LONDON, 13 Okt (Reuters) – Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Kamis kemarin, bahwa tujuan “operasi militer khusus” Moskow di Ukraina tidak berubah, tetapi mereka dapat menguahnya melalui negosiasi.
Komentar yang terbaru kepada surat kabar Rusia Izvestia adalah, dari serangkaian pernyataan minggu ini yang menekankan keterbukaan Moskow, untuk pembicaraan – perubahan situai yang diikuti oelh serangkaian kekalahan memalukan bagi pasukan Rusia, saat perang di Ukraina mendekati akhir bulan kedelapan.
Peskov menambahkan, bagaimanapun, bahwa dia tidak melihat prospek untuk pembicaraan dengan Barat dalam waktu dekat karena sikap “bermusuhan” terhadap Rusia.
“Namun demikian, Turki, serta sejumlah negara lain, terus mencoba menengahi dengan berbagai cara.”
Sementara Rusia telah mengatakan sebelumnya bahwa mereka siap untuk bernegosiasi, referensi yang berulang minggu ini tentang kemungkinan dialog sangat mencolok.
Lavrov kembali ke masalah pada hari Kamis, mengatakan kepada Izvestia: “Kami tidak akan mengejar siapa pun. Jika ada proposal serius yang spesifik, kami siap untuk mempertimbangkannya.”
Dia menambahkan: “Ketika kami mendapatkan semacam sinyal, kami akan siap untuk mempertimbangkannya.”
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah mengesampingkan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin setelah Rusia mengumumkan pencaplokan empat wilayah Ukraina bulan lalu dan menghantam kota-kota Ukraina minggu ini setelah serangan di jembatan penting antara Rusia dan Krimea yang dicaplok.
Reuters






















