JAKARTA — Suasana hangat penuh nostalgia mewarnai acara Halal Bihalal Alumni SMP Pertiwi Jalan Setiabudi Raya, Jakarta Selatan, angkatan 1973–1976 yang digelar di kediaman sederhana Sri Rusyati, di kawasan Jalan Poltangan Gang De 5, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang berlangsung akrab itu dikordinir oleh Rini Wiratma dengan menghadirkan sejumlah alumni yang masih aktif berkomunikasi. Beberapa di antaranya Mahdi dari Cimanggis, Irwanto, Rosnayunis dari Setiabudi, Narty dari Bogor, Iryadi A dari Kemanggisan, Novi, serta alumni lainnya.
Meski rata-rata telah berusia sekitar 66 tahun, semangat dan keceriaan para alumni disebut masih tampak muda. “Wajahnya kembali baby face,” ujar salah seorang peserta sambil berseloroh mengenang masa sekolah puluhan tahun silam.
Namun demikian, beberapa alumni belum dapat hadir dalam reuni tersebut. Sarah dan Maryati berhalangan hadir, sementara Abdul Wahab sedang menjalankan ibadah haji di Mekkah.
Acara halal bihalal itu juga diisi dengan presentasi usaha pemasaran produk makanan sehat dari perusahaan Shuang Hur DKI yang dipimpin Dr. Rahmat Hidayat. Dalam paparannya, Rahmat menawarkan peluang usaha bagi kalangan lanjut usia melalui sistem pemasaran multi level marketing (MLM).
Menurut Rahmat, sejumlah produk kesehatan berbasis Gano Derma yang dipasarkan Shuang Hur diklaim memiliki manfaat kesehatan. Ia juga mengaku telah bergabung sejak Oktober 2025 dan memperoleh penghasilan hingga Rp18 juta per bulan.
“Saya gabung ke Shuang Hur sejak Oktober 2025. Awalnya karena cucu saya terkena gatal-gatal dan saya sendiri sulit tidur,” ujar Rahmat dalam presentasinya.
Acara tersebut dihadiri hampir 50 orang yang sebagian besar merupakan warga sekitar dan relasi dari Sri Rusyati selaku koordinator kegiatan.
Selain menjadi ajang silaturahmi, reuni juga melahirkan sejumlah harapan untuk kegiatan tahun berikutnya. Para alumni berharap Halal Bihalal 2027 dapat digelar lebih besar dan melibatkan lebih banyak alumni SMP Pertiwi.
Mereka juga berharap generasi muda keluarga alumni dapat membantu para senior memahami penggunaan teknologi digital seperti aplikasi telepon pintar, video, Instagram, podcast, hingga pembuatan grup WhatsApp.
Rencana penyelenggaraan reuni berikutnya disebut berpotensi digelar di Sumedang, Jawa Barat.




















