• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Restorative Justice Itu Bukan Ilmu Hukum Modern, Kita Sudah Punya Sejak Zaman Nabi

Ali Syarief by Ali Syarief
June 9, 2025
in Feature, Law
0
Restorative Justice Itu Bukan Ilmu Hukum Modern, Kita Sudah Punya Sejak Zaman Nabi
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika dunia hukum Barat baru mempopulerkan istilah “restorative justice” sebagai pendekatan hukum modern yang manusiawi, sesungguhnya konsep ini bukan hal baru bagi masyarakat timur, khususnya umat Islam. Dalam wawancara eksklusif bersama FusilatNews, pakar hukum Damai Hari Lubis mengupas tuntas bagaimana keadilan restoratif sejatinya telah dipraktikkan sejak masa kenabian Muhammad SAW, dan mengapa pendekatan itu justru kini terancam menjadi jargon elitis yang kehilangan ruh keadilannya.

FusilatNews:
Pak Damai, belakangan ini konsep restorative justice atau keadilan restoratif ramai dibicarakan sebagai pendekatan hukum yang modern. Apa pandangan Bapak soal ini?

Damai Hari Lubis:
Ya, menarik. Sebenarnya, saya agak tersenyum kalau mendengar istilah “modern” disematkan pada restorative justice. Sebab sejatinya, konsep ini bukan hal baru. Bahkan, ia sudah dipraktikkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW pada abad ke-6 dan 7 Masehi.

FusilatNews:
Maksud Bapak, keadilan restoratif sudah ada dalam Islam sejak masa itu?

Damai Hari Lubis:
Betul. Dalam syariat Islam, ada mekanisme qishas, diyat, dan islah yang pada hakikatnya mencerminkan pendekatan restoratif. Korban bisa memilih untuk menuntut balasan setimpal, menerima kompensasi, atau memberikan maaf. Semua itu dilakukan melalui proses dialog dan musyawarah, bukan vonis sepihak. Jadi jangan heran kalau saya katakan, restorative justice versi Barat itu sebenarnya “ketinggalan zaman”.

FusilatNews:
Tapi bukankah istilah ini baru diformalkan dalam sistem hukum Indonesia oleh Kejaksaan dan Mahkamah Agung?

Damai Hari Lubis:
Ya, diformalkan, itu betul. Tapi bukan berarti baru dikenal. Kita, bangsa timur, bahkan Indonesia dengan budaya adatnya, sudah lama mengenal mediasi, perdamaian, dan pemulihan relasi sosial sebagai bentuk penyelesaian perkara. Islam juga begitu. Jadi bukan kita mengekor Barat, justru kita yang lebih dulu mengenal pendekatan manusiawi dalam hukum.

FusilatNews:
Lalu menurut Bapak, apakah pendekatan ini sudah diterapkan secara benar dalam konteks hukum di Indonesia saat ini?

Damai Hari Lubis:
Sayangnya belum sepenuhnya. Restoratif justice di kita masih parsial, bahkan kadang hanya jadi jargon. Kalau pelakunya orang kecil, cepat diproses dengan pendekatan ini. Tapi kalau aktor politik atau pelaku korupsi besar, jarang sekali diselesaikan secara adil, apalagi secara restoratif. Harusnya keadilan tidak tebang pilih.

FusilatNews:
Jadi Bapak melihat masih ada persoalan struktural dan politis di balik penerapan keadilan restoratif?

Damai Hari Lubis:
Tentu. Tanpa keberanian moral dan independensi lembaga penegak hukum, keadilan — baik yang restoratif maupun retributif — hanya jadi alat kekuasaan. Padahal Nabi Muhammad SAW mengajarkan keadilan itu bukan soal siapa yang kuat atau lemah, tapi soal kebenaran.

FusilatNews:
Terakhir Pak Damai, apa pesan Bapak untuk aparat penegak hukum dalam menerapkan keadilan restoratif?

Damai Hari Lubis:
Jangan jadikan keadilan restoratif sebagai tameng atau pemutih dosa, apalagi untuk elite. Lihatlah niat, konteks sosial, dan dampak terhadap korban. Dan yang paling penting, jangan lupakan akar budaya dan nilai-nilai Islam yang sudah lebih dulu mengajarkan keadilan yang utuh dan bermartabat.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Israel Cegat Kapal Bantuan Menuju Gaza, Menahan Greta Thunberg dan Aktivis Perdamaian lainnya

Next Post

BERAS BUKAN SEKADAR MAKANAN: IA ADALAH MARTABAT BANGSA

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Harga Beras Global Mencapai Level Tertinggi Dalam 15 tahun setelah India Membatasi: FAO

BERAS BUKAN SEKADAR MAKANAN: IA ADALAH MARTABAT BANGSA

Mau Dekat Allah, Kosongkan Dirimu!

Mau Dekat Allah, Kosongkan Dirimu!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...