Ribuan pelayat telah berpartisipasi dalam prosesi pemakaman seorang remaja Palestina yang ditembak mati oleh pasukan rezim Israel di kota Aboud, barat laut kota Ramallah di Tepi Barat yang diduduki.
Laporan media Palestina mengatakan para pelayat berbaris melalui jalan-jalan di desa terdekat Beit Rima, barat laut Ramallah, pada hari Jumat ketika mereka membawa jenazah Dia Mohammad Rimawi yang berusia 16 tahun, yang telah terbunuh oleh tembakan Israel pada Kamis malam.
“Jenazah dibawa di pundak keluarga dan teman-teman martir,” lapor kantor berita resmi Palestina WAFA. “Udara dipenuhi dengan bendera, seruan perlawanan terhadap pendudukan, dan nyanyian untuk menghormati pembebasan Palestina.”
Siswa kelas 11 itu adalah anak Palestina ke-52 yang dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel sejak awal tahun.
Kota Aboud adalah tempat tiga warga Palestina terluka pada Kamis pagi, dengan salah satu dari mereka ditangkap oleh pasukan rezim meskipun kondisinya kritis saat dipindahkan ke rumah sakit.
Ketiga korban diidentifikasi oleh Kementerian Kesehatan Palestina sebagai Siqdi Zakarneh, 29, Atta Shalabi, 46, dan Tareq al-Damaj, 29.
Angka terbaru menyebutkan jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal tahun menjadi 216, termasuk 164 di Tepi Barat dan 54 di Jalur Gaza yang terkepung.
Pasukan Israel baru-baru ini melakukan serangan semalam dan pembunuhan di bagian utara Tepi Barat, terutama di kota Jenin dan Nablus, di mana kelompok baru pejuang perlawanan Palestina telah dibentuk.
Menurut PBB, jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh Israel di Tepi Barat tahun ini merupakan yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir.
Kelompok hak asasi lokal dan internasional mengutuk penggunaan kekuatan Israel yang berlebihan dan “kebijakan tembak-bunuh” terhadap warga Palestina.
Insiden sabotase dan kekerasan oleh pemukim terhadap warga Palestina dan harta benda mereka juga menjadi kejadian sehari-hari di seluruh wilayah pendudukan, tidak terkecuali di Tepi Barat. Namun, otoritas Israel jarang menuntut pemukim dan sebagian besar file ditutup karena kegagalan polisi yang disengaja untuk menyelidiki mereka dengan benar.
Sumber : Presstv
























