• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Renungan HUT RI ke-80: Merdeka, Katanya

Ali Syarief by Ali Syarief
August 10, 2025
in Feature, Politik
0
Renungan HUT RI ke-80: Merdeka, Katanya
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews- Delapan puluh tahun sudah bangsa ini berdiri di atas tanah yang diperjuangkan dengan darah, air mata, dan nyawa para pejuang. Dulu, kemerdekaan berarti lepas dari belenggu penjajahan. Namun kini, pertanyaannya: merdeka dari siapa? Atau jangan-jangan kita telah menjadi tawanan dari bangsa kita sendiri—oleh mereka yang duduk di kursi kekuasaan, yang mengaku “pejuang rakyat” namun perilakunya jauh dari itu.

Pejabat negeri ini hidup dalam kemewahan yang sulit dicerna akal sehat. Gaji dan penerimaan mereka mencapai angka spektakuler, ditambah fasilitas mewah yang bahkan tak pernah terbayang oleh rakyat yang tiap hari berjibaku demi sesuap nasi. Ironisnya, banyak di antara mereka tidak memiliki kompetensi yang layak untuk jabatan yang diembannya. Mereka duduk bukan karena pantas, tetapi karena “hubungan” yang tak kasat mata: nepotisme yang sudah menggerogoti sendi meritokrasi hingga habis tak bersisa.

Kompetensi? Ah, itu urusan nomor sekian. Dalam kamus kekuasaan, yang penting adalah koneksi. Kalau punya “hubungan” yang tepat, meskipun tak tahu beda antara visi dan misi, tetap bisa duduk di kursi empuk. Nepotisme bukan lagi penyakit, tapi sudah seperti vaksin—wajib dimiliki agar bisa bertahan di dunia politik.

Korupsi pun merajalela. Setiap tahun kita disuguhi berita pejabat yang menyalahgunakan uang rakyat—uang yang seharusnya membangun sekolah, rumah sakit, infrastruktur, dan masa depan anak-anak negeri. Tapi seperti lingkaran setan, setelah satu tertangkap, yang lain muncul menggantikan, seolah korupsi adalah estafet yang diwariskan dari satu periode ke berikutnya.

Mereka tak punya rasa malu. Tak tahu diri ketika menampilkan gaya hidup hedon di tengah rakyat yang semakin terjepit. Berdiri di podium-podium peringatan kemerdekaan dengan dada dibusungkan, membacakan naskah pidato penuh kata indah tentang “membangun bangsa” sambil di balik layar justru merusaknya—menggadaikan sumber daya alam, merusak lingkungan, dan mengubah hutan jadi lahan gundul demi proyek yang hasilnya entah siapa yang nikmati.

Bung Hatta pernah berpesan, “Korupsi merusak negara dan menghancurkan moral bangsa.” Kata-kata ini kini terasa seperti nubuat yang menjadi nyata. Bung Karno mengingatkan, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

Kalau beliau berdua masih hidup, mungkin akan menepuk jidat melihat bagaimana peringatan kemerdekaan kita sekarang dipenuhi baliho wajah pejabat tersenyum lebar, sementara rakyat di bawahnya menghitung sisa uang belanja.

Kemerdekaan seharusnya memerdekakan rakyat dari kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan. Tapi kenyataannya, kemerdekaan seperti hanya memerdekakan segelintir orang dari kesusahan hidup—sementara mayoritas rakyat tetap terjajah oleh kerakusan elit.

HUT RI ke-80 ini jadi alarm keras: bangsa ini bukan cuma perlu merdeka secara fisik, tapi juga merdeka dari korupsi, nepotisme, ketidakmampuan, dan kerakusan yang menghancurkan. Karena kemerdekaan sejati adalah ketika pemimpin hidup untuk rakyat, bukan rakyat yang hidup untuk membiayai gaya hidup pemimpin.

Merdeka, katanya. Tapi siapa yang benar-benar merdeka?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dua Menteri di Pusaran Korupsi: Potret Runtuhnya Tatanan Bangsa di Era Jokowi

Next Post

Silfester Matutina, Rambo van Indonesia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Silfester Matutina, Rambo van Indonesia

Silfester Matutina, Rambo van Indonesia

Hukum Terbalik: Pelapor Dugaan Ijazah Palsu Malah Dipenjara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist