Jakarta-Fusilatnews — Rumah Zakat berhasil meraih penghargaan Indonesia Digital Marketing Champions 2024 dengan predikat Very Good dari Majalah SWA dan BusinessDigest. Penghargaan ini diterima oleh Chief Fundraising Officer Rumah Zakat, Didi Sabir, pada Selasa (19/11/2024).
Didi Sabir mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Saat ini Rumah Zakat secara aktif mengedukasi publik terkait urgensi zakat melalui kanal-kanal digital seperti website dan media sosial. Melalui kanal-kanal digital ini, kami bisa menyebarkan konten-konten kebaikan yang bertujuan untuk mengajak umat Islam berbagi pada sesama. Alhamdulillah, hal ini diapresiasi oleh publik dengan sangat baik sehingga tahun ini Rumah Zakat meraih penghargaan Indonesia Digital Marketing Champions,” ujar Didi.
Proses penilaian yang dilakukan oleh SWA dan BusinessDigest melibatkan total 45 materi dari berbagai perusahaan dan organisasi. Dari jumlah tersebut, 25 perusahaan dan organisasi diundang untuk mengikuti proses penjurian. Setelah melalui seleksi ketat, 16 perusahaan dan organisasi, termasuk Rumah Zakat, dinyatakan layak menerima penghargaan.
Didi menambahkan bahwa Rumah Zakat akan terus memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi dan sosialisasi zakat. “Upaya kami dalam melaksanakan sosialisasi dan edukasi zakat melalui media digital ini akan terus dilakukan karena media digital ini efektif untuk menjangkau umat muslim, terutama mereka yang berusia 18-45 tahun. Kami akan terus berupaya membuat konten-konten kreatif yang bermanfaat bagi semua,” jelasnya.
Keberhasilan Rumah Zakat di bidang digital marketing tahun ini terbilang signifikan. Aktivitas digital mereka berhasil menjangkau hingga 203 juta orang, dengan pertumbuhan pengikut di media sosial meningkat sebesar 17% dan keterlibatan audiens (engagement) naik hingga 198%.
Selain itu, website Rumah Zakat mencatat kenaikan active user sebesar 134%, sementara lalu lintas kunjungan naik 122%. Dampaknya, jumlah donatur aktif Rumah Zakat meningkat hingga 36% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa optimalisasi kanal digital dapat memberikan dampak positif bagi organisasi filantropi dalam menjangkau dan melayani masyarakat secara lebih luas.


























