• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Reshuffle Kabinet dan Sentimen Pasar: Antara Kepastian dan Ketidakpastian

Ali Syarief by Ali Syarief
September 8, 2025
in Economy, Feature
0
Waspada, Inflasi AS Tertinggi Dalam 40 Tahun
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pasar keuangan dikenal sensitif terhadap perubahan politik, terutama ketika menyangkut tokoh kunci yang memegang peranan penting dalam kebijakan ekonomi. Reshuffle kabinet yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025 menjadi bukti nyata bagaimana pasar merespons dengan cepat dan cenderung negatif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok lebih dari 1 persen hanya dalam hitungan jam setelah pengumuman resmi. Pada penutupan perdagangan, IHSG merosot 1,28 persen atau sekitar 100 poin ke level 7.766,84. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari kegelisahan kolektif investor terhadap arah baru kebijakan pemerintah. Saham-saham berkapitalisasi besar di sektor keuangan—seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI)—ikut tertekan, masing-masing jatuh antara 2 hingga 4 persen.

Salah satu faktor utama yang memicu reaksi keras pasar adalah pergantian posisi Menteri Keuangan. Sri Mulyani, yang selama ini dianggap sebagai jangkar stabilitas fiskal dan kredibilitas di mata investor global, digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Bagi pelaku pasar, perubahan ini bukan hanya soal nama, melainkan juga soal kepercayaan. Sri Mulyani dikenal dengan reputasi internasional, disiplin fiskal, serta konsistensi menjaga kredibilitas APBN. Sementara itu, menteri baru masih dinilai sebagai figur yang perlu membuktikan kapasitasnya di panggung besar, apalagi dalam konteks ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Reaksi pasar ini menunjukkan kecenderungan klasik: ketidakpastian adalah musuh utama investor. Dalam situasi di mana arah kebijakan belum jelas, pelaku pasar lebih memilih sikap “wait and see” atau bahkan menarik modal sementara waktu. Hal ini tampak dari aksi jual besar-besaran di sektor perbankan dan keuangan, sektor yang sangat erat kaitannya dengan persepsi stabilitas ekonomi.

Jika ditarik ke belakang, reaksi pasar terhadap reshuffle kabinet sebenarnya bervariasi. Pada masa pemerintahan sebelumnya, terutama di era Presiden Joko Widodo, beberapa reshuffle nyaris tak meninggalkan jejak signifikan di pasar. Bahkan, studi akademik menunjukkan bahwa abnormal return dan volume perdagangan relatif tidak berubah. Namun, ada juga momen di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), khususnya reshuffle tahun 2005, di mana pasar justru bereaksi positif karena figur-figur baru yang masuk kabinet dianggap membawa angin segar bagi stabilitas ekonomi.

Artinya, pasar tidak hanya merespons pergantian menteri, melainkan siapa yang diganti dan siapa yang menggantikan. Dalam kasus 2025, faktor psikologis pergantian Sri Mulyani menjadi krusial. Nama besar yang sudah teruji digantikan oleh figur baru yang belum memiliki reputasi global sekuat pendahulunya. Hal inilah yang menciptakan kegelisahan.

Ke depan, pasar kemungkinan akan bergerak fluktuatif sambil menunggu sinyal pertama dari Menteri Keuangan yang baru: bagaimana ia akan menjaga disiplin fiskal, mengelola utang, serta merespons tantangan ekonomi global. Jika sinyal yang diberikan konsisten dan kredibel, perlahan kepercayaan pasar bisa kembali pulih. Namun, jika arah kebijakan terlihat ragu-ragu atau justru menimbulkan kontroversi, tekanan di pasar modal dan nilai tukar rupiah bisa berlanjut lebih lama.

Reshuffle kabinet pada akhirnya bukan sekadar urusan politik. Ia adalah pesan kepada pasar, baik domestik maupun internasional, tentang arah kebijakan ekonomi sebuah negara. Dalam kasus Indonesia saat ini, pesan yang diterima pasar adalah ketidakpastian. Dan dalam dunia investasi, ketidakpastian hampir selalu berarti risiko.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Salsa Erwina: Berani Sentil DPR, Takut Sentuh Jokowi?

Next Post

SINETRON “MALING TERIAK MALING”: DUGAAN NEGARA SEBAGAI DALANG

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema
Feature

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
Feature

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu
Feature

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026
Next Post

SINETRON "MALING TERIAK MALING": DUGAAN NEGARA SEBAGAI DALANG

KISAH RESHUFFLE YANG MENGGUNCANG

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026

Citronella Oil Produk Andalan (Rencana Jangka Pendek 5 Tahun: Model Bisnis 2 untuk Kesejahteraan Petani melalui Koperasi)

April 13, 2026
Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

April 13, 2026
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist