• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Resensi Buku: Literasi Teknologi dan Budaya

fusilat by fusilat
October 17, 2025
in Feature, Science & Cultural
0
Resensi Buku: Literasi Teknologi dan Budaya
Share on FacebookShare on Twitter

Resensi Buku: Literasi Teknologi dan Budaya
Penulis: Dr. Cukup Mulyana
Menjawab Panggilan Zaman dengan Sinergi Akal dan Iman


Pendahuluan: Menjawab Panggilan Zaman

Abad ke-21 merupakan panggung besar bagi revolusi digital yang mengubah wajah dunia dengan kecepatan luar biasa. Gelombang disrupsi tidak hanya mengguncang tatanan ekonomi dan sosial, tetapi juga mendefinisikan ulang cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi. Dunia kini hidup dalam lanskap yang dikenal dengan istilah VUCA—Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity—yang menggambarkan betapa cair dan tidak menentunya arah kehidupan global.

Dalam realitas yang penuh ketidakpastian ini, buku “Literasi Teknologi dan Budaya” karya Dr. Cukup Mulyana hadir bukan sekadar sebagai karya akademik, melainkan sebagai peta jalan menuju masa depan. Buku ini mengajak pembaca—terutama mahasiswa, pendidik, dan masyarakat intelektual—untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan zaman melalui penguasaan dua pilar penting: literasi teknologi dan literasi budaya, yang keduanya berakar kuat pada nilai dan etika Islam.


Pilar Pertama: Menguasai Alat Zaman Melalui Literasi Teknologi

Dr. Cukup Mulyana menolak pandangan sempit bahwa literasi teknologi sebatas kemampuan mengoperasikan gawai atau perangkat digital. Ia menegaskan bahwa literasi teknologi mencakup kemampuan untuk menggunakan, memahami, mengelola, mengevaluasi, dan menciptakan informasi secara efektif dan bertanggung jawab.

Penulis mengajak pembaca menumbuhkan keterampilan digital yang melampaui aspek teknis: mulai dari penggunaan platform kolaboratif, kemampuan mencari informasi akademik yang kredibel, hingga penerapan metode CRAAP (Currency, Relevance, Authority, Accuracy, Purpose) dalam menilai keabsahan sumber.

Lebih jauh, buku ini mengingatkan pembaca akan bahaya disinformasi, ketergantungan digital, serta pelanggaran privasi data yang kian marak di era media sosial. Dalam konteks ini, muncul konsep digital citizenship (kewargaan digital), yang menekankan perlunya sikap bijak, etis, dan bertanggung jawab dalam dunia maya. Literasi teknologi, dengan demikian, tidak hanya melahirkan insan cerdas digital, tetapi juga manusia yang merdeka dari dominasi teknologi.


Pilar Kedua: Memahami Jati Diri Melalui Literasi Budaya

Teknologi, bagi Dr. Cukup Mulyana, tidak berdiri di ruang hampa. Ia selalu berinteraksi dengan budaya—membentuk dan dibentuk oleh nilai-nilai masyarakat. Karena itu, literasi budaya menjadi pilar kedua yang tak terpisahkan dari literasi teknologi.

Melalui analisis perbandingan antara pandangan Barat yang bersifat anthropocentric (berpusat pada manusia) dan pandangan Islam yang theocentric (berpusat pada wahyu Ilahi), penulis mengajak pembaca memahami bahwa budaya bukan hanya produk manusia, tetapi juga hasil interaksi antara akal dan petunjuk Ilahi.

Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk bertransformasi dari konsumen budaya pasif menjadi subjek budaya aktif—mereka yang mampu menyeleksi, mengkritisi, mengadaptasi, dan menciptakan ekspresi budaya baru yang sesuai zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Islam. Dengan demikian, literasi budaya menjadi alat untuk menjaga jati diri di tengah arus globalisasi.


Fondasi Nilai: Kerangka Pikir dan Etika Islam

Keunggulan utama buku ini terletak pada fondasi spiritual dan filosofisnya. Dr. Cukup Mulyana tidak menempatkan literasi teknologi dan budaya sebagai konsep netral, tetapi sebagai bagian dari misi keilmuan dalam bingkai wahyu.

Ada tiga prinsip besar yang menopang bangunan pemikiran buku ini:

  1. Semangat Iqra’
    Wahyu pertama “Bacalah!” menjadi dasar teologis bagi aktivitas literasi. Membaca di sini tidak hanya berarti membaca teks wahyu (ayat qauliyah), tetapi juga membaca alam semesta (ayat kauniyah) sebagai sumber pengetahuan.
  2. Sinergi Akal (‘Aql) dan Hati (Qalb)
    Penulis menekankan keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas. Akal berfungsi sebagai alat analisis kritis, sementara hati menjadi kompas moral. Kolaborasi keduanya melahirkan hikmah (kearifan), bukan sekadar ma’rifah (pengetahuan).
  3. Refleksi Sejarah Peradaban Islam
    Penulis menghidupkan kembali ingatan tentang Zaman Keemasan Islam, ketika ilmuwan seperti Al-Khawarizmi dan Ibnu Sina melahirkan ilmu yang terintegrasi dengan nilai. Kejayaan Bayt al-Hikmah menjadi bukti historis bahwa peradaban maju hanya lahir dari ilmu yang bersandar pada etika dan wahyu.

Prinsip-prinsip ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tanpa kendali moral akan melahirkan kehancuran, sementara ilmu yang dipandu iman melahirkan peradaban yang tercerahkan.


Dari Teori ke Aksi: Implementasi Interdisipliner di Kampus

Sebagai penutup, Dr. Cukup Mulyana menegaskan bahwa literasi sejati harus diwujudkan dalam aksi nyata. Dunia kampus diposisikan sebagai ruang ideal untuk menerapkan konsep literasi teknologi dan budaya secara interdisipliner.

Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu—agama, sains, teknologi, ekonomi, dan komunikasi—didorong untuk berkolaborasi dalam mencari solusi atas persoalan global seperti krisis lingkungan, ketimpangan sosial, hingga polarisasi masyarakat. Dengan pendekatan ini, nilai-nilai Islam tidak hanya menjadi teori moral, tetapi menjelma sebagai pedoman praktis dalam pengembangan ilmu dan teknologi yang berkeadaban.


Kesimpulan: Membentuk Khalifah Ilmu

Secara keseluruhan, buku “Literasi Teknologi dan Budaya” karya Dr. Cukup Mulyana adalah manifesto intelektual Islam modern. Ia menyatukan dua arus besar: kemajuan teknologi dan keluhuran budaya, di bawah naungan nilai-nilai wahyu.

Buku ini menyerukan lahirnya generasi khalifah ilmu—manusia yang menguasai teknologi tanpa kehilangan hati nurani, yang berinovasi tanpa menanggalkan moralitas, dan yang membangun peradaban tanpa tercerabut dari akar spiritualitasnya.

Di tengah derasnya arus digitalisasi global, karya ini hadir sebagai kompas moral dan intelektual, menuntun pembaca untuk tidak hanya mengejar kecerdasan teknologis, tetapi juga kearifan ilahiah.

Dengan gaya penulisan yang reflektif dan argumentatif, Dr. Cukup Mulyana berhasil meramu gagasan besar dalam bentuk yang aplikatif. “Literasi Teknologi dan Budaya” bukan hanya bacaan, tetapi juga ajakan untuk berpikir, beriman, dan bertindak selaras dengan fitrah manusia sebagai khalifah di bumi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pak Tua, Sudahlah…

Next Post

Purbaya Menolak Utang Erick Thohir: Keliru Secara Hukum, Benar Secara Moral Negara

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Purbaya Menolak Utang Erick Thohir: Keliru Secara Hukum, Benar Secara Moral Negara

Purbaya Menolak Utang Erick Thohir: Keliru Secara Hukum, Benar Secara Moral Negara

Stigma Ijazah Palsu Jokowi: Tak Akan Kunjung Sirna Walau Menghadiri Reuni Alumni UGM

Stigma Ijazah Palsu Jokowi: Tak Akan Kunjung Sirna Walau Menghadiri Reuni Alumni UGM

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist