier komisaris MIND ID Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie juga dilantik menjadi Dewan Komisaris Mining Industry Indonesia (MIND ID).

Ali Syarief by Ali Syarief
June 11, 2024
in Feature, Politik
0
Rencana Prabowo-Gibran dalam Penyusunan Kabinet – Berorientasi Berbagi Manisnya Gula Kekuasaan.
Share on FacebookShare on Twitter

Penyusunan kabinet sejatinya adalah hak prerogatif Presiden. Dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia, Wakil Presiden seharusnya hanya mendukung dan memahami apa yang Presiden inginkan untuk kabinetnya. Namun, rencana Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam menyusun kabinet tampak menyimpang dari prinsip ini.

Penyusunan kabinet haruslah didasarkan pada kompetensi dan kapabilitas pribadi-pribadi yang dipilih sebagai menteri. Menteri adalah pembantu Presiden dalam melaksanakan sebagian tugasnya dan memenuhi janji-janji yang disampaikan kepada rakyat saat kampanye. Menunjuk menteri berdasarkan utang budi politik atau pembagian jatah antara koalisi partai tidak hanya merusak integritas pemerintahan tetapi juga mengabaikan kebutuhan rakyat akan pemerintahan yang kompeten dan transparan.

Dalam berita terbaru dari  Fusilatnews, https://fusilatnews.com/tkn-prabowo-gibran-bakal-peroleh-bagian-kursi-menteri-sisahnya-peroleh-kursi-komisaris-bumn/  disebutkan bahwa pembagian kursi menteri dan kursi komisaris BUMN menjadi rejeki nomplok bagi sejumlah anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran yang membutuhkan pekerjaan bergengsi pasca Pemilihan Presiden 2024. Anggota partai koalisi Indonesia Maju, yang hampir pasti akan memperoleh kursi menteri, sementara sisanya akan mendapatkan kursi komisaris di BUMN, menunjukkan bahwa penyusunan kabinet ini lebih berfokus pada balas jasa politik daripada kompetensi.

Misalnya, Simon Aloysius Mantiri dari Partai Gerindra ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Selain itu, Grace Natalie dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Fuad Bawazier dari Partai Gerindra juga ditunjuk sebagai Komisaris di Mining Industry Indonesia (MIND ID).

Penunjukan semacam ini menimbulkan kekhawatiran mengenai moralitas dan integritas dalam pemerintahan. Bagaimana bisa individu-individu yang jelas-jelas terkait erat dengan kampanye politik diangkat ke posisi strategis yang seharusnya diisi oleh profesional yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya? Ini adalah bentuk nepotisme politik yang jelas-jelas merusak tatanan good governance yang diharapkan oleh masyarakat.

Mengabaikan kompetensi demi politik balas budi bukan hanya mencederai prinsip keadilan tetapi juga berpotensi merugikan negara. Mengingat posisi menteri dan komisaris BUMN adalah posisi strategis yang memerlukan keahlian khusus, ketidakmampuan individu-individu yang diangkat karena alasan politik dapat berakibat fatal bagi kelangsungan dan kinerja lembaga yang dipimpinnya.

Maka, demi prinsip good governance dan kepentingan rakyat, penyusunan kabinet harus berlandaskan pada asas meritokrasi, bukan politik balas budi. Demi masa depan Indonesia yang lebih baik, pemerintahan harus dijalankan oleh individu-individu yang benar-benar kompeten dan memiliki integritas tinggi, bukan oleh mereka yang hanya mencari keuntungan pribadi dari posisi strategis.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rakyat Memilih, bukan elit Politik: Seperti Apa Pemilihan Presiden Iran

Next Post

Tak Semua Ormas Keagamaan Bisa Anda “Beli”, Pak Jokowi!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
PP 25/2024 Diteken, NU Dapat Konsesi Tambang, NU Puji Jokowi “Setinggi Langit”

Tak Semua Ormas Keagamaan Bisa Anda "Beli", Pak Jokowi!

PDI-P Ungkap Alasan Bisa Gagalkan Pencapresan Anies

Gagal Tangkap Harun Masiku, KPK Jadikan Hasto Tumbal Politik Balas Dendam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist