• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Revolusi Mental di KRL dan MRT

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 2, 2023
in Feature
0
Pemerintah Berencana Terapkan Tarip Diskriminasi Untuk Angkutan KRL

Gerbong KRL/net

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Achmad Hasmy

Jakarta – Sepagi itu di perjalanan menuju pekerjaan mobile di Jakarta, saya menumpang moda angkutan paling populer di regional Jabodetabek, yakni KRL Commuter Line. Tak bosan-bosannya saya menumpang kaleng setrum, begitu para rombongan kereta Jabodetabek pernah menamainya.

Selain tarifnya murah meriah, fasilitas yang disajikan setara layanan premium di masa lampau yang hanya bisa dijangkau oleh kalangan menengah atas dengan nama KRL Express – yang kini sudah tinggal nama alias dihapus dari layanan.

Selang beberapa hari lalu, saya naik MRT Jakarta untuk keperluan yang sama. Moda angkutan kereta listrik kemarin sore ini benar-benar membuat ketagihan. Lintasannya memang masih minimalis, tapi sensasinya sangat lumayan, sebagian subway dan sebagian lagi layang. Tentu bagi saya momen yang paling berkesan adalah saat kereta MRT transit, berpindah suasana dari subway ke layang selepas stasiun Senayan.

Sensasi melihat sinar matahari dan gedung-gedung tinggi Jakarta setelah gelap gulita di bawah tanah sudah cukup membikin anak-anak kecil berteriak kegirangan dan orang dewasa celingak-celinguk melihat kaca. Begitupun saya, walau kegirangannya cukup di dalam hati saja dan celingak-celinguk juga ke arah kaca.

Namun, tak hanya itu yang menarik perhatian di duo KRL dan MRT ini. Ada yang bergerak berubah dengan keberadaan dua kereta listrik ini. Selain tujuan program pemangku kepentingan yang ingin agar horor kemacetan segera menghilang atau setidaknya berkurang drastis dari regional metropolitan ini, budaya dan perilaku orang di dalamnya pun perlahan sanggup bergerak ke arah peradaban tinggi.

Mari kita sebut peradaban membuang sampah di tempatnya dan mempersilakan tempat duduk untuk yang membutuhkan sebagai peradaban yang lazim ada di negeri-negeri maju dan berkesadaran tinggi. Keduanya sudah mulai menjadi kebiasaan dan adat besar di KRL Commuter Line dan MRT Jakarta, baik di trainset maupun di stasiun.

Peradaban pertama adalah cerminan kesadaran tinggi tentang kebersihan dan kepedulian lingkungan, sedangkan peradaban berikutnya adalah tentang ketidakegoisan dan kepedulian besar terhadap sesama. Sekarang benar-benar sulit menemukan sampah berserakan dan benar-benar sulit menemukan orang egois di KRL apalagi di MRT.

Kenapa pakai kata apalagi? KRL Jabodetabek dulu tidaklah seperti ini. Sejarah KRL yang sangat panjang selalu diselimuti peradaban di mana-mana sampah dan di mana-mana keegoisan, dan semua perlahan namun pasti berubah semenjak 2009 saat revolusi kereta api di bawah Ignasius Jonan berlangsung hingga jadinya seperti sekarang.

Kalau MRT beda lagi ceritanya. Moda angkutan ini lahir saat KRL sudah berubah sangat maju, sangat modern, dan memang dikonsep sebagai angkutan modern. Jadi MRT tak punya riwayat peradaban kelam seperti KRL. Yakin seyakin-yakinnya, keduanya adalah hal mahalangka di kehidupan Nusantara, bahkan di regional sekelas metropolitan Jakarta.

Menemukan orang yang membuang sampah di tempatnya dan melihat orang mempersilakan bangku duduknya untuk orang lain yang membutuhkan adalah hal mahaajaib pada beberapa tahun silam, dan bahkan mungkin juga hingga di masa sekarang.

Sambil berdiri di dalam kereta menuju lokasi tujuan, saya menangkap sebuah konklusi menarik. Stasiun dan rangkaian kereta di dalamnya kini tak hanya berfungsi sebagai moda transportasi belaka, tapi juga menjelma sebagai sekolah umum besar dengan didikan perilaku unggul di dalamnya.

Di dalam kereta KRL dan MRT itu tak ada tempat sampah dan kedua kereta itu nyaris tak pernah sepi penumpang, tapi sampah dan sisa-sisa lain-lainnya amat jarang dijumpai di sana. Bahkan, empati tumbuh sangat subur di dalamnya, di mana sudah menjadi kelaziman besar untuk segera bangkit memberi tempat duduk tatkala ada penumpang lansia ataupun ibu dengan anaknya naik di dalamnya.

Dan, kini saat saya turun dari kereta, terdapat dua pembentukan adat peradaban maju lainnya sedang terjadi, masyarakat komuter KRL dan MRT mulai terbiasa mengantre di pinggir pintu kereta, mempersilakan dan memberi jalan untuk penumpang yang turun, lalu membentuk barisan tertib saat naik eskalator, yang diam berdiri di kiri, yang buru-buru berjalan di kanan.

Batin ini tersenyum nyaman, dan membayangkan serta menjadi sangat berharap pendidikan sekolah umum besar ini bisa menular ke penjuru Nusantara Raya dengan cara mungkin membangun dengan masif angkutan berbasis rel seperti ini minimal di kota-kota besar lain di luaran Jabodetabek dan menyebarluaskan sistem dan budaya ini ke seluruh moda angkutan terutama angkutan massal di darat.

Mungkin Menteri Pendidikan kita juga harus mengucap terima kasih kepada Menteri Perhubungan dan juga Direksi PT MRT Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia, terkhususnya untuk mantan Direktur Utama Ignasius Jonan karena revolusi kereta apinya pada dekade 2009 silam sudah membuka sekolah umum besar yang bisa diakses siapa saja di sepanjang lintasan rel-rel baja ini, yang mengajarkan dan juga mempraktikkan kurikulum unggul dari mulai kebersihan hingga empati, sesuatu yang menjadi pekerjaan rumah cukup besar di ranah mentalitas negeri ini.

Achmad Hasmy, pemerhati transportasi massal, penyuka kereta listrik.

Dikutip dari detik.com, Rabu 1 Maret 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Khofifah “Bunga Desa” yang Diperebutkan Prabowo dan Anies Jadi Cawapres 2024, Ini Kata Pengamat

Next Post

Melawan Dikte Pendanaan Parpol

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post
Melawan Dikte Pendanaan Parpol

Melawan Dikte Pendanaan Parpol

Kasus Dandy Momentum Bersih-bersih Kemenkeu

Korban Mario Dandy, David Ozora Latumahina, Patut Dijadikan Tersangka!?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist